Panduan Tata Cara Shalat Tahajjud 

1
1541
Cara Shalat Tahajjud
Tata Cara Shalat Tahajjud

Salat tahajjud adalah shalat sunnat yang dikerjakan di malam hari setelah terjaga dari tidur. Salat tahajjud termasuk salat sunnat mu’akad (salat yang dikuatkan oleh syara’). Salat tahajjud dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya dua belas rekaat.

Dari Abu Umamah Ra. berkata, “Rasulullah Saw. bersabda, “Menjadi keharusan bagi kalian bangun malam [untuk shalat], sesungguhnya bangun malam adalah kebiasaan orang-orang yang saleh sebelum kalian, [sarana] mendekatkan diri kepada Allah, penghapus dosa, penebus segala kesalahan, dan pengusir penyakit dari tubuh.” (HR. Turmudzi).

[Baca: Tata Cara Shalat Jenazah]

Dari Abu Hurairah Ra. bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda, “Tuhan kita yang Maha luhur dan Maha agung turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir dan berfirman, “Barangsiapa yang berdoa, pasti Aku kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku memberikannya, dan barangsiapa yang memohon ampunan, pasti Aku mengampuninya.” (HR. Muttafaq ‘Alaih)

Shalat Tahajjud dijalankan setelah tidur setelah menjalankan shalat Isya’. Jika dijalankan sebelum tidur, maka tidak bisa dinamakan dengan Shalat Tahajjud. Waktu paling baik dalam menjalankan shalat Tahajjud adalah sepertiga malam yang terakhir.

[Baca: Cara Shalat Tahajjud]

Untuk niatnya adalah sebagai berikut: Ushalli sunnatat-tahajjudi rak’ataini lillahi ta’ala (Saya berniat mendirikan shalat Tahajjud dua rekaat karena Allah). 

Biasanya yang dibaca pada rekaat pertama setelah membaca surat al-Fatihah adalah surat al-Kafirun. Sedangkan pada rekaat yang kedua adalah surat al-Ikhlas. Shalat Tahajjud itu paling sedikit satu rekaat dan dan paling banyak 12 rekaat.   

Sumber: 

Muhammad Asnawi al-Qudsi, Fashalatan, Kudus: Menara Kudus, Tanpa Tahun. 

Chatibul Umam, dkk, Fiqih untuk Madrasah Tsanawiyah, Kudus: Menara Kudus, 2004. 

Berbagi dan Diskusi

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here