Pentingnya Memberikan ASI Eksklusif Bagi Bayi

0
192
gambar ilustrasi pixabay.com

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kesehatan selama ini gencar mengampanyekan pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif bagi bayi. Sejumlah aturan hukum pun dibuat untuk mendukungnya, aturan ini bukan hanya untuk mengatur ibu yang memiliki kewajiban memberikan ASI kepada bayinya, tapi juga mengatur pihak keluarga, masyarakat dan pemerintah yang harus mendukung pemberian ASI Eksklusif bagi bayi.

Salah satu upaya pemerintah dalam menggiatkan pemberian ASI Eksklusif bagi bayi adalah dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 Tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif. Dalam PP Nomor 33 ini, pasal 6 berbunyi “Setiap ibu yang melahirkan harus memberikan ASI Eksklusif kepada bayi yang dilahirkannya”.

Pemberian ASI Eksklusif bagi bayi disarankan sejak bayi berusia 0–6 bulan dan dianjurkan sampai dengan anak berusia dua tahun atau lebih, dengan pemberian makanan tambahan yang sesuai. Dalam upaya pemberian ASI Eksklusif bagi bayi, tenaga kesehatan agar memberikan informasi kepada semua ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASI Eksklusif.

Kenapa Harus ASI Eksklusif?

ASI Eksklusif harus diberikan kepada bayi sejak dilahirkan, atau yang dikenal dengan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Inisiasi Menyusi Dini adalah memberikan ASI segera setelah bayi dilahirkan, biasanya dalam waktu 30 menit – 1 jam pasca bayi dilahirkan.

Begitu lahir, bayi tidak dipisahkan dari ibunya, tetapi langsung diletakkan di dada dan dibiarkan untuk mencari sendiri puting payudara ibunya untuk menyusu. Bayi membutuhkan waktu 30 menit – 1 jam untuk mulai merangkak di atas payudara dan mulai menyusu pada ibunya.

Inisiasi Menyusui Dini Memiliki tujuan sebagai berikut :
  • Kontak kulit dengan kulit antara ibu dan bayi secara langsung membuat ibu dan bayi lebih tenang.
  • Saat Inisiasi Menyusui Dini, bayi menelan bakteri baik dari kulit ibu yang akan membentuk koloni di kulit dan usus bayi sebagai perlindungan diri.
  • Kontak kulit dengan kulit antara ibu dan bayi akan meningkatkan ikatan kasih sayang ibu dan bayi.
  • Mengurangi perdarahan setelah melahirkan.
  • Mengurangi terjadinya anemia.

Kontak antara ibu dan bayi dalam proses Inisiasi Menyusui Dini sering disebut sebagai keajaiban Tuhan. Momen inilah saat pertama kali seorang bayi mengenali ibunya dan terjalin ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi. Bayi yang menyusu dari payudara ibunya dengan kontak kulit, mata dan emosi sejak dini, akan merangsang perkembangan emosi dan kecerdasan bayi.

Baca : [ Ragam Manfaat Beras Hitam Bagi Kesehatan Tubuh ]

Manfaat ASI Eksklusif

Beberapa penelitian epidemiologis menyatakan bahwa ASI melindungi bayi dan anak dari penyakit infeksi, seperti diare, otitis media dan infeksi saluran pernafasan akut bagian bawah. Kolostrum mengandung zat kekebalan 10-17 kali lebih banyak dari susu matang (matur). Zat kekebalan yang terdapat pada ASI akan melindungi bayi dari penyakit diare dan menurunkan kemungkinan bayi terkena penyakit infeksi telinga, batuk, pilek dan penyakit alergi. Adanya faktor protektif dan nutrien yang sesuai dalam ASI menjamin status gizi bayi baik, hal ini akan menurunkan kesakitan dan kematian anak.

Bagaimana dengan Susu Formula?

Dalam dunia kesehatan, susu formula merupakan jenis makanan prelakteal. Makanan prelakteal adalah makanan atau minuman yang diberikan kepada bayi sebelum ASI keluar. Makanan prelakteal biasanya diberikan kepada bayi dengan alasan ASI belum keluar atau alasan tradisi.

Namun, bagi keluarga dan ibu yang baru melahirkan sebaiknya bersabar jika bayi belum segera menyusu dini setelah dilahirkan dan jangan langsung menuruti saran tenaga kesehatan untuk langsung memberikan susu formula. Bayi setelah dilahirkan bisa bertahan 2 X 24 jam tanpa cairan karena masih membawa cadangan makanan dari rahim.

Susu formula atau makanan prelakteal ini berbahaya, karena dapat menggantikan kolostrum sebagai makanan bayi yang paling awal. Bayi mungkin terkena diare, septisemia dan meningitis, bayi lebih mungkin menderita intoleransi terhadap protein di dalam susu formula tersebut, serta timbul alergi misalnya eksim. Pemberian susu formula sangat merugikan karena akan menghilangkan rasa haus bayi sehingga malas menyusu.

Baca : [ Hal-hal Penting Orang Tua Perlu Ajarkan Kepada Anak ]

Sumber Rujukan :

Situasi dan Analisis ASI Eksklusif, Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, diakses pada 10 Oktober 2018.

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here