Bagaimana Cara Membuat Artikel Bagus?

1
1746
Bagaimana Cara Membuat Artikel & Naskah Semakin Bagus

MENULIS dan membaca bisa jadi adalah aktivitas yang sudah diajarkan semenjak masih kanak-kanak. Dan bahkan bukan itu saja, perintah ‘membaca’ pun sejatinya telah ada dan terdengar semenjak zaman nabi yang terkenal dengan kata Iqro’nya. Antara menulis dan membaca ini, keduanya merupakan hal yang tak bisa dipisahkan, bahkan akan selalu berteman selama hayat hidup masih di kandung badan.     Artinya, menulis akan bisa lancar tentu jika diselingi dan diiringi dengan kegiatan membaca, pun sebaliknya, membaca tak akan terhenti hanya di sikap mengeja tentu pada saat diiringi dengan aktivitas menulis juga.

Jika pada masa lalu sarana menulis dan membaca ini masih sebatas pada media kertas dan pulpen, bahkan media papan tulis kayu dan kapur, atau kalau agak modern ya menggunakan mesin ketik, maka untuk saat ini sudah ada banyak media bisa kita gunakan. Bukan sebatas kertas, akan tetapi media komputer yang kemudian tersambungkan pada koneksi intranet serta internet. Oleh karenanya secara teknologi, sejatinya kita itu sudah jauh mendapatkan fasilitas. Sehingga yang kita butuhkan tinggal berlatih sebanyak dan sesering mungkin, dan kalaupun tak di kertas –buku harian– sekarang sudah ada blog pribadi.

[Baca juga: Tips Cara Menulis yang Baik untuk Blog]

Lalu tips apa saja agar tulisan artikel pun naskah kita semakin hari, semakin bagus dinikmati? Di bawah ini adalah di antaranya;

  • Tekun & Konsisten

Sebagaimana kata-kata semboyan yang acap digaungkan; “rajin” pangkal pandai, maka tekun yang memiliki padanan kata bisa diterapkan dalam hal menulis. Dengan rajin menulis tentu akan menadapatkan kepandaian darinya. Begitu pun dengan konsistensi. Sudah selayaknya konsisten ini menjadi sikap dalam menjalankan segala aktivitas, termasuk menulis. Karena hanya dengan konsistensi iniah daya tahan kita teruji. Gampang menyerah atau tidak.

  • Semangat dan Kontrol Emosi

Ini mungkin agak susah dicerna. Semangat, tapi kok ya kudu mengendalikan diri. Bagaimana sih?

Menulis diiringi semangat tinggi namun juga harus tak abai terhadap pengendalian diri, artinya adalah bersemangat dalam hal menyampaikan sebuah keinginan agar bisa dipahami para pembaca. Sedangkan mengendalikan emosi-diri, artinya memiliki kemampuan mengendalikan diri dalam menulis hal-hal yang tak ada hubungannya dengan pokok pikiran.

[Baca juga: Beberapa Tokoh yang Tetap Menulis Meski Berada di Balik Jeruji Penjara]

  • Menulis Jujur

Berusaha untuk tetap menjadi diri sendiri dan jujur menyikapi segala keadaan. Sikap dan sifat semacam ini menjadi dasar kuat dan akan tercerminketika mengungkapkan pokok pikiran ke dalam tulisan. Kejujuran ini menjadi bagian yang tak bisa diabaikan dalam meraih kualitas tulisan yang bagus. Dan dengan kejujuran itu pula, kita pun akan terhindar dari kehendak bentuk tulisan penuh tipu daya meski dihiasi bunga-bunga.

  • Ringkas, Padat & Menarik

Ketekunan dan konsistensi dalam menulis bukan tidak mungkin akan membuat otak dan jemari kita semakin terampil. Akan ada semakin banyak penggunaan kata ataupun kalimat yang sesuai dan tak mengada-ada. Tiada kata yang tersaji tanpa arti. Artinya, setiap kata yang ditorehkan bukan sebatas menambah jumlah halaman ataupun baris-paragraf, akan tetapi juga menambah makna tulisan itu sendiri.

  • Fokus dan Jelas

Fokus dan jelas bisa juga diartikan sebagai tips menulis secara spesifik dan tidak nggladrah. Artinya, buat tulisan kita agar tidak mengawang ataupun melebar dari pokok pikiran. Karena jika hal ini dilakukan, bukan tidak mungkin para pembaca akan menjadi kesal khususnya ketika sedang terjebak dengan bacaan yang tidak jelas itu. Mereka akan merasa seolah tertipu.

