Novel Enny Arrow yang Digandrungi Remaja 80an

0
2233
Gambar diambil dari goodreads.com

Enny Arrow menjadi nama yang cukup hit bagi kalangan remaja pada era 80-90an. Kala itu, para remaja, terutama remaja laki-laki mengenal nama Enny Arrow lewat karya stensilan yang banyak menyuguhkan cerita erotis. Sejumlah karya Enny Arrow seperti Gairah & Cinta, Noda-Noda Cinta, Badai Asmara, Perangkap Napsu, Puncak Bukit Kemesraan dan lainnya, selalu menggunakan judul yang metaforis.

Novel karya Enny Arrow juga terbilang berani, sampul novel Enny Arrow banyak menggunakan gambar wanita berpose erotis yang pada masa itu sangat jarang dijumpai. Novel Enny Arrow biasanya diedarkan dari satu remaja ke remaja lainnya, dilipat-lipat sampai kucel dan ditaruh di tengah buku pelajaran.

Remaja pada masa itu tidak pernah ada yang tahu sosok Enny Arrow yang sebenarnya. Pada sampul novel hanya tertulis nama penulis Enny Arrow dan Penerbit Mawar, tanpa ada alamat kantor penerbit. Novel Enny Arrow juga tidak dijual pada toko-toko buku umum, para remaja biasanya membeli melalui loper koran khusus. Remaja pada masa itu juga mengenal novel Enny Arrow dengan sebutan “Novel Kuning”.

Kisah erotis yang selalu disuguhkan dalam novel Enny Arrow menjadi kegemaran para remaja. Pada masa itu, belum banyak film porno dan perkembangan teknologi informasi juga belum pesat seperti sekarang ini. Tak heran, setiap kali ada seri baru yang diterbitkan, novel Enny Arrow selalu cepat laku, bahkan meledak di pasaran.

Baca : [ Beberapa Novel Indonesia yang Diangkat ke Layar Lebar ]

Siapa Sebenarnya Enny Arrow?

Enny Arrow merupakan nama pena dari penulis yang memiliki nama asli Eni Sukaisih. Hari Gib, peneliti sekaligus kolektor karya-karya Enny Arrow pernah melakukan penelitian sederhana tentang Enny Arrow. Menurut Hari Gib, Enny Arrow adalah seorang perempuan bernama asli Eni Sukaisih yang lahir di Hambalang, Bogor pada 1942 dan wafat pada 1995.

Sebelum menulis novel stensilan, Eni mulanya adalah seorang jurnalis ketika Republik Indonesia masih begitu muda. Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, Eni diketahui pindah ke Amerika Serikat dan bekerja di negara tersebut sebagai copywriter. Namun tidak diketahui alasan pasti yang menyebabkan Eni Sukaisih kembali lagi ke Indonesia dan mulai menulis novel-novel erotis pada masa Orde Baru.

Novel Karya Enny Arrow

Novel-novel karya Enny Arrow dikenal sebagai novel yang memiliki kekuatan pada deskripsi ceritanya. Novel Enny Arrow selalu bercerita tentang sepasang manusia yang bercinta, lengkap dengan deskripsi yang rinci dan hiperbola. Kekuatan deskripsi dari setiap cerita pada novel Enny Arrow mungkin saja dipengaruhi oleh latar belakang si penulis yang pernah menjadi seorang jurnalis.

Novel Enny Arrow bisa dibilang merupakan novel yang murah dengan harga yang terjangkau bagi kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah. Novel-novel tersebut menjadi novel yang tak umum, karena pada masa itu sebagian besar karya novel bersifat eksklusif dan normatif.

Baca : [ Beberapa Sastrawan Indonesia yang Terkenal di Dunia ]

Kini, novel-novel karya Enny Arrow sudah sulit ditemukan di pasaran. Sebagian besar novelnya telah menjadi milik para kolektor dan penggemar yang setia pada karya Enny Arrow. Selain itu, perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat juga telah memudahkan akses terhadap beragam hal, salah satunya film porno. Novel Enny Arrow menjadi cerita tersendiri dalam dunia sastra Indonesia dan menjadi klangenan bagi sebagian orang yang mengalami menjadi remaja pada era 80-90an.

Sumber Rujukan :

Terungkap, Sosok di Balik Penulis Novel Erotis Enny Arrow, Liputan6.com, diakses pada 24 Agustus 2019.

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here