Mengenal Gejala Mengompol pada Anak

0
1038
Anak mengompol, mengatasi anak mengompol
Mengenal Kebiasaan Anak Mengompol [sumber gambar: pixabay]

Bagi orangtua yang memiliki bayi bawah lima tahun (balita), mengompol adalah  perkara yang kerap ditemui. Istilah mengompol dikenal pula dengan sebutan nocturnal enuresis. Hal tersebut sangat umum terjadi pada balita. Secara sederhana, mengompol disebabkan oleh masih minimnya kemampuan bayi untuk mengontrol keinginan atau dorongan buang air kecil. Konsep toilet traning, atau pengenalan cara buang air besar dan kecil sedikit banyak akan membantu mengatasi persoalan mengompol pada anak. Artinya, peristiwa alamiah buang air kecil dapat dikontrol melalui pembiasaan perilaku. Anak akhirnya mengetahui bagaimana menyikapi rangsangan dan tanda dorongan buang air.

Mengompol pada usia di bawah 5 tahun tidak perlu terlalu dikhawatirkan oleh orangtua. Tetapi, apabila kebiasaan tersebut masih terjadi di atas usia 5 tahun maka orangtua perlu berhati-hati dan memeriksakan kemungkinan penyebabnya. Mengompol pada balitas umur 5 tahun atau di atasnya dikenal dengan istilah primary nocturnal enuresis atau secondary nocturnal enuresis. Penyebutan fenomena tersebut sangat tergantung pada diagnosa gejala dan waktu mengompol.

Mengompol yang terjadi pada malam hari pada balita 5 tahun atau lebih dikategorikan sebagai primary nocturnal enuresis. Sementara, secondary nocturnal terjadi pada fenomena buang air kecil secara tiba-tiba dan berkali kali dengan durasi minimal selama enam bulan. Kemungkinan persoalan kesehatan dapat saja menjadi penyebab pada kedua fenomena tersebut. Idealnya, pada usia tersebut anak telah mampu mengontrol proses pembuangan kotoran melalui urin. Gangguan syaraf, fenomena aktifnya kandung kemih, infeksi dan diabetes dapat menjadi penyebab persoalan tersebut. Fenomena tersesbut –terutama secondary– dapat juga disebabkan oleh penyebab yang bersifat psikologis, seperti emosi. Penyesuaian diri pada lingkungan dapat pula menjadi penyebabnya. Sebagai contoh, hal tersebut dapat terjadi pada saat anak diajak menempati rumah yang baru.

Umumnya, peristiwa mengompol bukanlah disebabkan oleh gangguan yang fatal. Anak akan kehilangan kebiasaan tersebut saat berkembang dewasa. Hanya sebagian kecil anak yang masih terus membawa kebiasaan ngompol hingga usia dewasa. Namun, orangtua yang khawatir dapat memeriksakan penyebab mengompol ke dokter spesialis unuresis untuk pencegahan gangguan dan pengobatan.

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here