Menakar Potensi Budidaya Anggur di Indonesia

0
854
budidaya anggur
Gambar ilustrasi pixabay.com.

Indonesia sebagai negara tropis memiliki potensi dalam pengembangan dan budidaya tanaman anggur. Meskipun memiliki ragam tantangan dalam budidayanya, sejumlah daerah telah berhasil membudidayakan anggur dan saat ini menjadi daerah-daerah sentra produksi anggur di Indonesia. Daerah-daerah tersebut seperti di Kediri, Probolinggo, Pasuruan, Situbondo, Bali, dan Kupang. Bahkan, beberapa daerah di kawasan pantai utara Jawa seperti Tegal, Ambarawa, dan lainnya, telah mengembangkan tanaman anggur sejak masa kolonial Belanda, dan hasilnya cukup baik.

Tanaman anggur merupakan tanaman yang berasal dari Eropa dan Asia Tengah, tetapi saat ini tanaman anggur sudah banyak dibudidayakan di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Indonesia sendiri telah memiliki sejumlah varietas unggul anggur yang kualitas buahnya tidak kalah dengan anggur impor. Meskipun pamornya masih kalah dengan kepopuleran buah anggur impor yang saat ini masih mendominasi pasaran di Indonesia.

Masyarakat di Indonesia juga sebetulnya sudah sejak lama mencoba menanam atau membudidayakan anggur di pekarangan rumah. Namun karena pengetahuan masyarakat yang masih kurang, sebagian tanaman anggur tidak berhasil berbuah dan dianggap tidak potensial untuk dikembangkan. Tanaman anggur yang ditanam di wilayah Indonesia memang membutuhkan pemeliharaan dan penanganan yang lebih intensif. Pemeliharaan dan penanganan ini sangat berpengaruh terhadap produktivitas tanaman anggur.

Potensi Budidaya Anggur di Indonesia

Tanaman anggur bisa tumbuh baik di sejumlah negara sub tropis karena faktor suhu, kelembapan udara, struktur tanah, dan lama panas mataharinya yang mendukung. Tanaman anggur di negara sub tropis bisa berbuah mencapai hasil 20 ton per hektare per tahun, tetapi hanya bisa panen satu kali dalam setahun.

Sementara di Indonesia sebagai negara tropis, hasil produksi tanaman anggur hanya bisa mencapai separuhnya dalam satu kali panen. Namun tidak perlu berkecil hati, sebagai wilayah yang hanya memiliki dua musim dalam setahun, tanaman anggur di Indonesia bisa berproduksi atau mengalami panen tiga kali dalam setahun. Jika setiap kali panen bisa menghasilkan buah anggur 10 ton per hektare, maka tanaman anggur di Indonesia bisa berproduksi mencapai hasil optimal 30 ton per hektare per tahun.

Artinya, tanaman anggur di Indonesia bisa berbuah sepanjang tahun, dengan perawatan dan penanganan yang baik. Potensi ini memungkinkan buah anggur hasil produksi dalam negeri bisa bersaing dengan buah anggur impor di pasaran, atau bisa menjadi substitusinya.

Baca: [ Inilah Varietas-Varietas Unggul Buah Anggur Indonesia ]

Menghitung Keuntungan Budidaya Anggur

Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika menghitung biaya minimal yang dibutuhkan untuk memulai budidaya anggur mencapai Rp150 juta untuk setiap hektare kebun anggur. Biaya ini meliputi biaya bibit, penanaman, membangun para-para, sarana pengairan, pagar kebun dan bangunan, serta jalan kebun. Biaya ini bisa lebih sedikit menyesuaikan dengan kondisi lahan. Budidaya dengan tujuan komersial minimal dilakukan pada lahan dengan luas dua hektare.

Tanaman anggur sudah bisa berproduksi optimal dalam waktu 2,5 tahun dengan hasil mencapai 10 ton per hektare dalam satu kali panen. Jika bisa panen tiga kali dalam setahun, maka hasil optimal yang bisa didapatkan mencapai 30 ton setiap tahunnya. Jika harga jual di tingkat petani menggunakan harga jual minimal Rp4.000,- per kg (harga buah anggur di pasaran lebih tinggi), maka hasil yang didapatkan mencapai Rp40 juta dalam satu kali panen, atau Rp120 juta dalam setahun. Hasil ini tentunya masih harus dikurangi dengan biaya perawatan, operasional dan penyusutannya.

Biaya perawatan tanaman anggur yang paling besar adalah untuk tenaga kerja dan pembelian pupuk. Agar bisa mencapai hasil panen optimal 10 ton sekali panen, dibutuhkan pupuk organik 5 ton untuk setiap hektare. Jika menggunakan pupuk kimia, maka membutuhkan ZA, Sp, KCL, NPK dan berbagai unsur mikro lainnya yang mencapai kebutuhan 1 ton untuk setiap hektare. Selain pupuk, diperlukan juga zat perangsang tumbuh dan pestisida yang meliputi insektisida, fungisida dan bakterisida. Jika dihitung, kebutuhan biaya perawatan dan operasional bisa mencapai Rp20 juta dalam satu musim tanam. Dari hasil perhitungan tersebut, keuntungan bersih budidaya anggur yang bisa diperoleh adalah Rp20 juta untuk satu kali panen, atau mencapai Rp60 juta dalam setahun per hektare.

Keuntungan budidaya anggur memiliki potensi untuk terus bertambah menyesuaikan dengan umur tanaman. Semakin tua umur tanaman anggur, tingkat produktivitasnya akan semakin meningkat. Dengan perawatan yang baik, satu tanaman anggur bisa menghasilkan 20 kg sampai 30 kg dalam satu kali masa panen. Umur tanaman anggur di Indonesia bisa mencapai 25-30 tahun.

Baca: [ Seluk-Beluk Tanaman Porang ]

Tantangan Budidaya Anggur di Indonesia

Budidaya tanaman anggur tentu saja tidak hanya berbicara manisnya saja, tetapi ada juga tantangannya. Tantangan terbesar yang dihadapi oleh petani atau pembudidaya anggur adalah perubahan iklim di Indonesia dengan curah hujan tinggi yang tidak menentu. Kondisi ini bisa menjadi faktor yang membuat produksi buah anggur menurun dan tanaman anggur kerap terserang penyakit dan hama tanaman.

Budidaya anggur di Indonesia membutuhkan strategi tersendiri. Salah satunya bisa dengan penanganan teknologi aplikatif menggunakan penaungan plastik Ultra Violet (UV) yang banyak diaplikasikan di negara lain. Selain itu, dibutuhkan juga teknologi budidaya dan penanganan hama penyakit yang baik, agar produktivitas tanaman anggur tetap terjaga.

Baca: [ Cara Perbanyakan Tanaman Stroberi Secara Mudah dan Praktis ]

Apakah Anda tertarik untuk membudidayakan anggur? Jika tertarik, ada baiknya Anda memerkaya pengetahuan terlebih dahulu tentang seluk-beluk tanaman anggur serta budidayanya. Seperti yang telah disampaikan oleh penulis, budidaya anggur di Indonesia membutuhkan perawatan dan penanganan yang lebih intensif yang berpengaruh pada produktivitas buahnya.

Sumber rujukan:

Prospek Pengembangan Varietas-Varietas Unggul Anggur di Daerah Sentra Produksi, Balitjestro Balitbangtan-Kementerian Pertanian, diakses pada 23 Desember 2019.

Simak video pilihan kami

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here