Cara Mudah Menanam Tanaman Mint

0
145
Gambar ilustrasi pixabay.com

Tanaman Mint atau Mentha bisa menjadi salah satu pilihan tanaman untuk bercocok tanam menggunakan pot di sekitar rumah. Daun tanaman mint atau disebut daun mint biasanya dimanfaatkan sebagai campuran teh atau sebagai garnis dalam minuman dan makanan. Daun mint juga digunakan sebagai salah satu bahan dalam pembuatan pasta gigi dan permen. Selain memiliki rasa yang khas karena mengandung mentol, daun mint juga memiliki ragam manfaat untuk kesehatan tubuh.

Ada beragam jenis tanaman mint yang ada di dunia ini. Tapi yang paling populer dan banyak ditanam di Indonesia adalah peppermint atau Mentha piperita L. dan Spearmint atau Mentha spicata L. Tanaman mint memang lebih cocok ditanam di dalam pot. Pasalnya, jika ditanam langsung di lahan atau pekarangan rumah, perakaran tanaman mint akan menjalar tidak beraturan dan bisa mengganggu penyerapan nutrisi pada tanaman di sekitarnya.

Cara menanam tanaman mint sebetulnya sangat mudah dan praktis. Anda bisa menanam tanaman mint dengan cara stek batang. Perbanyakan secara vegetatif ini lebih banyak dipilih karena mudah dan tingkat keberhasilannya tinggi. Sementara, menanam tanaman mint secara generatif atau menggunakan biji, prosesnya tidak mudah dan membutuhkan waktu yang lebih lama.

Bahan-Bahan untuk Stek Tanaman Mint

Sebelum memulai proses stek tanaman mint, ada baiknya Anda menyiapkan bahan-bahannya terlebih dahulu. Bahan-bahan yang dibutuhkan :

  • Pot atau polybag
  • Media tanam
  • Batang tanaman mint (pilih batang yang sehat dengan warna hijau kecokelatan)
  • Gunting atau alat potong.

Dalam penyiapan media tanam Anda bisa menggunakan tanah yang gembur dicampur dengan pupuk kandang atau pupuk kompos menggunakan wadah polybag atau pot. Sebaiknya penyiapan media tanam ini dilakukan tujuh hari sampai sepuluh hari sebelum Anda melakukan stek tanaman mint. Hal ini penting dilakukan agar media tanam sudah dalam keadaan dingin, karena pupuk kandang atau kompos yang baru dicampur dengan tanah biasanya akan menimbulkan panas dan tidak baik untuk tanaman.

Baca : [ Inilah Cara Sederhana Budidaya Tanaman Seledri ]

Cara Stek Tanaman Mint

  • Potong batang tanaman mint dengan ukuran 7–10 cm.
  • Kurangi jumlah daunnya, sisakan tiga atau empat daun muda.
  • Tanam atau tancapkan batang tanaman mint pada media tanam di dalam pot atau polybag.
  • Siram pada bagian media tanamnya untuk sekadar membasahinya.
  • Letakkan pot atau polybag pada tempat yang teduh.
  • Ketika menunggu stek tanaman mint tumbuh, jaga kelembabannya dengan menyiram seperlunya agar media tanam tidak kering.

Perawatan Tanaman Mint

Cara perawatan tanaman mint bisa dibilang tidak ribet alias gampang. Anda hanya perlu menyiramnya untuk menjaga asupan air bagi tanaman mint. Pemberian pupuk lanjutan bisa Anda lakukan setelah satu bulan tanam dan selanjutnya bisa Anda lakukan tiga bulan sekali. Hal yang paling penting dilakukan dalam perawatan tanaman mint adalah pemangkasan rutin setiap dua atau tiga minggu sekali.

Baca : [ Cara Membuat Pupuk Bokashi dengan Arang Sekam ]

Sebagai tanaman semak, tanaman mint bisa tumbuh menjadi lebat dan tidak terkontrol. Oleh karena itu, pemangkasan rutin sangat diperlukan. Pemangkasan juga bisa Anda lakukan sekaligus bersama dengan panen daun mint. Daunnya bisa Anda ambil, batang tanamannya bisa Anda gunakan untuk stek baru lagi, sehingga tanaman mint yang Anda miliki akan semakin banyak.

Simak video pilihan kami

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here