Mengenal Deposito: Apa dan Bagaimana Cara Kerja Deposito

0
778
apa itu deposito
apa itu deposito

Deposito atau tabungan deposito sebagai salah satu produk layanan perbankan masih kurang populer dibandingkan dengan jenis layanan lain, seperti tabungan umum dan fasilitas kredit. Layanan ini tersedia hampir pada semua bank professional baik swasta maupun yang berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau daerah (BUMD). Deposito berbeda dengan tabungan umumnya dan tentu saja dengan keuntungan (melalui bunga) yang berbeda pula.

Apa itu Deposito?

Tabungan deposito dikenal dengan sebutan lain yaitu tabungan berjangka. Istilah ini lebih memudahkan pengguna jasa pebankan untuk memahaminya. Secara sederhana, tabungan umum ditempatkan pada suatu bank dan dengan kemungkinan penarikan dana yang dapat dilakukan sewaktu-waktu. Berbeda dengan deposito, dana yang tersimpan dalam tabungan jenis ini tidak dapat ditarik sewaktu-waktu oleh pemilik dana tersebut. Tabungan ini hanya dapat ditarik ketika sudah sampai pada ambang batas waktu penyimpanan [1]. Terdapat beberapa opsi waktu atau jangka penyimpanan dana pada jenis tabungan ini, mulai dari 1 bulan hingga 24 bulan (2 tahun).

Pembayaran bunga deposito dilakukan pada waktu berakhirnya periode penyimpanan uang atau secara bulanan. Tetapi, kini tersedia pula beberapa layanan deposito yang memberikan bunga di muka. Secara umum, bunga yang diperoleh oleh pemilik dana akan lebih besar dibandingkan dengan dana yang diterima pada tabungan umumnya. Saat ini, bank secara kompetitif memberikan insentif besaran bunga yang berbeda untuk menarik dana dari nasabah. Besar nilai bunga ditentukan oleh lama penyimpanan dan jumlah atau besaran dana yang ditabungkan. Perhitungan bunga dilakukan setiap hari.

[Baca juga: Apa itu Cek dan bagaimana cara kerjanya?]

Bagaimana Cara Kerja Deposito?

Cara kerja deposito identik dengan namanya yaitu tabungan berjangka. Artinya, penyimpanan uang pada model tabungan ini hanya bisa dilakukan secara berjangka dan tidak bisa ditarik sewaktu-waktu seperti umumnya tabungan biasa. Bank akan menentukan batas waktu minimal nasabah meletakkan uang sebagai dana tabungan berjangka. Sekaligus, bank akan mentukan besaran bunga yang diperoleh oleh nasabah sesuai dengan jangka waktu dan besaran dana yang ditabungkan.

Tier

Tenor bulan

1 bulan

3 bulan

6 bulan

12 bulan

24 bulan

< 100 juta 4, 25 % 6 % 5,75% 4,75% 4,75%
> = 100 juta – 1 M 4,25 % 6 % 5,75% 4,75% 4,75%
> = 1 M – 5 M 4,50 % 6 % 5,75% 5% 5%
> 5 M 4,50 % 6 % 5,75% 5% 5%

 

Bandingkanlah tabel tersebut dengan tabel suku bunga pada tabungan biasa:

Tier
Suku Bunga
0 – <Rp. 1Juta           
0.00
Rp. 1 Juta – <Rp. 50 Juta                       
0.70
Rp.50 Juta – <Rp. 500 Juta
0.85
Rp. 500 Juta – <Rp. 1 Milyar
1.20
>=Rp. 1 Milyar
2.00

 

Memperhatikan contoh tabel di atas, dapat dipahami bahwa jika seorang nasabah menyimpan uang sebesar Rp. 5 Milyar selama 3 bulan, maka nasabah tersebut akan memperoleh bunga sebesar 5% pada saat jatuh tempo atau berakhirnya masa penyimpanan.

[Baca juga: Apa itu Bilyet Giro dan Cara Kerjanya]

Deposito sebagai Investasi

Berbeda dengan tabungan biasa, deposito juga memiliki fungsi investasi. Mengapa? Pertama, tabungan deposito memberikan bunga yang lebih kompetitif dan besar dibandingkan dengan bunga pada tabungan biasa. Dengan demikian, nasabah akan memperoleh keuntungan lebih besar dibandingkan dengan tabungan lainnya. Kedua, nasabah deposito tidak bisa secara semaunya mengambil tabungan tersebut. Artinya, hal ini terkait dengan pengaturan dan perencanaan keuangan. Nasabah yang menabungkan dana dalam bentuk deposito biasanya bertujuan untuk menyimpan keuangan untuk menghindari konsumsi sekaligus untuk memperoleh keuntungan. Dengan demikian, nasabah dapat memperoleh pendapatan pasif dari tabungan tersebut.

Rujukan:

[1] What is Deposit Account? Business Dictionary. Diakses pada 10 Agustus 2016.

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here