Memahami Cara Membuat Website atau Web

0
109

Cara membuat website kini sudah bukan lagi pengetahuan yang eksklusif dimiliki oleh programmer. Pembuatan website kini tidak lagi sesulit pada masa-masa awal perkembangan internet. Selain didukung dengan melimpahnya sumber daya internet, pengetahuan tentang cara membuat website kini sudah dikuasai banyak orang.

Metode pengembangan website kini berkembang, mulai dari yang sederhana hingga rumit. Perlahan, cara pembuatan website menjadi salah satu pengetahuan populer yang tidak harus dikerjakan oleh orang dengan latar belakang pemrograman komputer.

Perkembangan Blog menjadi faktor yang meningkatkan keinginan orang untuk memiliki website sendiri. Mulanya, kepemilikan website banyak diwakili dengan penggunaan blog dengan subdomain, seperti yang disediakan wordpress dan Google melalui Blogspot. Perlahan, semakin banyak orang yang mencoba peruntungan mengelola website dengan domain mandiri.

Artikel ini akan mencoba memotret logika dasar cara membuat website serta kebutuhan-kebutuhan yang perlu disiapkan ketika seseorang memutuskan untuk memiliki sebuah website.

Pengertian Web atau Website

Website kerap disebut dengan singkatan web. Web dan wesbite memiliki makna yang sama. Di Indonesia, kata website kerap diterjemahkan menjadi situs atau portal. Business Directory mendefinisikan web sebagai lokasi virtual pada www yang berisi suatu laman dan berkas (file) yang terkait dengan subjek tertentu atau perusahaan tertentu. Lokasi virtual ini dapat diakses melalui mesin perambah internet (browser).

Setiap website memiliki identitas atau nama yang unik (domain) dan dapat dibuka menggunakan koneksi internet. Website memiliki laman muka (beranda/homepage) yang terdiri dari pelbagai pranala (link) menuju internal website atau website lainnya [1]. Kamus Cambridge mendefinisikan web sebagai sekumpulan laman informasi di internet tentang subjek yang spesifik dan dipublikasikan oleh perseorang atau organisasi [2].

Jenis-Jenis Website

Jenis website dibedakan berdasakan konten, layanan, fungsi dan keragaman kontennya. Secara umum, terdapat dua jenis website, yaitu website yang bersifat statis dan website yang bersifat dinamis. Website yang bersifat statis biasanya memiliki konten (isi) terbatas dan metode pemutaakhiran konten yang terbatas. Website yang bersifat dinamis biasanya memiliki keragaman dan kecepatan pemutaakhiran konten.

Dari sisi desain, website statis memiliki sedikit laman dan menyampaikan informasi yang sama kepada setiap pengunjung yang berbeda. Desain website dinamis lebih bertujuan untuk menampung keragaman konten agar dapat diakses sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Secara fungsi, website bisa sangat beragam. Begitu pula berdasarkan jenis konten. Jenis web berdasarkan fungsi, seperti toko online, forum dan media sosial.

Baca : [ Cara Mengatasi Komentar Spam di Blog WordPress ]

Unsur Penting Pembuatan Website

Sebelum membuat website, pastikan anda memahami pelbagai kebutuhan yang berkaitan langsung dengan pembuatan website atau –sebagiannya– perlu disiapkan untuk pembuatan web. Pemahaman tentang istilah-istilah teknis ini dapat membantu anda menalar dan memahami cara pembuatan website.

a. Membeli nama domain anda

Domain adalah identitas sekaligus alamat. Jika dianalogikan bahwa web adalah sebuah rumah, maka anda perlu membeli atau memiliki nama domain yang menunjukkan alamat penyimpanan data. Ensiklo.com, google.com dan wikipedia.org adalah contoh nama domain. Anda perlu membeli nama domain untuk membedakannya dengan website lainnya.

Nama domain bisa dibeli melalui reseller domain. Kini anda bisa dengan mudah membeli nama domain melalui penyedia layanan. Biasanya, penyedia jasa server akan turut menyediakan penjualan nama domain. Macam domain pun beragam, seperti .com, .org, .net, .info untuk domain utama secara internasional. Com digunakan untuk komersial, org untuk organisasi, net untuk jaringan. Indonesia memiliki domain sendiri, seperti .id, or.id, desa.id. Harga domain juga bervariasi.

Agar bisa berkomunikasi dengan server penyimpanan data, anda perlu melakukan penyetelan pada fasilitas DNS. DNS adalah alamat yang ditujukan pada nama komputer tempat penyimpanan data. Agar domain bisa terhubung dengan server, domain harus melakukan perubahan DNS.

b. Menyiapkan atau membeli hosting

Server sama dengan komputer pada umumnya. Server memiliki sistem operasi dan menjadi ruang penyimpanan data. Server dapat disebut sebagai komputer penyimpanan data. Agar bisa dibaca oleh orang lain yang memiliki akses internet, server juga terhubung dengan internet. Fungsi server adalah sebagai wadah penyimpanan, data yang bisa diakses dari luar melalui internet. Server biasanya memiliki spesifikasi yang berbeda dengan komputer umumnya, Komputer server dirancang untuk tidak pernah mati kecuali pada kasus tertentu.

Ingin membuat sendiri website? Setidaknya anda memiliki server minimal sebagai hosting. Paket hosting dapat disewa dari penyedia layanan server. Kini anda dengan mudah dapat memesan dan menggunakan layanan mengingat banyaknya perusahaan yang menyediakan jasa ini.

