Pedoman Budidaya Cabai Jawa (Cabai Puyang)

0
367
cara budidaya cabai jawa
Gambar diambil dari Tokopedia.com

Dalam khazanah kuliner Nusantara kita mengenal beragam jenis cabai sebagai bagian dari bumbu masak. Jenis cabai yang ada di Indonesia di antaranya cabai rawit, cabai keriting, cabai merah besar, cabai hijau besar dan cabai Jawa. Dari ragam jenis cabai tersebut, banyak orang mungkin akan merasa asing dengan nama cabai yang terakhir disebut. Ya, cabai Jawa saat ini memang jarang digunakan oleh masyarakat sebagai bumbu masak, padahal cabai Jawa adalah cabai asli Indonesia.

Cabai Jawa (Piper retrofractum Vahl) adalah jenis rempah yang masih berkerabat dengan lada dan kemukus, termasuk dalam suku sirih-sirihan atau Piperaceae. Cabai Jawa juga dikenal dengan nama lain : Cabai Puyang, Cabai Jamu atau hanya disebut Cabai.

Kegunaan cabai Jawa sebetulnya sama dengan cabai pada umumnya, yakni memberikan rasa pedas pada masakan. Namun sedikit berbeda dengan cabai yang lain, cabai Jawa harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum dinikmati atau digunakan sebagai bumbu masak. Cabai Jawa kering yang dihaluskan dan dimasukkan dalam masakan akan memberikan rasa pedas dan rasa hangat pada tubuh.

Sebagai rempah asli Indonesia, tanaman cabai Jawa cukup mudah dibudidayakan. Tanaman cabai Jawa dapat tumbuh di lahan dengan ketinggian 0 – 600 mdpl, dengan curah hujan rata-rata 1.259 – 2.500 mm pertahun. Tanaman cabai Jawa cocok ditanam pada lahan dengan karakter tanah lempung berpasir, dengan struktur tanah gembur dan berdrainase baik. Namun, tanaman cabai Jawa juga memiliki keunggulan tersendiri, yakni dapat tumbuh di tanah kering berbatu.

Pembibitan Cabai Jawa

Pembibitan atau perbanyakan tanaman cabai Jawa dapat dilakukan dengan cara generatif (biji) maupun vegetatif (stek atau merunduk). Di antara dua cara tersebut, sebagian besar petani lebih memilih pembibitan dengan cara vegetatif, lantaran dianggap lebih praktis dan tanaman lebih cepat berbuah daripada pembibitan menggunakan biji. Perbanyakan cabai Jawa dengan stek atau merunduk yang paling mudah adalah menggunakan bahan yang berasal dari sulur tanah.

Sebelum melakukan stek atau merunduk pada tanaman cabai Jawa, siapkan terlebih dahulu media tanam yang akan digunakan. Anda bisa menggunakan polybag dengan media tanam berupa tanah yang dicampur dengan pupuk kandang, bisa juga ditambahkan arang sekam.

Baca : [ Peluang Investasi Lada Perdu ]

Perbanyakan Tanaman Cabai Jawa dengan Cara Stek

  • Pilihlah sulur tanah dari tanaman indukan yang bagian sulurnya sudah tumbuh akar dan menempel pada tanah.
  • Potong bagian sulur dengan ukuran panjang 20 cm, angkat akarnya jangan sampai terputus.
  • Tanam pada media tanam yang sudah disiapkan, sampai bagian akarnya masuk dalam tanah.
  • Taruh polybag pada tempat yang teduh atau bisa diberi atap menggunakan paranet agar terhindar dari cahaya matahari langsung.
  • Jaga kelembaban tanah dengan cara menyiram seperlunya setelah dua minggu masa tanam.
  • Bibit hasil stek siap ditanam lahan pada umur 2 – 3 bulan.

Perbanyakan Tanaman Cabai Jawa dengan Cara Merunduk

  • Pilihlah sulur tanah dari tanaman indukan yang bagian sulurnya sudah tumbuh akar dan menempel pada tanah.
  • Angkat bagian yang sudah tumbuh akar dari tanah tanpa memotong sulurnya. Kemudian benamkan akarnya pada media tanam di polyag, lalu uruk dengan tanah yang halus.
  • Biarkan akar tanaman cabai Jawa tumbuh di dalam polybag. Setelah satu bulan atau akarnya sudah kuat, potong bagian sulur untuk memisahkannya dari tanaman indukan.
  • Taruh polybag dengan bibit pada tempat yang teduh, jaga kelembaban tanahnya dengan menyiram seperlunya.
  • Bibit siap ditanam lahan pada umur 2 atau 3 bulan.

Penanaman Bibit Cabai Jawa

  • Buatlah lubang tanam dengan ukuran 40x40x40 cm.
  • Tambahkan 5-10 kg pupuk kandang dan 0,5 kg dolomit untuk setiap lubang tanam.
  • Biarkan lubang tanam selama 7-10 hari sampai terlihat tumbuh rumput kecil.
  • Siapkan tiang atau tanaman lain sebagai media rambat tanaman cabai Jawa.
  • Masukkan bibit cabai Jawa dari proses pembibitan sebelumnya.
  • Saat menanam bibit cabai Jawa, usahakan tanah di dalam polybag ikut masuk ke dalam lubang tanam. Hal ini bisa dilakukan dengan merobek plastik polybag untuk memastikan tanahnya tetap utuh.

Perawatan Tanaman Cabai Jawa

Perawatan tanaman cabai Jawa sebetulnya terbilang mudah. Anda bisa melakukan penyiraman secara berkala agar tanaman tidak kekurangan air. Lakukan pemupukan dua kali dalam setahun menggunakan pupuk organik atau pupuk kandang. Pastikan tanaman cabai Jawa merambat pada tiang rambat yang sudah disediakan, Anda bisa mengikatnya menggunakan tali plastik. Budidaya cabai Jawa lebih baik dilakukan dengan cara organik, jika tanaman terserang hama atau penyakit, maka kendalikanlah dengan menggunakan pestisida nabati.

Baca : [ Cara Membuat Pestisida Nabati dari Daun Kemangi ]

Panen Cabai Jawa

Tanaman cabai Jawa akan mulai berbuah sejak tanaman berumur delapan bulan sampai satu tahun. Tanaman akan terus berbuah sepanjang tahun tanpa mengenal musim dan memungkinkan terus berbuah sampai tanaman berumur 35 tahun. Pemanenan cabai Jawa cukup dengan cara memetik biasa untuk buah yang telah matang. Ciri cabai Jawa yang telah matang ditandai dengan warna buah hijau kekuningan hingga kemerah-merahan. Harga jual cabai Jawa kering di pasaran ada di kisaran 100 ribu perkilogram.

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here