30 Jenis Makanan Sebagai Ikon Kuliner Nusantara

5
21292
Spring-Rolls - Lunpia
Spring-Rolls - Lunpia

Kuliner menjadi salah satu hal yang menjanjikan bagi perkembangan bisnis di seputar kita, baik dalam skala besar, menengah ataupun usaha kecil-kecilan. Usaha kuliner dalam skala besar tentu saja akan membutuhkan modal tak sedikit sehingga pendapatan yang diperoleh juga tak kecil, sebut saja bisnis restoran. Dibawahnya ada usaha menengah yang bisa berupa warung makan ataupun usaha katering. Sedangkan untuk masyarakat kecil, bisa berupa warung kopi angkringan, ataupun kantin.

Dari segi makanan, usaha kuliner ini masih bisa dijalani dengan berbagai varian, ada makanan kecil, makanan tradisional, makanan ala bule, dan lain sebagainya. Lain dari itu, usaha kuliner ini juga menjadi obyek yang bisa dikembangkan diberbagai bidang. Bisa dirangkai dengan usaha dekorasi (pengantin), bisa pula dipadukan dengan usaha bidang Event Organizer.

Wisata Kuliner

Luasnya Nusantara yang memiliki banyak budaya, tak pelak menjadikan wilayah ini kaya pula dengan keanekaragaman kulinernya. Sehingga tidak bisa dipungkiri bahwa setiap daerah juga memiliki kuliner khasnya.

Kuliner khas kedaerahan tersebut ada yang telah dikenal banyak orang secara nasional, bahkan mendunia, namun kenyataannya tak sedikit pula yang hanya bisa dikenal di daerah setempat. Meskipun kurang dikenal, ternyata hal semacam ini tak serta-merta menjadi nilai negatif, sebaliknya, justru menjadi nilai tambah bagi sebagian orang. Salah satunya adalah agar orang tertarik datang langsung untuk berwisata, menikmati alam sekaligus menikmati kuliner khasnya.

Hidangan Khas Indonesia

Memahami bahwa dunia kuliner bisa dijadikan sebagai bagian dari obyek wisata, maka mulai akhir Desember 2012 hingga Januari 2013, pihak pemerintah melalui Mari Elka Pangestu yang memimpin Kementrian Ekonomi, Pariwisata dan Industri Kreatif telah menentukan 30 jenis hidangan yang dijadikan patokan sebagai makanan asli dan khas Indonesia.

Syarat Menjadi Ikon Kuliner

Menteri Ekonomi, Pariwisata dan Industri Kreatif, pada awal 2013 itu memaparkan bahwa 30 jenis hidangan sebagai patokan kuliner asli Indonesia itu ditentukan dengan berbagai syarat serta ketentuan. Tiga syarat utama yang harus dimiliki adalah;

  1. Bahan-bahan makanan itu harus mudah diperoleh baik di dalam negeri ataupun di manca negara.
  2. Jenis makanan tersebut telah banyak dikenal luas oleh khalayak
  3. Telah memiliki praktisi yang profesional dan menguasai jenis makanannya.

Ketiga ketentuan di atas, menjadi faktor utama agar jenis-jenis makanan yang dijadikan ikon kuliner tersebut bisa masuk dan mampu dipresentasikan sebagai hidangan kelas dunia. Sehingga para chef, baik di hotel pun di restoran negara manapun tak akan menemui kendala dalam mempersembahkannnya.

Dari 30 ikon kuliner tersebut memang tak seluruhnya merupakan jenis makanan berat, melainkan ada pula minuman, dan juga makanan kecilnya. Hal ini demi memenuhi kaidah jamuan internasional, yaitu ada makanan pembuka (appetizer), makanan utama (main course), dan tak ketinggalan pula makanan penutup (dessert). Harapannya, dari 30 ikon imampu tersusun set menu ala barat yang selanjutnya bisa dipersembahkan dalam jamuan kenegaraan ataupun dalam acara istimewa di dalam negeri serta manca negara.

30 Ikon Kuliner Indonesia

Dengan syarat dan ketentuan yang ada maka berikut adalah 30 jenis makanan yang masuk dalam kategori “Ikon Kuliner Indonesia.”

  • Nasi Goreng

Nasi goreng menjadi ikon kuliner Indonesia karena jenis makanan ini sudah tak asing lagi bagi segala usia. Bahkan tak sedikit tamu-tamu hotel berbintang dari manca negara juga ketaguhan dengan jenis makanan nasi goreng ini.

Secara umum nasi goreng menjadi makanan khas Nusantara yang selanjutnya bisa dibagi lagi ke dalam berbagai varian, salah satunya adalah nasi goreng kambing. Yaitu nasi goreng dengan dibubuhi daging kambing, dan bumbu-bumbu penyedap.

  • Ikon Kuliner dari Daerah

Selain nasi goreng, yang menjadi “ikon kuliner” lainnya lebih cenderung merupakan makanan khas daerah di wilayah Nusantara.

    • Asam Padeh Tongkol dariPadang
    • Klappertaart dari Manado
    • Orak-arik Buncis dari Solo
    • Kolak Pisang Ubi dari Bandung
    • Pindang Patin dari Palembang
    • Urap Sayuran dari Yogyakarta
    • Rawon dari Surabaya
    • Asinan dari Jakarta
    • Kunyit Asam dari Solo
    • Bir Pletok dari Jakarta
    • Laksa dari Bogor
    • Nagasari dari Yogyakarta
    • Lunpia dari Semarang
    • Sate Ayam ala Madura
    • Sate Maranggi dari Purwakarta
    • Sarikayo dari Minangkabau
    • Es dawet dari Banjarnegara
    • Tahu Telur dari Surabaya
    • Gado-gado dari Jakarta
    • Sayur Kapau dari Padang
    • Sate Llit dari Bali
    • Serabi dari Bandung
    • Nasi Liwet dari Solo
    • Rendang dari Padang
    • Soto Ayam ala Lamongan
    • Kue Lumpur dari Surabaya
    • Ayam Panggang Bumbu Rujak dari Jogjakarta

Keberadaan tumpeng dan nasi kuning serta bahan pelengkap juga menjadi ciri khas masakan Indonesia, utamanya bagi mereka yang sedang berkehendak melaksanakan acara makan-makan sehubungan peringatan tertentu, sebagai contoh adalah acara syukuran ataupun acara ulangtahun.

Selain menjadi kuliner yang memiliki dasar filosofi kuat dan menjadi representasi budaya makan orang Indonesia, nasi tumpeng juga merupakan kuliner khas nusantara karena memiliki visualisasi yang atraktif, baik pada penampilan ataupun pada cita-rasanya. [uth]

Sumber Rujukan:

[1] 30 IKON KULINER TRADISIONAL INDONESIA www.parekraf.go.id Diakses pada 14 Desember 2014

[2] Gambar ilustrasi pixabay.com Diakses pada 14 Desember 2014

Berbagi dan Diskusi

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here