Baca : [ Mengenal Fungsi dan Cara Kerja Web Server ]

Ragam Metode atau Cara Membuat Website

Secara umum terdapat empat kategori besar cara membuat website. Masing-masing cara membutuhkan keterampilan masing-masing. Mempertimbangkan kapasitas yang dimiliki, orang bisa memperkirakan pada pilihan mana pembuatan website dapat dilakukan. Urutan di bawah ini menunjukkan tingkat kesulitan dalam pembuatan website.

a. Gratis dan mudah dengan blog

Blog dikenal cukup luas setelah wordpress dan blogger diperkenalkan. Konsep keduanya adalah memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk mengelola konten dengan menggunakan layanan yang sudah disediakan. Layanan yang disediakan bersifat gratis dan terbatas. Keterbatasan, seperti nama domain, plugin yang bisa diinstalkan dan keleluasaan dalam pengaturan website untuk pengembangan menjadi salah satu corak blog.

Di lain sisi, orang tidak perlu membeli domain dan mengurusi server. Pengguna cukup mendaftarkan diri lalu dapat mempergunakan layanan ini. WordPress kini menyediakan pilihan berbayar yang mendukung penggunaan domain secara mandiri. Secara tidak langsung, wordpress menyediakan server dan layanan yang terkait dengan plugin dan tema yang lebih mudah. Blogspot yang dikelola google memiliki corak lain.

Setelah membuat blog dengan nama domain tertentu, orang bisa mengarahkan agar subdomaa. Gratis dan mudah dengan blogin (contoh ensiklo.blogspot.com) dapat dikelola dengan menggunakan domain tertentu. Butuh beberapa setting khusus agar bisa dilakukan.

b. Membuat Website dengan CMS

Content management system (CMS) adalah aplikasi yang digunakan untuk mengunggah (upload), menyunting dan mengelola konten pada suatu website secara online maupun offline. CMS memiliki kemampuan untuk menampilkan konten, menyeleksi konten yang akan tampil, mengelola atribut konten berupa teks, gambar dan audio-vide0.

Seseorang dapat menginstall sendiri CMS ke dalam sebuah server sebagai mesin dari sebuah website. Hal ini layaknya aplikasi yang diintalkan di komputer. Orang bisa melakukan instalasi tanpa sepenuhnya mengerti bahasa pemrograman. Kebutuhan dasar untuk ini adalah mengerti prinsip instalasi dan cara kerja server pada level yang sederhana.

Perkembangan CMS telah memberikan warna cukup kuat pada perkembangan website. Dulu, orang harus memesan kepada ahi pemrograman saat membuat website. Namun, kini cara pembuatan web dipermudah dengan menggunakan CMS.

Orang dapat memasang CMS di sebuah komputer server, lalu dapat menggunakannya sebagai web. Beberapa contoh CMS yang dapat digunakan adalah Wordpres, Joomla dan Mambo. Cara ini tidak terlalu membutuhkan kemampuan pemrograman. Pemahaman tentang server, meski demikian dibutuhkan pada beberapa aspek, seperti pengelolaan database.

c. Pembuatan website dengan Framework

Apakah yang dimaksud dengan framework? Istilah ini cukup akrab bagi para programmer atau pengembang aplikasi. Framework atau juga dapat dikenal dengan perangkat lunak (software) framework adalah platform yang disediakan untuk membangun sebuat software atau aplikasi.

Framework menyediakan serangkaian alat atau fondasi yang bisa digunakan untuk membuat aplikasi atau website yang lebih lengkap. Sebagai contoh, framework menyediakan beberapa alat dasar untuk membangun “kelas” dan “fungsi” untuk mengelola data dan perangkat keras serta berinteraksi dengan sistem utama.

Dengan adanya framework, pengembang aplikasi atau web tidak perlu mengembangkan sendiri pelbagai elemen mengingat sudah disediakan oleh penyedia framework [3]. Cara ini membutuhkan kemampuan pemrograman.

d. Membuat Website dengan pemrograman mandiri

Berbeda dengan pembuatan website menggunakan blog, CMS dan Framework yang sebagian kerjanya menggunakan pelbagai fasilitas yang disediakan, pemrograman mandiri dilakukan dengan membangun sebuah website dari awal. Penggunaan sumber daya lain –seperti pada framework– diminimalisir atau ditiadakan. Pengembang akan membangun mesin utama (core engine) secara mandiri dan modul lain yang dibutuhkan agar website terbentuk dan dapat digunakan. Cara ini memiliki tingkat kesulitan tertinggi yang mensyaratkan adanya kemampuan pemrograman.

Kesimpulan 

Pembuatan website kini tidak sepenuhnya membutuhkan pengetahuan dan kemampuan pemrograman. Ketersediaan blog dan CMS kini semakin mempermudah orang dalam pengembangan website. CMS yang populer, seperti WordPress dan Joomla memiliki fasilitas yang cukup memadai, seperti tema tampilan dan plugin yang bisa digunakan. Pada pembuatan website menggunakan framework dan pemrograman mandiri mutlak membutuhkan pengetahuan dan kemampuan pemrograman. Dengan demikian, manakah yang akan anda pilih?

Penulis

Agus Triwanto

Sumber Rujukan :

[1] Website. Business Dictionary

[2] Website. Cambridge Dictionary

[3] Framework. Techterms.com

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here