Cara Membuat Pupuk Organik Cair Perangsang Daun dan Buah

0
811
gambar ilustrasi pixabay.com

Penggunaan pupuk organik cair sebagai perangsang pertumbuhan daun dan buah, memiliki keunggulan lebih efektif dan efisien dalam penggunaannya jika dibandingkan dengan penggunaan pupuk padat. Pasalnya, daun dan batang tanaman bisa menyerap secara langsung pupuk organik cair yang diberikan melalui stomata atau pori-pori yang ada pada permukaannya.

Meski lebih efektif dan efisien, penggunaan pupuk organik cair tidak bisa digunakan sebagai pupuk utama dalam bercocok tanam. Pupuk organik cair berfungsi sebagai perangsang tumbuh, terutama saat tanaman mulai bertunas atau saat perubahan dari fase vegetatif ke generatif untuk merangsang pertumbuhan buah. Penggunaan pupuk utama, sebaiknya tetap menggunakan pupuk organik padat yang diberikan pada media tanam.

Baca : [ Cara Membuat Pestisida Nabati dari Bawang Putih ]

Sebagai pupuk tambahan, pupuk organik cair sebaiknya memiliki kandungan yang kaya akan unsur hara mikro. Kebutuhan unsur hara makro pada tanaman sudah terpenuhi dari penggunaan pupuk padat. Karena alasan inilah, untuk mendapatkan unsur hara mikro kita bisa memilah dari bahan baku pembuatan pupuk yang digunakan.

Cara Membuat Pupuk Organik Cair Perangsang Daun dan Buah

Bahan-bahan :

  • 1 karung kotoran ayam
  • Setengah karung dedak
  • 30 kg hijauan ( jerami, gedebok pisang, daun leguminosa/daun tanaman legum )
  • 100 gram gula merah
  • 50 ml bioaktivator (EM4)
  • Air bersih secukupnya

Peralatan :

  • Tong plastik kedap udara ukuran 100 liter (lubangi tutupnya seukuran selang aerotor)
  • Satu meter selang aerotor transparan (diameter kira-kira 0,5 cm)
  • Botol plastik bekas ukuran 1 liter

Cara Membuat :

  1. Potong atau rajang bahan-bahan organik (hijauan) yang akan dijadikan bahan baku. Masukkan ke dalam tong bersama kotoran ayam dan dedak, lalu tambahkan air. Komposisinya : 2 bagian bahan organik, 1 bagian air. Kemudian aduk-aduk hingga merata.
  2. Larutkan bioaktivator seperti EM4 dan gula merah dengan 5 liter air aduk hingga merata. Kemudian tambahkan larutan tersebut ke dalam tong yang berisi bahan baku.
  3. Tutup tong dengan rapat, lalu masukkan selang lewat tutup tong yang telah diberi lubang. Rekatkan tempat selang masuk sehingga tidak ada celah udara. Biarkan ujung selang yang lain masuk ke dalam botol yang telah diberi air.
  4. Pastikan benar-benar rapat, karena reaksinya akan berlangsung secara anaerob. Fungsi selang adalah untuk menstabilkan suhu adonan bahan baku dan bioaktivator dengan membuang gas yang dihasilkan, tanpa harus ada udara dari luar masuk ke dalam tong.
  5. Tunggu hingga 7-10 hari. Cara mengecek tingkat kematangan, buka penutup tong, cium bau adonan. Apabila wanginya seperti wangi tape, adonan sudah matang.
  6. Pisahkan antara cairan dengan ampasnya dengan cara menyaringnya. Gunakan saringan kain. Ampas adonan bisa digunakan sebagai pupuk organik padat.
  7. Masukkan cairan yang telah melewati penyaringan pada botol plastik atau kaca, tutup rapat. Pupuk organik cair telah jadi dan siap digunakan. Apabila dikemas baik, pupuk bisa digunakan sampai 6 bulan.

Penggunaan pupuk organik cair sebaiknya memerhatikan peruntukan penggunaannya. Jika hendak membuat pupuk perangsang daun, gunakan bahan baku hijauannya dari jenis daun-daunan. Sedangkan jika hendak membuat pupuk perangsang buah, gunakan bahan organik dari sisa limbah buah seperti sekam padi atau kulit buah-buahan.

Baca : [ Cara Mudah Membuat Pupuk Organik Cair dari Urine Sapi ]

Saat menggunakan pupuk organik cair untuk daun, gunakanlah secara wajar. Jika berlebihan, pemberian pupuk organik cair pada daun justru bisa mengundang hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Penggunaan pupuk organik cair secara berlebihan atau overdosis juga bisa mematikan tanaman.

Sumber Rujukan :

Cara Membuat Pupuk Organik Cair, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemerintah Kabupaten Madiun, diakses pada 23 Agustus 2018.

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here