Cara Perbanyakan Tanaman Stroberi Secara Mudah dan Praktis

0
190
perbanyakan tanaman stroberi
Gambar ilustrasi pixabay.com.

Perbanyakan tanaman stroberi bisa dilakukan secara generatif maupun secara vegetatif. Secara generatif, perbanyakan tanaman stroberi dilakukan menggunakan biji yang disemai. Namun, perbanyakan tanaman stroberi menggunakan biji jarang dipilih oleh pembudi daya, karena terlalu lama dan lebih sulit dilakukan. Sedangkan secara vegetatif, perbanyakan tanaman stroberi bisa menggunakan anakan dan bisa menggunakan stolon (akar sulur) dari tanaman induk. Cara ini lebih banyak dipilih lantaran lebih mudah dan praktis.

Sebelum melalukan perbanyakan tanaman stroberi, sebaiknya menyiapkan media tanamnya terlebih dahulu. Media tanam yang baik untuk tanaman stroberi adalah tanah liat berpasir yang gembur dan subur mengandung banyak bahan organik. Tanaman stroberi bisa tumbuh baik di daerah dengan ketinggian 1.000-1.500 mdpl. Daerah dengan ketinggian tersebut, memiliki curah hujan rata-rata 600-700 mm/tahun, temperatur 17-20 derajat celcius, dan memiliki kelembapan udara antara 80-90 persen.

Mengenal Varietas Tanaman Stroberi

Tanaman stroberi pertama kali ditemukan di Chili, Amerika. Salah satu varietas tanaman stroberi, yakni Fragaria choiloensis L. menyebar ke berbagai negara Amerika, Eropa dan Asia. Sementara buah stroberi yang umumnya ditemukan di pasaran Indonesia saat ini adalah varietas Fragariax ananassa var Duchesnre. Varietas stroberi ini merupakan stroberi hibrida yang dihasilkan dari persilangan antara Fragaria virginia L. var Duchesne yang berasal dari Amerika Utara dengan Fragaria chiloensis L. var Duchesne yang berasal dari Chili. Persilangan tersebut pertama kali dilakukan pada tahun 1750, dan selanjutnya dilakukan persilangan-persilangan lebih lanjut untuk menghasilkan tanaman stroberi dengan buah berukuran besar, harum dan manis.

Baca: [ Cara Mudah Menanam Tanaman Mint ]

Tanaman stroberi yang banyak ditanam di Indonesia merupakan hasil introduksi. Beberapa varietas tanaman stroberi hasil introduksi yang berkembang di Indonesia adalah Sweet Charlie, Oso Grande, Tristar, Nyoho, Hokowaze, Rosa Linda, dan Chandler. Varietas-varietas stroberi tersebut telah banyak dibudidayakan di beberapa daerah di Indonesia, di antaranya di daerah dataran tinggi Lembang, Cianjur, Cipanas dan Sukabumi (Jawa Barat), Batu dan Situbondo (Jawa Timur), Magelang dan Purbalingga (Jawa Tengah), Bedugul (Bali), dan Berastagi (Sumatera Utara). [1]

Perbanyakan Tanaman Stroberi

Pada artikel ini, penulis hanya akan membahas perbanyakan tanaman stroberi yang dilakukan secara vegetatif, yakni menggunakan anakan dan stolon atau akar sulur. Kedua cara ini merupakan cara yang mudah dan praktis dalam perbanyakan tanaman stroberi. Perbanyakan dengan anakan maupun dengan stolon, keduanya bisa dilakukan pada tanaman stroberi dengan usia tanam 1-2 tahun.

Baca: [ Syarat Media Tanam yang Baik untuk Menanam Sayur ]

Perbanyakan Stroberi Menggunakan Anakan

Anakan tanaman stroberi didapatkan dari rumpun tanaman stroberi. Anda bisa melakukan pembongkaran pada rumpun tanaman stroberi dan membaginya menjadi beberapa bagian menyesuaikan tanaman yang telah memiliki minimal satu anakan. Kemudian masing-masing bagian yang telah memiliki anakan tersebut ditanam kembali secara terpisah, baik langsung ditanam pada lahan maupun menggunakan pot atau polybag.

Perbanyakan Stroberi Menggunakan Stolon

Stolon merupakan akar sulur yang berasal dari tanaman stroberi induk yang tumbuh membawa benih. Benih dari stolon dipilih setelah tanaman stroberi memiliki akar sulur pertama dan kedua. Benih pada stolon yang siap ditanam ditandai dengan tumbuhnya akar pada benih. Tanam benih stolon menggunakan media tanam di pot atau polybag. Biarkan benih stolon tumbuh pada media tanam yang baru, sampai memiliki minimal tiga helai daun dan terlihat segar. Setelah benih stolon bisa tumbuh di media tanam yang baru, potong akar stolon untuk memisahkan dari tanaman induknya. Selanjutnya, benih yang berasal dari stolon siap ditanam, baik pada lahan maupun menggunakan pot.

Baca: [ Jenis-Jenis Media Tanam Hidroponik yang Mudah Digunakan ]

Benih tanaman stroberi yang didapatkan dari anakan maupun dari stolon, akan mulai berbunga pada umur tanam dua bulan. Bunga pertama yang muncul sebaiknya dibuang. Bunga sudah bisa dibiarkan menjadi buah setelah tanaman berumur empat bulan. Pembungaan dan pembuahan pada tanaman stroberi bisa berlangsung selama dua tahun tanpa henti.

Sumber rujukan:

[1] Mengenal Stroberi, Balitjestro Balitbangtan-Kementerian Pertanian, diakses pada 19 Desember 2019.

Simak video pilihan kami

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here