Toko Roti Go, Salah Satu Toko Roti Tertua di Indonesia

0
86

Di salah satu sudut jalan Kota Purwokerto, Jawa Tengah, terdapat salah satu toko roti panggang tertua di Indonesia, toko roti yang populer lebih dari tiga generasi itu bernama Toko Roti Go. Toko yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman No 724 Purwokerto ini dibangun oleh generasi pertama keluarga Go, pada tahun 1898.

Pada tahun 1898, seorang perempuan bernama The Pak Nio bersama suaminya Go Kwee Ka memulai usaha toko roti panggang yang produk rotinya mereka produksi sendiri. Nama Toko Roti Go merupakan nama yang diambil dari nama marga pendiri laki-laki, yakni “Go”.

Sejak masa kolonial, Kota Purwokerto memang dikenal sebagai pusat perdagangan dan kuliner. Di sepanjang Jalan Jenderal Soedirman, berderet beragam toko, seperti toko sandang, pernak-pernik, emas, hingga kuliner. Mayoritas toko-toko tersebut adalah milik keluarga Tionghoa.

Toko Roti Go menjadi salah satu toko roti paling legendaris yang tetap bertahan sampai saat ini. Bukan hanya soal bangunannya, generasi ketiga keluarga Go yang kini menjadi pengelola, masih mempertahankan teknik pengolahan roti menggunakan oven kuno yang terbuat dari batu bata tahan api (firebricks). Proses pengolahan adonannya juga masih dikerjakan dengan cara tradisional.

Pembuatan adonan roti di Toko Roti Go masih dilakukan dengan kekuatan tangan manusia dan dikembangkan dengan membuat bibit roti secara alami. Proses inilah yang menjadikan pembuatan roti di toko ini membutuhkan waktu lebih lama, meski pengolahan adonan dimulai sejak siang hari, roti baru bisa dinikmati keesokan harinya.

Proses pengolahan yang masih mempertahankan cara tradisional, menjadikan karakter rasa roti yang diproduksi di Toko Roti Go tetap bertahan sesuai rasa aslinya sejak toko ini didirikan oleh pemilik yang terdahulu.

Karakter rasa asli yang masih terus bertahan inilah yang menjadi daya tarik bagi banyak pelancong ataupun warga lokal yang tinggal di Purwokerto. Menurut Rosani Wiogo, generasi ketiga yang saat ini menjadi pengelola Toko Roti Go, banyak turis asing yang berkunjung ke Purwokerto sengaja membeli roti di tempatnya untuk dibawa pulang ke negara asal mereka.

Menjaga warisan toko roti dengan tetap mempertahankan karakter rasa asli dan proses pengolahan yang menggunakan alat tradisional tentu saja tidak mudah. Pada masa penjajahan, Toko Roti Go pernah dibakar pada masa Agresi Militer II pada tahun 1948, kejadian ini bersama dengan dihancurkannya sejumlah bangunan di Kota Purwokerto. Dari kejadian ini, menurut pengelola, hanya oven dan alat peracik roti berbahan besi yang tersisa karena kebal terhadap api. Setelah kejadian ini, pengelola Toko bersama para karyawan kembali bangkit, mereka tetap solid melanjutkan usaha Toko Roti Go.

Roti yang dijajakan di Toko Roti Go cukup beragam. Mulai dari roti sobek yang menggunakan daging ayam kampung, roti pastry horn isi vla, roti manis dan roti amandel. Toko Roti Go juga menyediakan roti selai, roti bloeder, roti kopi dan roti pisang.

Di Toko Roti Go, bukan hanya resep dan proses pembuatan roti yang diwariskan secara turun-temurun, beberapa koki secara turun-temurun tetap setia mengolah roti di toko yang telah berdiri sejak 1898 ini. Beberapa karyawan yang bekerja di Toko Roti Go mewarisi pekerjaan dari kakek buyutnya.
Karakter rasa roti, peralatan dan proses pengolahan yang legendaris dan diwariskan secara turun-temurun, menjadi nilai histori dan membuat Toko Roti Go memiliki banyak pelanggan setia.

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here