Mengenal Asuransi Usahatani Padi dan Cara Mengikutinya

0
72
gambar ilustrasi pixabay.com

Usaha di sektor pertanian, khususnya usahatani padi selama ini dihadapakan pada risiko ketidakpastian akibat dampak perubahan iklim yang kerap merugikan petani. Sebagai upaya mengatasi kerugian petani, pemerintah membantu perlindungan usahatani dalam bentuk asuransi pertanian.

Sebagaimana tercantum pada Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, yang telah ditindaklanjuti dengan penerbitan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40 Tahun 2015 tentang Fasilitasi Asuransi Pertanian.

Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) merupakan program asuransi yang bertujuan untuk menekan risiko usahatani padi. Asuransi ini bisa diikuti oleh para petani atau buruh tani yang membudidayakan padi dengan syarat dan ketentuannya yang telah diatur dalam Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor : 15/Kpts/SR.230/B/05/2017 Tentang Pedoman Bantuan Premi Asuransi Usahatani Padi.

Bagaimana cara mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi?

Kriteria pemilihan calon peserta AUTP

a. Petani yang memiliki lahan sawah dan melakukan usaha budidaya
tanaman padi pada lahan paling luas 2 (dua) hektar.

b. Petani penggarap yang tidak memiliki lahan usahatani dan menggarap
lahan sawah paling luas 2 (dua) hektar.

Kriteria Lokasi

Lokasi AUTP dilaksanakan pada sawah irigasi (irigasi teknis, irigasi setengah teknis, irigasi desa/sederhana, dan lahan rawa pasang surut/lebak yang telah memiliki sistem tata air yang berfungsi) dan lahan sawah tadah hujan yang tersedia sumber-sumber air (air permukaan dan air tanah), diprioritaskan pada :

a. Wilayah sentra produksi padi dan atau wilayah penyelenggaraan Upsus padi.

b. Lokasi terletak dalam satu hamparan

Baca : [ Ingin Menjadi Petani Sukses? Lima Hal Ini Perlu Anda Pahami ]

Risiko yang Dijamin

AUTP memberikan jaminan atas kerusakan pada tanaman yang diasuransikan yang diakibatkan oleh banjir, kekeringan, dan serangan OPT dengan batasan-batasan sebagai berikut:

a. Banjir adalah tergenangnya lahan pertanian selama periode pertumbuhan tanaman dengan kedalaman dan jangka waktu tertentu, sehingga menurunkan tingkat produksi tanaman.

b. Kekeringan adalah tidak terpenuhinya kebutuhan air tanaman selama periode pertumbuhan tanaman yang mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak optimal, sehingga menurunkan tingkat produksi tanaman.

c. Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) adalah organisme yang dapat mengganggu dan merusak kehidupan tanaman atau menyebabkan kematian pada tanaman pangan, termasuk di
dalamnya:

  • (i) Hama Tanaman: Penggerek batang, Wereng batang coklat, Walang sangit, Tikus, dan Ulat grayak dan Keong mas.
  • (ii) Penyakit Tanaman: Blast, Bercak coklat, Tungro, Busuk batang,Kerdil hampa, Kerdil Rumput/Kerdil Kuning dan Kresek.

Ganti Rugi

Ganti rugi diberikan kepada peserta AUTP apabila terjadi banjir, kekeringan dan atau serangan OPT yang mengakibatkan kerusakan tanaman padi yang dipertanggungkan dengan kondisi persyaratan:

a. Umur padi sudah melewati 10 hari (10 hari setelah tanam/HST).
b. Umur padi sudah melewati 30 hari (teknologi tabela).
c. Intensitas kerusakan mencapai ≥75% dan luas kerusakan mencapai ≥75% pada setiap luas petak alami.

Harga Pertanggungan

Dalam AUTP, harga pertanggungan ditetapkan sebesar Rp. 6.000.000,- per hektar per musim tanam. Harga pertanggungan menjadi dasar perhitungan premi dan batas maksimum ganti rugi.

Baca : [ Teknik Penyemaian Lada Menggunakan Media Cocopeat ]

Premi Asuransi Usahatani Padi

Premi asuransi adalah sejumlah uang yang dibayar sebagai biaya untuk mendapatkan perlindungan asuransi. Total premi asuransi sebesar Rp.180.000,- /ha/MT.

Besaran bantuan premi dari pemerintah Rp.144.000,-/ha/MT dan sisanya swadaya petani Rp.36.000,-/ha/MT. Jika luas lahan yang diasuransikan kurang atau lebih dari 1 (satu) ha, maka besarnya premi (dan ganti rugi) dihitung secara proporsional.

Jangka Waktu Pertanggungan

Polis asuransi diterbitkan untuk satu musim tanam dengan jangka waktu pertanggungan dimulai pada tanggal perkiraan tanam dan berakhir pada tanggal perkiraan panen.

 

Sumber rujukan :

Pedoman Bantuan Premi Asuransi Usahatani Padi Tahun Anggaran 2017, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia, diakses pada 30 Oktober 2018.

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here