Inilah Prosedur Menggunakan Kartu BPJS Kesehatan

0
245
Gambar diambil dari Indonesia.go.id

Menggunakan kartu BPJS Kesehatan untuk mengakses fasilitas kesehatan, saat ini sudah menjadi hal yang jamak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Kartu BPJS Kesehatan merupakan kartu yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). BPJS menjadi salah satu wujud dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

SJSN diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN. Tujuan dari SJSN adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah.

Jika Anda saat ini belum memiliki kartu BPJS Kesehatan, Anda bisa mendaftarkan diri Anda dan anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga (KK) sebagai peserta BPJS Kesehatan. Namun perlu diingat, BPJS Kesehatan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial. Sehingga ada kewajiban yang harus Anda penuhi, sebelum bisa mengakses fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Salah satu kewajiban Anda setelah mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan adalah membayar iuran wajib setiap bulan. Besaran iuran ini berdasarkan pada kelas pelayanan yang dipilih. Pembayaran iuran paling lambat dibayarkan tanggal 10 setiap bulannya.

Baca : [ Mengenal Penyakit Asma Lebih Dekat ]

Bagaimana prosedur menggunakan kartu BPJS Kesehatan?

Syarat pertama adalah kartu BPJS Kesehatan sebagai bukti kepesertaan. Kartu BPJS Kesehatan tidak harus dalam bentuk fisik, Anda bisa menggunakan versi digital dengan mengunduh aplikasi Mobile JKN di ponsel Anda. Kemudian, ada dua kondisi dalam prosedur menggunakan kartu BPJS Kesehatan.

Kondisi Pertama

Jika Anda sakit, silakan datang ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) tingkat pertama yang sesuai atau tertera pada kartu BPJS Kesehatan yang Anda miliki. Fasilitas kesehatan ini meliputi Puskesmas, Klinik Pratama atau dokter praktik perorangan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Anda akan diperiksa di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Apabila menurut dokter memerlukan langkah berikutnya, Anda akan dirujuk ke fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan atau rumah sakit. Anda bisa mendapatkan pelayanan rawat jalan dan/atau rawat inap di rumah sakit jika dirujuk oleh dokter yang memeriksa. Anda akan mendapatkan layanan sesuai dengan kelas yang Anda pilih atau sesuai dengan kartu BPJS Kesehatan yang Anda miliki.

Saat berada di rumah sakit, dokter bisa saja memberikan surat rujuk balik. Sehingga pelayanan kesehatan kembali ke fasilitas kesehatan tingkat pertama. Begitu pun jika dokter di rumah sakit tidak memberikan surat keterangan kontrol. Pemeriksaan selanjutnya, kembali ke fasilitas kesehatan tingkat pertama. Saat menggunakan layanan fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, Anda harus menunjukan bukti kepesertaan, baik menggunakan kartu atau nomor kepesertaan. Jika tidak bisa menunjukan bukti kepesertaan BPJS Kesehatan, maka Anda akan dirawat dengan tarif pasien umum.

Baca : [ Konsumsi Garam Berlebih Bisa Mengakibatkan Kerusakan Hati ]

Kondisi Kedua

Jika dalam kondisi darurat, Anda bisa langsung ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit. Anda bisa langsung mendapatkan pelayanan rawat jalan dan/atau rawat inap sesuai dengan indikasi kesehatan. Anda atau keluarga yang mendampingi, harus bisa menunjukan bukti kepesertaan BPJS Kesehatan, baik berupa fisik atau digital di aplikasi Mobile JKN. Jika tidak bisa menunjukan bukti kepesertaan BPJS Kesehatan, maka Anda akan dirawat dengan tarif pasien umum.

Sebelum mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan, ada baiknya Anda mempertimbangkan hak dan kewajiban dalam mengikuti kepesertaan BPJS Kesehatan. Salah stau hal yang penting Anda perhatikan ketika awal mendaftar adalah terkait pemilihan Fasilitas Kesehatan (Faskes) tingkat pertama yang akan Anda pilih. Faskes tingkat pertama ini bisa Anda pilih menyesuikan dengan domisili, atau kelengkapan fasilitas yang dimiliki oleh Puskesmas, Klinik Pratama, atau dokter pribadi yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here