Pedoman Budidaya Pisang Menggunakan Benih Hasil Kultur Jaringan

0
41

Buah pisang merupakan salah satu buah yang sudah akrab bagi masyarakat Indonesia. Kebiasaan mengonsumsi buah pisang bagi masyarakat, menjadikan kebutuhan pasar yang besar untuk buah pisang. Di wilayah Asia, Indonesia termasuk penghasil pisang terbesar, karena 50 persen produk pisang Asia berasal dari Indonesia.

Sebagai penyumbang terbesar produk pisang di Asia, para petani di Indonesia sudah lama membudidayakan tanaman pisang sebagai salah satu sumber pendapatan dari usaha tani. Namun, budidaya pisang yang selama ini dilakukan masih didominasi dengan budidaya secara konvensional yang lebih cenderung “asal tanam”. Pada pemilihan bibit misalnya, sebagian besar petani biasanya menggunakan bibit tanaman pisang yang berasal dari anakan seadanya. Hal ini menyebabkan bibit pisang yang ditanam tidak jelas kualitasnya. Sehingga berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman, dan juga berpengaruh pada kualitas buah yang dihasilkan.

Saat ini, sudah dikenal budidaya tanaman pisang dengan menggunakan bibit tanaman pisang dari hasil perbanyakan vegetatif secara kultur jaringan. Bibit tanaman yang diperoleh dari perbanyakan secara kultur jaringan, memiliki keunggulan kualitas bibit yang sama dengan pohon indukan yang merupakan pohon indukan pilihan. Selain kualitas bibit, perbanyakan secara kultur jaringan juga memungkinkan untuk mendapatkan bibit tanaman pisang dengan umur tanam yang sama. Hal ini akan memudahkan dalam proses perawatan dan pengaturan masa tanam serta masa panen buah.

Syarat Tumbuh Tanaman Pisang

Tanaman pisang baik ditanam pada wilayah dataran rendah sampai ketinggian 1.300 mdpl. Namun jika ditanam di daerah dataran tinggi, umur tanaman pisang akan cenderung lebih lama yang juga berpengaruh pada lamanya masa berbuah. Tanaman pisang baik ditanam pada suhu optimal 27 derajat celcius dengan curah hujan yang baik 2.000 mm setiap tahun.

Baca : [ Masker Pisang pada Kulit Wajah Memiliki Banyak Kelebihan ]

Pengolahan Tanah dan Penanaman

  • Penanaman tanaman pisang untuk budidaya dilakukan untuk siklus 3 – 4 tahun, yaitu untuk tanaman pertama dan tiga anakan berikutnya. Setelah itu dibongkar untuk peremajaan tanaman menggunakan bibit yang baru.
  • Jarak tanam ideal untuk tanaman pisang adalah 4×4 meter atau bisa menggunakan 3×3 meter sesuai dengan jenis tanaman pisang. Pembuatan lubang untuk tanaman menggunakan ukuran 50x50x50 cm.
  • Satu Hektare lahan membutuhkan bibit tanaman pisang 1.000 – 1.125 bibit.

Pemeliharaan

  • Pemupukan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur satu bulan sampai dengan tiga bulan menggunakan pupuk urea 100 gram untuk setiap tanaman yang dibenamkan pada tanah sekitar tanaman dengan jarak 30 cm.
  • Kemudian setiap enam bulan sekali, pemupukan menggunakan NPK sebanyak 350 gram untuk setiap rumpun.
  • Pada usia tanam tiga bulan, dilakukan proses seleksi terhadap anakan yang tumbuh. Proses seleksi anakan ini penting dilakukan untuk menjaga pertumbuhan tanaman pertama dan mengatur jarak waktu pertumbuhan untuk setiap anakan. Proses seleksi ini juga akan mengatur waktu produksi buah pisang pada setiap rumpun.
  • Pada saat muncul jantung pisang, bagian ujung jantung pisang disuntik dengan insektisida pada saat jantung pisang masih dalam kondisi berdiri. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan buah pisang dari serangan hama, sehingga buah pisang yang terbentuk akan mulus.
  • Pemotongan jantung pisang dilakukan apabila proses pembentukan sisiran buah sudah terlihat sangat lambat. Pemotongan jantung pisang dilakukan dengan jarak 20 cm dari sisiran buah terakhir, kemudian diberi pupuk urea 100 gram atau menggunakan KNO3 putih sebanyak 1 sendok makan yang dibungkus dengan plastik dan dikaitkan pada potongan jantung.
  • Setelah tiga bulan dari pemotongan jantung, buah pisang sudah bisa dipanen.

Baca : [ Cara Membuat Nutrisi Tanaman dari Bahan Jantung Pisang ]

Hama pada Tanaman Pisang dan Penanganannya

Hama yang umumnya menyerang tanaman pisang adalah ulat gulung, uret, kumbang penggerek umbi, nematoda dan kepik penggerek batang. Pada tanaman yang terserang hama disemprot menggunakan insektisida, misalnya Gusadin 150 WSP, Diazinon 60 EC. Sedangkan untuk serangan Nematoda, penanganannya menggunakan Nematisida, misalnya Furadan 3 G.

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here