Panduan Tata cara Shalat Dhuha

1
1290
Inilah Tata Car Shalat Dhuha
Inilah Tata Car Shalat Dhuha

Shalat Dhuha adalah  shalat yang dilakukan seorang muslim ketika waktu dhuha. Waktu dhuha adalah waktu ketika Matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga sebelum waktu dhuhur. Jumlah rakaat salat duha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Dan dilakukan dalam satuan 2 rakaat sekali salam.

Rasulullah Saw. pernah bersabda: “Barang siapa salat Duha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga” (H.R. Turmdzi dan Abu Majah). Dari Abu Dzar Ra. dari Nabi Saw. bersabda, “Setiap pagi ada kewajiban untuk bersedekah untuk tiap-tiap persendian (ruas). Tiap-tiap tasbih adalah sedekah, riap-tiap tahlil adalah sedekah, tiap-tiap takbir adalah sedekah, dan menganjurkan kebaikan serta mencegah kemungkaran itu sedekah. Cukuplah menggantikan semua itu dengan dua raka’at salat Dhuha.” (HR. Muslim)

Tata cara shaat Dhuha seperti shalat sunnat lainnya, yaitu setiap dua rekaat salam. Yang membedakana adalah niatnya. Niat bisa dicukupkan dalam hati. Namun jika ingin membantu mengukuhkan dalam niat dalam hati, maka bisa melafalkannta. Adapun niat yang dilafalkan itu adalah: Ushalli sunnatadh-dhuha rakataini lillahi ta’ala (Saya berniat shalat dhuha dua rekaat sunnat karena Allah).

Surat yang dibaca dalam shalat Dhuha bisa memakai surat apa saja. Namun sebaiknya pada rakaat pertama disunahkan membaca surat asy-Syams dan pada rakaat kedua disunahkan membaca surat adh-Dhuha. Untuk rakaat berikutnya setiap rakaat pertama disunahkan membaca surat al-Kafirun dan setiap rakaat kedua disunahkan membaca surat al-Ikhlas.

Pada dasarnya doa setelah salat duha dapat menggunakan doa apapun. Doa yang biasa dilakukan oleh Rasulullah Saw. selepas salat Dhuha adalah: Allahumma innadh-dhuha’a dhuha’uka, wal-baha’a baha’uka, wal-jamala jamaluka, wal-quwwata quwwatuka, wal-qudrataka qudratuka, wal-ishmata ishmatuka. Allahumma in kana rizqi fis-sama’i fa anzilhu, wa in kana fil-ardhi fa akhrijhu, wa in kana mu’siran fa yassirhu, wa in kana haraman fa thahhirhu, wa in kana ba’idan fa qarribhu, bi haqqi dhuha’ika wa baha’ika wa jamalika wa quwwatika wa qudratika, a’tini ma ataita ‘ibadakash-shalihin (Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, kebagusan adalah kebagusan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rizkiku di atas langit maka turunkanlah,bila di dalam bumi, maka keluarkanlah, bila sulit maka mudahkanlah, bila haram, maka sucikanlah, dan bila jauh maka dekatkanlah dengan berkat waktu dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepadaku segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh).

Sumber:
Muhammad Asnawi al-Qudsi, Fashalatan, Kudus: Menara Kudus, Tanpa Tahun.
Chatibul Umam, dkk, Fiqih untuk Madrasah Tsanawiyah, Kudus: Menara Kudus, 2004.

Berbagi dan Diskusi

1 COMMENT

  1. […] Shalat Dhuha adalah shalat yang dilakukan seorang muslim ketika waktu dhuha. Waktu dhuha adalah waktu ketika Matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga sebelum waktu dhuhur. Jumlah rakaat salat duha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Dan dilakukan dalam satuan 2 rakaat sekali salam.  […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here