Tiga Cara Membentuk Kreativitas pada Anak

0
91
Gambar ilustrasi pixabay.com

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta peradaban manusia yang semakin maju dan modern, menuntut setiap individu manusia untuk mempunyai kompetensi yang unggul. Menjadi individu dengan kompetensi unggul tidak bisa diperoleh dengan cara yang instan. Individu dengan kompetensi yang unggul lahir melalui proses pengembangan diri yang baik sejak usia anak. Proses pengembangan diri itu sendiri melingkupi pengembangan pengetahuan, keterampilan, serta sikap dan perilaku.

Sebagai individu yang istimewa, berbeda dari setiap individu lainnya, seorang anak akan mengalami perkembangan kreativitas dan kepribadiannya masing-masing. Pengalaman-pengalaman yang didapatkan oleh seorang anak pada masa pertumbuhannya akan menjadi faktor penting dalam pengembangan diri.

Dari pengalaman yang telah dilalui atau dialami, setiap anak akan belajar tentang kepercayaan diri, kemandirian, motivasi berprestasi, kontak sosial, rasa empati, sikap pengendalian diri dan juga hal lainnya. Karena itu lah, menjadi penting bagi seorang anak untuk bisa mendapatkan pengalaman yang sebanyak-banyaknya melalui pengembangan kreativitas yang dimiliki oleh masing-masing anak.

Bagaimana cara membentuk kreativitas pada anak?

Berikan permainan atau tantangan dengan tingkat kesulitan yang berbeda

Para orang tua bisa mencoba memberikan anak-anak beragam permainan yang memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Selain permainan, orang tua juga bisa memberikan anak sebuah tantangan untuk menyelesaikan suatu masalah yang masih dalam batas wajar bisa dilakukan oleh seorang anak. Lakukan secara berkala, sehingga ada proses peningkatan dari setiap permainan atau tantangan yang diberikan.

Dengan cara ini, seorang anak akan memiliki motivasi diri untuk bisa menyelesaikan sebuah masalah, sekaligus tantangan yang sedang dihadapi. Dari pengalaman-pengalaman kecil seperti ini, seorang anak akan terbiasa memiliki pola pikir kreatif.

Biarkan anak-anak bermain dengan teman sebayanya

Interaksi sosial yang terjadi antara satu anak dengan anak lainnya yang masih memiliki pola pikir yang sama, akan memunculkan ide-ide atau pikiran baru ketika mereka dihadapkan pada sebuah masalah. Pengalaman seperti ini penting untuk didapatkan oleh seorang anak dalam rangka pengembangan diri.

Kebiasaan memunculkan ide-ide atau pikiran baru ketika dihadapkan pada sebuah masalah, akan membuat seorang anak tidak kaget ketika berhadapan dengan masalah yang lain. Pengalaman ini akan menjadikan seorang anak memiliki sikap pengendalian diri yang baik dalam menyikapi setiap masalah yang dihadapi.

Baca : [ Pentingnya Kebersamaan Orang Tua dengan Anak ]

Mendorong pengembangan potensi yang dimiliki oleh anak

Ketika seorang anak memiliki rasa suka atau kesenangan pada suatu hal, orang tua harus berperan untuk bisa membaca potensi apa yang ada dalam diri seorang anak. Potensi yang dimiliki oleh seorang anak dengan anak lainnya juga berbeda-beda. Jika seorang anak merasa senang pada satu hal, maka kreativitasnya akan muncul dengan sendirinya untuk mengembangkan hal tersebut. Bisa jadi hal itu lah yang kelak akan muncul sebagai bakat yang dimiliki oleh anak.

Kepribadian seorang anak berkembang ketika dia memiliki kreativitas yang baik dalam menyelesaikan sebuah masalah atau memiliki motivasi yang besar untuk mencapai sebuah keinginan. Munculkanlah kreativitas-kreativitas anak melalui hal-hal yang dia sukai. Proses ini akan menjadikan seorang anak bisa berkembang menjadi dirinya sendiri, tanpa harus menjadi pribadi lain yang terbentuk karena kemauan orang lain yang dipaksakan pada dirinya.

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here