Mengenal Jurnalisme Warga dan Keterlibatan Warga dalam Infomobilisasi

4
9772
Definisi jurnalisme warga

Istilah jurnalisme warga berkembang seiring deng perkembagan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kesempatan yang kian besar bagi individu maupun komunitas untuk memanfaatkan teknologi untuk kepentingan penyebaran informasi menjadi salah satu pendorong perkembangan jurnalisme warga. Istilah jurnalisme warga hadir melengkapi istilah jurnalisme yang telah berkembang sebelumnya dan terlaur melalui ketersediaan media arus utama (media mainstream) yang juga kerap disebut sebagai media niaga.

Perkembangan jurnalisme warga semakin pesat seiring dengan perkembangan dunia internet. Akses yang semakin luas pada teknologi ini semakin memperbesar ketersediaan konten yang bersumber dari warga masyarakat secara luas yang tidak bekerja secara spesifik sebagai pewarta media arus utama. Melalui semangat jurnalisme warga, setiap orang kini memiliki kesempatan untuk mengembangkan dan menyebarluaskan informasi. Perkembangan teknologi blog dan website menjadi disebut-sebut sebagai bagian dari faktor yang mempercepat perkembangan model pewartaan ini.

Semengat pengeolaan informasi ini, di Indonesia, merupakan bagian dari hak konstitusional yang diatur dalam Undang-Undang dasar 1945. Hak informasi disebutkan dalam UUD Pasal 28 f yang secara tegas menyebutkn hak masyarakat dalam mendapatkan, mengelola dan menyebarluaskan informasi untuk kepentingan pengembangan diri dan masyarakat. Hak mengelola informasi juga melekat pada masyarakat bersama dengan hak untuk berkomunikasi.

Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia (UUD 1945 Pasal 28 f).

Istilah jurnalisme warga ()

Istilah jurnalisme warga (terkadang disebut sebagai pewartaan warga) identik dengan aktivitas jurnalisme yang dikelola dan dilakukan oleh warga masyarakat secara umum. Kesadaran akan arti pentingnya informasi yang dikembangkan untuk kepentingan komunitas dan warga menjadi salah satu landasan berpikir perkembangan model pengelolaan informasi ini. Di lain sisi, kesadaran bahwa media arus utama memiliki keterbatasan untuk mengakomodir kepentingan informasi warga adalah sebab lainnya. Masyarakat semakin sadar bahwa penyebarluasan informasi tidak semata bisa diserahkan kepada kelembagaan media, seperti koran, televisi dan radio yang dimiliki oleh perusahaan niaga yang berorientasi pada keuntungan.

Istilah jurnalisme ini tidak saja berarti pewartaan yang dilakukan oleh warga.terminologi ini juga menunjukkan keberpihakan pada warga. Pewartaan dalam konsep ini tidak semata berarti ketersediaan informasi bersumber dari masyarakat, tetapi juga informasi yang berpihak kepada masyarakat. Pemahaman ini berkembang seiring dengan semakin terbatasnya media arus utama yang masih memiliki keberpihakan kepada masyarakan. Kepemilikan modal dalam situasi pengelolaan media yang turut memengaruhi konten media menjadi embrio semangat tumbuhnya pewartaan warga.

Siapa yang mengelola?
Pengelolaan aktivitas jurnalisme warga dapat dilakukan secara individual dan berkelompok. Individu bahkan bisa membuat saluran informasi secara mandiri. Di lain sisi, komunitas adalah sisi lain yang berpotensi besar dalam pengembangan metode jurnalisme ini. Radio komunitas yang tergabung dalam jaringan Radio Komunitas Indonesia adalah salah satu contoh ragam komunitas jurnalisme warga yang dikelola oleh beragam komunitas radio.

Apa media Jurnalisme warga?
Jurnalisme warga dapat dikelola dengan beragam media, seperti yang dilakukan oleh media niaga atau arus utama, seperti cetak, radio dan online. Perkembangan masing-masing teknologi yang kian mudah untuk dimiliki dan diakses oleh masyarakat memungkinkan masyarakat turut mengelola informasi sebagai salah satu saluran informasi. Media yang digunakan sangat tergantung pada kemampuan masing-masing komunitas warga yang mengelola. Radio komunitas, contohnya, adalah salah satu pilihan lain yang dapat digunakan. Perkembangan web menjadi salah satu yang dapat digunakan.

Salah satu contoh media jurnalisme warga yang cukup baik adalah portal (website) www.buruhmigran.or.id. Portal ini dikelola sebagai saluran informasi yang secara spesifik menyajikan informasi yang terkait dengan isu buruh migran atau tenaga kerja Indonesia (TKI). Ketersediaan informasi yang berpihak pada TKI melalui portal tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana warga memiliki kemampuan untuk mengelola informasi secara mandiri, sesuai kebutuhan di saat media arus utama tak mampu menyuarakan kebutuhan informasi masyarakat secara spesifik.

Berbagi dan Diskusi

4 COMMENTS

  1. […] Istilah jurnalisme warga berkembang seiring deng perkembagan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kesempatan yang kian besar bagi individu maupun komunitas untuk memanfaatkan teknologi untuk kepentingan penyebaran informasi menjadi salah satu pendorong perkembangan jurnalisme warga. Istilah jurnalisme warga hadir melengkapi istilah jurnalisme yang telah berkembang sebelumnya dan terlaur melalui ketersediaan media arus utama (media mainstream) yang juga kerap disebut sebagai media niaga. Perkembangan jurnalisme warga semakin pesat seiring dengan perkembangan dunia internet. Akses yang semakin luas pada teknologi ini semakin memperbesar ketersediaan konten yang bersumber dari warga masyarakat secara luas yang tidak bekerja secara spesifik sebagai pewarta media arus utama. Melalui semangat jurnalisme warga, setiap orang kini memiliki kesempatan untuk mengembangkan dan menyebarluaskan informasi. Perkembangan teknologi blog dan website menjadi disebut-sebut sebagai bagian dari faktor  […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here