Jenis-Jenis Media Tanam Hidroponik yang Mudah Digunakan

0
147
media tanam hidroponik
Gambar ilustrasi pixabay.com

Hidroponik saat ini menjadi salah satu cara bercocok tanam bagi masyarakat perkotaan. Hidroponik dianggap sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan dan ketersediaan tanah sebagai media tanam utama. Sistem bercocok tanam hidroponik menggunakan air dan media tanam lain untuk menggantikan peran tanah.

Konsep hidroponik yang menggantikan tanah dengan air, meyakini bahwa air yang dibantu dengan media tanam lain dapat mempercepat dan mempermudah tanaman menyerap asupan. Penyerapan asupan melalui hidroponik dipercaya lebih baik dibandingkan dengan pendekatan pertanian umumnya yang memaksimalkan fungsi tanah sebagai media tanam.

Selain air sebagai unsur penting dalam sistem hidroponik, penggunaan media tanam lain selain tanah juga menjadi unsur yang berpengaruh dalam hidroponik. Tepat atau tidaknya pemilihan media tanam menentukan keberhasilan sistem bercocok tanam hidroponik yang dilakukan. Jika Anda berniat memulai bercocok tanam dengan sistem hidroponik, ada baiknya Anda mengenali jenis-jenis media tanam hidroponik terlebih dahulu. Berikut ini jenis-jenis media tanam hidroponik yang mudah digunakan.

Baca: [ Mengenal Macam dan Jenis Hidroponik ]

Rockwool

Rockwool merupakan media tanam hidroponik yang paling populer digunakan. Kemampuannya untuk mengikat akar tanaman dan menyerap nutrisi dari air secara baik, menjadikan rockwool populer. Tak heran, rockwool menjadi media tanam hidroponik yang paling mudah ditemukan di toko-toko peralatan hidroponik.

Jika dilihat sekilas, rockwool memiliki bentuk seperti busa atau spons. Rockwool merupakan kumpulan serat yang terbuat dari lelehan batu gunung berapi. Jika hendak menyemai benih tanaman, rockwool menjadi pilihan yang tepat untuk digunakan. Rockwool juga baik digunakan untuk jenis tanaman sayur yang memiliki umur pendek atau periode tanamnya tidak terlalu lama.

Meski memiliki kemampuan yang baik dalam menyerap nutrisi, rockwool tidak cukup kuat digunakan untuk jenis tanaman dengan umur tanam yang lama atau memiliki perakaran dan batang yang besar. Anda bisa menggunakan rockwool untuk jenis tanaman sayur daun-daunan yang cenderung lebih mudah ditanam dan cepat panen.

Arang Sekam

Arang sekam didapatkan dari proses pembakaran sekam padi dengan teknik pembakaran tidak sempurna. Sekam padi sendiri didapatkan dari kulit padi yang telah mengalami penggilingan memisahkan antara beras dan kulit padinya. Arang sekam memiliki daya serap terhadap nutrisi dan daya ikat yang baik terhadap air. Kemampuan daya ikat air yang baik ini, menjadikan arang sekam mampu menjaga kelembaban dengan efektif dan memiliki drainase yang baik.

Tanaman hidroponik yang menggunakan arang sekam sebagai media tanam, memiliki keunggulan pada pertumbuhan perakaran tanaman yang baik. Selain itu, karena diproses melalui pembakaran, arang sekam juga bebas dari bibit penyakit dan hama tanaman. Namun sayangnya, media tanam arang sekam mudah lapuk dan acap tidak bisa digunakan untuk dua kali masa tanam.

Baca: [ Mengenal Media Tanam Organik Selain Tanah ]

Sabut Kelapa

Sabut kelapa merupakan media tanam hidroponik yang memiliki kemampuan kuat untuk menyerap air dan nutrisi. Sabut kelapa mampu menyimpan air dalam kapasitas yang banyak, namun buruk dalam hal drainase sehingga penyebaran airnya tidak merata. Sabut kelapa bisa digunakan sebagai media tanam hidroponik untuk jenis-jenis tanaman yang membutuhkan asupan banyak air.

Sebelum menggunakan sabut kelapa sebagai media tanam, Anda bisa merendamnya terlebih dahulu menggunakan fungisida. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari pelapukan media tanam yang disebabkan oleh jamur. Sabut kelapa cukup populer digunakan dalam hidroponik lantaran mudah untuk mendapatkannya.

Kerikil Sintetis

Kerikil sintetis untuk media tanam hidroponik saat ini sudah banyak dijual di pasaran, baik offline maupun online. Kerikil sintetis merupakan kerikil buatan atau kerikil tiruan yang bentuknya mirip seperti batu apung yang memiliki banyak rongga. Kerikil sintetis memiliki kemampuan yang baik dalam menyerap air dan memiliki drainase yang baik pula.

Menggunakan kerikil sintetis sebagai media tanam hidroponik akan mampu menjaga kelembaban akar dan asupan nutrisi pada tanaman secara baik. Anda hanya tinggal menyesuikan jenis tanaman yang akan ditanam agar sesuai dengan media tanam kerikil sintetis.

Hidrogel

Hidrogel merupakan media tanam hidroponik yang terbuat dari bahan kristal polimer. Hidrogel memiliki kemampuan menyerap air yang baik dan memiliki kapasitas menampuang air dalam jumlah banyak. Hidrogel banyak dijual di pasaran dalam bentuk butiran-butiran kecil. Hidrogel akan mengembang ketika direndam menggunakan air.

Hidrogel menjadi media tanam hidroponik yang populer digunakan untuk menanam tanaman jenis bunga atau tanaman hias. Hidrogel umumnya ditaruh dalam wadah bening atau kaca. Bentuk dan warnanya bisa dipadu padankan dengan beragam jenis tanaman yang akan memperindah ruangan rumah.

Baca: [ Tanaman-Tanaman yang Bisa Tumbuh dengan Media Air ]

Jenis-jenis media tanam hidroponik ini bisa Anda gunakan menyesuaikan dengan kebutuhan. Anda bisa mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya masing-masing agar bisa memilih media tanam yang paling tepat.

Simak video pilihan kami

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here