Memahami Yellow Box Junction dan Aturan Hukumnya

0
89
Gambar ilustrasi : NTMC Polri

Anda pernah melihat marka jalan berbentuk bujur sangkar berwarna kuning pada persimpangan jalan? Apakah Anda sudah tahu bagaimana aturan lalu lintas terkait marka tersebut?

Marka jalan berbentuk bujur sangkar berwarna kuning yang tergambar di aspal pada persimpangan jalan disebut Yellow Box Junction (YBJ). Yellow Box Junction berfungsi sebagai area kosong tanpa kendaraan atau benda penghalang lainnya.

Keberadaan Yellow Box Junction menjadi salah satu upaya untuk mengurai kemacetan, terutama di persimpangan jalan kota besar. Namun, tidak semua persimpangan jalan memiliki Yellow Box Junction. Pembuatan Yellow Box Junction hanya diterapkan pada persimpangan yang volume kendaraannya padat dan terdata sebagai lokasi yang rawan kecelakaan.

Tujuan Adanya Yellow Box Junction

Tujuan YBJ adalah untuk mencegah kemacetan di salah satu jalur dan berakibat pada kepadatan arus kendaraan di jalur lain yang sebenarnya tidak macet. Selain itu, YBJ juga sebagai tanda areal tanpa kendaraan.

Misalnya, terjadi kepadatan lalu lintas di dalam marka jalan berwarna kuning atau YBJ, pengguna kendaraan bermotor lainnya yang masih di luar rambu tersebut harus berhenti, menunggu kemacetan terurai.

Yellow Box Junction (YBJ) sangat berguna di persimpangan-persimpangan jalan yang padat, pada jalan-jalan utama serta saat waktu puncak kepadatan lalu lintas. Adanya YBJ ini walaupun lampu lalu lintas (traffic light) sudah menyala hijau, pengguna jalan yang belum masuk YBJ harus berhenti ketika ada kendaraan lain di dalam YBJ. Mereka baru bisa maju jika kendaraan di dalam YBJ sudah keluar.

Baca : [ Tips Merawat Sepeda Motor Saat Musim Hujan ]

Aturan Hukum Tentang Yellow Box Junction

Saat ini, masih banyak pengguna kendaraan bermotor tetap menerobos traffic light, saat antrean kendaraan di depannya belum terurai. Bagi pengendara yang tetap memaksa memasukkan kendaraannya ke dalam YBJ, padahal masih ada kendaraan lain di dalamnya, maka akan ditilang.

Pengendara tersebut melanggar aturan lalu lintas dan akan ditilang. Dalam penjelasan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, pasal 287 (2) juncto Pasal 106 (4) huruf a, b berisi tentang rambu-rambu lalu lintas dan harus berhenti di belakang garis stop. Pelanggarnya dapat dijerat pidana kurungan dua bulan penjara atau denda Rp 500 ribu.

Yellow Box Junction bisa dikatakan sebagai marka jalan terakhir yang harus dipatuhi oleh para pengguna jalan. Meskipun lampu lalu lintas sudah berwarna hijau, pengguna jalan harus bersabar menunggu kepadatan kendaraan di dalam YBJ terurai terlebih dahulu.

Dengan adanya YBJ, diharapkan tidak boleh lagi ada kepadatan kendaraan yang menumpuk di persimpangan jalan yang berakibat pada kemacetan.

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here