Teknik Penyemaian Lada Menggunakan Media Cocopeat

0
83
Foto diambil dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan.

Salah satu kunci keberhasilan dalam proses pembibitan tanaman adalah pemilihan media tanam yang tepat untuk proses penyemaian. Media tanam yang digunakan akan berpengaruh pada pertumbuhan batang tanaman dan akar, kesehatan tanaman, juga berpengaruh pada proses lanjutan bagi bibit tanaman untuk penanaman pada lahan terbuka, atau pengiriman jika bibit tanaman hendak dijual.

Pada penyemaian tanaman lada, saat ini tengah dikenalkan metode penyemaian menggunakan media tanam cocopeat. Cocopeat merupakan media tanam yang terbuat dari serbuk sabut kelapa dan bisa digunakan sebagai media tanam pengganti tanah. Sifat cocopeat yang mampu menyimpan air dengan baik dan memiliki banyak pori kaya udara, menjadikan pertumbuhan bibit tanaman lebih baik, sehingga akar baru tumbuh lebih cepat dan lebat.

Bibit tananam lada hasil penyemaian menggunakan media tanam cocopeat memiliki keunggulan yang lebih baik, jika dibandingkan dengan bibit lada yang disemai pada media tanah biasa. Pertumbuhan bibit tanaman lebih seragam, tanaman lebih kuat dan memiliki perakaran yang lebat, sehingga bibit tanaman lebih aman saat ditanam pada lahan terbuka.

Baca : [ Mengenal Media Tanam Organik Selain Tanah ]

Cara Penyemaian Lada pada Media Tanam Cocopeat

  1. Buat petakan ukuran 1 x 15 m, dengan kedalaman 7 – 10 cm.
  2. Hamparkan karung pada permukaan petakan sebagai alas, kemudian masukkan cocopeat pada petakan, untuk 1 meter petakan diperlukan 2 karung cocopeat atau kurang lebih 30 – 40 karung.
  3. Siram media cocopeat dengan fungisida atau mikro organisme, sampai media cocopeat jika diremas dengan tangan tidak keluar air.
  4. Pasang kerangka sungkup dengan tinggi 60 – 70 cm.
  5. Pengambilan bahan tanaman (setek) dari pohon induk.
  6. Penyetekan lada satu buku berdaun tunggal.
  7. Rendam dengan larutan fungisida 2 gram per liter air selama 15 – 30 menit.
  8. Angkat dan tiriskan pada wadah yang sudah disediakan.
  9. Setek dioleskan dengan larutan ZPT berupa pasta pada bekas setekan sampai dengan akar lekat.
  10. Setek ditanam berdiri sampai batas akar lekat tertutup media sambil ditekan dengan jarak tanam antar barisan 10 cm dan dalam barisan 5 cm.
  11. Sesudah penanaman selesai, setek disiram air secukupnya.
  12. Pemasangan sungkup dengan plastik putih selama 3 – 4 minggu sampai setek tanaman lada keluar akar dan bakal tunas.

Baca : [ Peluang Investasi Lada Perdu ]

Pemindahan Bibit ke Polibag

  1. Setek yang sudah berakar dan bertunas dipindah ke polibag ukuran 15 x 20 cm dengan media tanam tanah, pupuk kandang, dan pasir (2 x 1 x 1).
  2. Bibit yang sudah dipindah ke polibag harus ternaungi untuk menghindari terkena air hujan secara langsung.
  3. Bibit setelah dipindahkan ke polibag selama 1 – 2 bulan, disemprot dengan pupuk daun dengan interval penyemprotan 10 hari sekali.
  4. Di samping itu juga dilakukan penyemprotan dengan fungisida atau insektisida 2 minggu sekali sesuai kondisi di lapang.
  5. Penyiraman harus dilakukan jangan sampai bibit kekeringan sesuai kondisi di lapang.
  6. Bibit yang sudah mencapai 4 – 5 ruas perlu dipasang stik dari bambu agar sulur tetap menempel dan diikat dengan tali agar tidak terkulai.
  7. Bibit yang sudah mencapai 5 – 7 ruas sudah bisa ditanam pada lahan terbuka.

Sumber Rujukan :

Penyemaian Lada Pada Cocopeat, Benih Lebih Seragam, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, diakses pada 29 Oktober 2018.

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here