Cara Pembibitan Tanaman Adenium dari Biji

0
78
pembibitan adenium
Gambar tanaman adenium diambil dari pixabay.com.

Tanaman adenium menjadi salah satu jenis tanaman hias yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Tanaman adenium memiliki keunikan pada bentuk bonggol menyerupai umbi yang nampak di permukaan tanah. Bentuk bonggol ini menjadikan tanaman adenium mirip seperti bonsai.

Oleh sebagian masyarakat Indonesia, tanaman adenium dijuluki sebagai Kamboja Jepang. Padahal jenis tanaman adenium bukanlah kamboja, dan tidak berasal dari Jepang. Penamaan Kamboja Jepang acap menjadikan keliru dalam menafsirkan tanaman adenium.

Tanaman adenium sebetulnya masuk dalam famili Apocynaceae dengan genus Adenium yang memiliki nama latin Adenium obesum. Tanaman adenium berasal dari wilayah daratan di daerah gurun pasir yang kering, dari sebagian wilayah Asia Barat sampai Afrika. Di daerah asalnya, tanaman adenium memiliki sebutan sebagai Mawar Padang Pasir. Lantaran berasal dari daerah dataran yang kering, tanaman adenium tumbuh lebih baik pada media tanam yang kering.

Ada beragam cara pembibitan atau perbanyakan tanaman adenium. Salah satunya adalah menggunakan biji yang berasal dari tanaman dewasa.

Mendapatkan Biji Adenium

Biji tanaman adenium berasal dari tanaman dewasa yang sudah menghasilkan polong. Agar bisa mendapatkan biji secara utuh, polong yang muncul pada tanaman adenium dewasa harus diikat atau dililit menggunakan tali. Jika tidak diikat, ketika polong telah matang atau menjadi kering dan terbuka, biji adenium akan mudah terbang terbawa angin.

Ketika polong sudah diikat atau dililit menggunakan tali, biarkan polong sampai matang di pohon. Polong yang telah matang ditandai dengan polong yang terbuka atau membelah. Petik polong yang sudah matang, kemudian biarkan beberapa hari sampai polong mengering.

Jika sudah kering, bukalah lilitan atau ikatan talinya, buka polong menggunakan tangan. Anda akan menemukan biji-biji tanaman adenium yang memiliki serabut atau bulu halus di kedua sisinya. Pisahkan biji adenium dari serabut atau bulu halusnya dengan cara menarik atau mencabut serabutnya.

Baca: [ Jenis-Jenis Media Tanam Hidroponik yang Mudah Digunakan ]

biji adenium
Biji adenium memiliki serabut atau bulu halus di kedua sisinya. Gambar diambil dari pixabay.com.

Menyemai Biji Adenium

Ada beberapa bahan dan alat yang perlu disiapkan sebelum menyemai biji adenium. Siapkan media tanam, nampan atau wadah untuk menyemai biji, dan semprotan air. Media tanam untuk menyemai biji adenium bisa menggunakan campuran dari tanah yang halus, pupuk kompos dan arang sekam. Anda juga bisa menggunakan campuran tanah dengan pasir. Langkah-langkah menyemai biji adenium adalah sebagai berikut:

  • masukkan media tanam pada nampan atau wadah untuk menyemai lainnya;
  • buatlah lubang-lubang kecil (lubang tanam) dengan jarak yang teratur menyesuaikan jumlah biji yang akan disemai;
  • masukkan biji-biji adenium ke dalam lubang tanam dengan posisi biji berdiri;
  • tutup masing-masing lubang tanam menggunakan tanah yang halus;
  • semprot dengan air sampai seluruh media tanam menjadi lembap;
  • taruh pada tempat yang teduh atau tidak terpapar sinar matahari secara langsung;
  • jaga kelembapan media tanam dengan menyemprotkan air secara berkala;
  • dalam tiga atau empat hari, biji adenium akan terlihat mulai berkecambah;
  • setelah satu sampai dua minggu, bibit adenium akan mulai tumbuh daun;
  • tunggu sampai bibit adenium memiliki minimal enam helai daun dan siap dipindahkan ke media tanam menggunakan pot.

Menanam Bibit Adenium

Sebelum menanam atau memindahkan bibit adenium menggunakan pot atau wadah lainnya, Anda perlu menyiapkan media tanam yang baik untuk bibit adenium. Media tanam untuk bibit adenium bisa menggunakan campuran tanah dengan pasir silika atau pasir Malang-yang banyak digunakan sebagai substrat dalam aquascape. Jangan lupa untuk mencampurkan pupuk agar kandungan hara dalam media tanam cukup baik. Langkah-langkah menanam bibit adenium adalah sebagai berikut:

  • buatlah lubang pada media tanam yang telah disiapkan;
  • pindahkan bibit adenium dari wadah penyemaian secara hati-hati dengan mengambil bibit beserta tanahnya;
  • masukkan ke dalam lubang tanam yang telah dibuat sebelumnya;
  • padatkan media tanam di sekitar bibit sampai bibit adenium kokoh berdiri di media tanam yang baru.

Bibit tanaman adenium yang telah dipindahkan ke media tanam yang baru bisa dipindahkan ke tempat yang terpapar sinar matahari langsung. Tanaman adenium membutuhkan asupan cahaya minimal delapan jam sehari. Rawatlah dengan cara melakukan penyiraman secara berkala.

Baca juga: [ Syarat Media Tanam yang Baik untuk Menanam Sayur ]

Siram tanaman adenium secukupnya saja, jangan sampai terlalu basah atau membuat media tanam menjadi jenuh karena air. Tanaman adenium berasal dari daerah dataran yang kering, karena itu tanaman ini tidak membutuhkan banyak air untuk tumbuh.

Video pilihan

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here