Pengalaman Mengurus Pindah Domisili

0
494
Gambar diambil dari disdukcapil.kuningankab.go.id

Pindah domisili karena alasan telah menikah dan memutuskan untuk tinggal di tempat salah satu pihak dari pasangan, menjadikan Anda harus mengurus perubahan dokumen kependudukan. Perubahan dokumen kependudukan yang perlu diurus berupa perubahan alamat tempat tinggal pada KTP, status perkawinan dan membuat KK baru.

Proses mengurus perubahan dokumen sebetulnya mudah dan hanya tinggal mengikuti alurnya saja. Namun, sebagian orang yang tidak mengetahui alurnya dari awal, acap merasa ribet karena harus bolak-balik mengurus kebutuhan administrasinya.

Meski prosesnya mudah, sebaiknya Anda mencari informasinya terlebih dahulu terkait syarat-syarat dokumen apa saja yang harus dilengkapi, mengurusnya harus kemana, serta informasi terkait kebijakan pindah domisili di daerah asal dan daerah yang akan dituju.

Pengalaman dari penulis misalnya, saat mengurus pindah domisili dan membuat KK baru, pada daerah tujuan harus menyertakan dokumen SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) sebagai salah satu syaratnya. Ada pemerintah daerah yang menerapkan kebijakan seperti ini dan ada yang tidak. Sehingga akan lebih baik jika kita mencari informasinya terlebih dahulu.

Mengurus Dokumen di Daerah Asal

Ada sejumlah dokumen yang harus Anda siapkan ketika hendak mengurus surat pindah dari daerah asal.

Surat Pengantar RT dan RW

Anda harus mengurus surat pengantar dari RT dan RW di tempat asal Anda tinggal. Siapkan KTP dan KK asli beserta fotokopinya. Saat mengurus pengantar RT dan RW, pastikan alamat lengkap tujuan dimana Anda akan tinggal setelah pindah. Surat pengantar RT dan RW inilah yang akan menjadi acuan pengurusan surat pindah.

Surat Pengantar Pindah

Setelah mendapatkan surat pengantar dari RT dan RW, selanjutnya Anda harus ke kantor desa atau kelurahan dimana Anda tinggal. Di tingkat desa atau kelurahan, Anda akan diminta menyiapkan persyaratan dokumen sebagai berikut :

  • Surat Pengantar RT dan RW
  • Fotokopi KTP dan KK (aslinya harus dibawa)
  • Fotokopi Buku Nikah Anda dan pasangan (aslinya harus dibawa)
  • Fotokopi Buku Nikah orang tua Anda (aslinya harus dibawa)
  • Pasfoto ukuran 4×6

Pihak pemerintah desa atau kelurahan akan membuatkan Anda surat pengantar pindah yang selanjutnya harus Anda proses di tingkat kecamatan. Ada pihak pemerintah desa atau kelurahan yang mengharuskan warganya mengisi formulir terlebih dahulu dan ada yang tidak. Jika harus mengisi formulir terlebih dahulu, maka silakan Anda isi.

Setelah selesai di tingkat kecamatan, Anda selanjutnya harus ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Serahkan semua berkas yang telah Anda siapkan, sampaikan bahwa Anda hendak mengurus surat pindah. Jika proses di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil daerah asal Anda telah selesai, maka Anda akan mendapatkan Surat Keterangan Pindah WNI yang memuat data daerah asal, data kepindahan dan biodata pribadi Anda.

Baca : [ Cara Membuat Paspor Secara Online untuk WNI ]

Prosedur pengurusan dokumen pindah tempat tinggal seperti ini sebetulnya adalah prosedur lama yang sudah tidak berlaku, tapi masih diterapkan di banyak daerah. Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia sebetulnya sudah menerapkan kebijakan baru terkait dengan pindah domisili. Kebijakan ini ada dalam Surat Edaran bernomor 471.12/18749/Dukcapil tanggal 10 Oktober 2018 tentang mekanisme layanan surat pindah penduduk.

Pada kebijakan baru ini, warga negara yang mengurus pindah tidak perlu lagi mengurus surat pengantar dari tingkat RT dan RW, desa atau kelurahan, hingga kecamatan. Cukup membawa persyaratan dokumen berupa fotokopi KK ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Namun kebijakan baru ini belum diterapkan di seluruh daerah di Indonesia, sehingga prosedur mengurus surat pengantar dari RT dan RW sampai Kecamatan masih diberlakukan.

Mengurus Dokumen di Daerah Tujuan

Setelah Anda mendapatkan Surat Keterangan Pindah WNI dari daerah asal, selanjutnya Anda harus mengurus Surat Keterangan Pindah Datang WNI di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil daerah tujuan Anda pindah. Anda perlu menyiapkan persyaratan berupa :

  • Surat Keterangan Pindah WNI dari daerah asal beserta biodatanya
  • Fotokopi buku nikah Anda dan pasangan
  • Fotokopi KK keluarga pasangan Anda
  • KTP asli milik Anda

Pada saat proses di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, KTP asli Anda akan diminta. Setelah proses ini selesai, Anda akan mendapatkan Surat Keterangan Pindah Datang WNI. Surat keterangan inilah yang menjadi dasar selanjutnya untuk Anda mengurus KTP dan KK baru.

Baca : [ Cara Membuat NPWP Secara Online ]

Seperti yang sudah disampaikan penulis pada awal tulisan ini. Kebijakan di masing-masing daerah ada yang sama dan ada yang tidak terkait dengan pengurusan dokumen pindah WNI. Pengalaman penulis diminta untuk melampirkan fotokopi SKCK, tapi di beberapa daerah ada juga yang harus melampirkan fotokopi ijazah terakhir dan akta kelahiran. Karena itu, penting bagi Anda untuk mencari informasi lengkapnya terlebih dahulu.

Simak video pilihan kami

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here