  • Membagi dalam Paragraf

Setiap paragraf memang akan bisa ideal ketika berisi satu ide pemikiran. Namun itu tidak mutlak. Karena dalam satu paragraf masih bisa disiasati dengan memecah-mecahnya ke dalam struktur kalimat dengan tujuan tidak membuat pembaca mudah bosan. Apalagi dalam tulisan cerita-fiktif. Kalimat-kalimat runtut dan tik berbelit-belit akan memberi kenyamanan pembaca, sehingga imajinasinya pun akan bisa mudah mengalir.

  • Show, Don’t tell!

Show, Don’t tell! Artinya sila usahakan untuk selalu menunjukkan mengenai sesuatu hal kepada pembaca, bukan semata menceritakannya. Ketika menulis fiksi mungkin ini akan terasa agak susah, sebaliknya, hal ini bisa dilakukan dalam tulisan non-fiksi yaitu dengan menulis hal-hal spesifik, tidak mengambang atau abstrak. Karenanya lebih disarankan menyajikan kalimat pendek dengan muatan fakta ketimbang kalimat panjang berbelit namun pokok idenya malah menjadi kabur.

Sedangkan dalam tulisan fiksi, hal ini dilterapkan dengan cara memberi deskripsi tentang suatu keadaan atau karakter. Misalnya adalah kalimat berikut ini; “Wanita tua dengan perawakan jangkung. Membayangkannya membuatku teringat dengan wajah nenek berumur 70 tahun, kulit keriput, rambutnya putih-tipis dan dan sering digerai.”

[Baca juga: Menulis Menggunakan Pulpen Lebih Menyehatkan Dibanding Mengetik]

  • Pesan Kuat

Jamak adanya pesan ini termuat dalam tulisan fiksi. Akan tetapi sebenarnya ini bisa termuat di jenis tulisan apa saja. Karena setiap menulis sudah barang tentu hukumnya pasti adalaha terdapatnya pesan yang musti disampaikan kepada pembaca. Bahkan ketika pembaca itu adalah juga diri kita sendiri. Oleh karenanya, musti berusaha menuliskan sebuah pesan secara kuat agar bisa diterima dan disimpulkan oleh khalayak pembacanya.

  • Komunikatif

Aktivitas menulis sebenarnya tak jauh berbeda dengan sedang berbicara, oleh karenanya bikin tulisan yang “seolah” sedang bicara secara natural tanpa memiliki pretensi sok tahu apalagi dengan menggunakan bahasa-bahasa ilmiah.   Jika hal itu tetap dilakukan, maka bukan malam mendapatkan label intelek, melainkan idiot.   Karenanya, sila menghindari istilah yang hanya dipahami oleh kalangan terbatas, dan usahakah memilih bahasa yang komunikatif.

  • Membaca dan Membaca!

Serupa dengan membeli barang, ketika kita hendak mendapatkan barang bagus tentu butuh barang lain sebagai bahan perbandingan bukan? Nah guna mendapatkan barang lain itu, tentu dibutuhkan usaha, bukan?   Maka hal itupun berlaku dalam hal menulis. Agar mampu menulis bagus, kita membutuhkan membaca berbagai bacaan buku-buku bermutu sebagai perluasan wawasan, penambah kemampuan, dan tentu saja penjajakan minat yang sedang berkembang.

Demikian adalah beberapa hal yang bisa dijadikan bahan pertimbangan demi mendapatkan hasil tulisan yang semakin baik dan enak dibaca khalayak. [uth]

Rujukan:
[1] Sepuluh Tips Menjadi Penulis Sukses; republika.co.id, diakses pada 21 Maret 2016
[2] Gambar ilustrasi; pixabay.com, diakses pada 21 Maret 2016

Berbagi dan Diskusi

1 COMMENT

  1. Membaca dan membaca, selain untuk menambah wawasan, juga bisa dijadikan panduan untuk mengenali artikel yang dibuat orang lain. Selanjutnya kita bisa meniru dan memodifikasi gaya penulisan mereka. Menulis artikel yang baik bukanlah pekerjaan mudah. Perlu kerja keras esktra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here