Cara Membuat Tanaman Anggur Berbuah Sepanjang Tahun

0
400
anggur indonesia
Gambar ilustrasi pixabay.com.

Tanaman anggur merupakan tanaman asli Eropa dan Asia Tengah. Tanaman anggur bisa tumbuh baik di sejumlah negara sub tropis karena faktor suhu, kelembapan udara, struktur tanah, dan lama panas mataharinya yang mendukung. Saat ini tanaman anggur telah menyebar dan berkembang di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Tanaman anggur di negara sub tropis bisa berbuah mencapai hasil 20 ton per hektare per tahun, tetapi hanya bisa panen satu kali dalam setahun. Sementara di Indonesia sebagai negara tropis, hasil produksi tanaman anggur hanya bisa mencapai separuhnya dalam satu kali panen.

Namun tidak perlu berkecil hati, sebagai wilayah yang hanya memiliki dua musim dalam setahun, tanaman anggur di Indonesia bisa berproduksi atau mengalami panen tiga kali dalam setahun. Artinya, tanaman anggur di Indonesia bisa berbuah sepanjang tahun, dengan perawatan dan penanganan yang baik. Potensi ini memungkinkan buah anggur hasil produksi dalam negeri bisa bersaing dengan buah anggur impor di pasaran, atau bisa menjadi substitusinya.

Baca: [ Menakar Potensi Budidaya Anggur di Indonesia ]

Syarat Tumbuh Tanaman Anggur

Tanaman anggur dapat tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah yang memiliki musim kemarau panjang, berkisar 4-7 bulan. Curah hujan yang dibutuhkan oleh tanaman anggur adalah 800 mm/tahun. Keadaan hujan yang terus menerus kurang baik bagi tanaman anggur, karena dapat merusak premordial/bakal bunga, serta dapat menimbulkan serangan hama dan penyakit.

Tanaman anggur membutuhkan sinar matahari yang banyak dengan udara kering. Kondisi ini sangat baik bagi pertumbuhan vegetatif dan pembuahan. Suhu rata-rata maksimal siang hari 31 derajat celcius dan suhu rata-rata minimal malam hari 23 derajat celcius, dengan kelembapan udara 75-80 persen.

Tanaman anggur tidak tahan terhadap genangan air, karena itu membutuhkan tanah yang subur dan poros atau mudah meresapkan air. Tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman anggur adalah tanah lempung berpasir, dengan derajat keasaman tanah (pH) berkisar 6,5 – 7,0. Sementara untuk tinggi air tanah tidak boleh kurang dari satu meter dari permukaan tanah.

Pemupukan dan Pemangkasan Tanaman Anggur

Pemupukan Tanaman Anggur

Pemupukan tanaman anggur dilakukan pada tanaman usia muda dan terus berlanjut sampai tanaman dewasa. Pemupukan menggunakan pupuk kandang dan/atau pupuk buatan. Pemupukan pertama dilakukan ketika tanaman berumur 10 hari setelah tanam dari bibit. Selanjutnya pada usia tanam 0-3 bulan dengan interval pemupukan 10 hari; usia tanam 3-6 bulan dengan interval pemupukan 15 hari; kemudian pada usia tanam 6-12 bulan.

Pada usia 6 bulan, tanaman anggur diberi pupuk kandang sebanyak 60 kg. Selanjutnya pemupukan menggunakan pupuk kandang 100 kg pada tanaman dewasa, dilakukan satu kali dalam setahun menjelang pemangkasan pertama. Sementara untuk pupuk buatan diberikan menyesuaikan dengan waktu pemangkasan, yakni sebelum dan sesudah pemangkasan pada tanaman anggur.

Baca: [ Inilah Varietas-Varietas Unggul Buah Anggur Indonesia ]

Pemangkasan Tanaman Anggur

Pemangkasan tanaman anggur dibedakan menjadi dua, yakni pemangkasan bentuk dan pemangkasan pembuahan. Pemangkasan bentuk dilakukan agar memperoleh bentuk tanaman yang baik, menyesuaikan dengan konsep budidaya yang kita buat (para-para, trelis. tabulampot). Pemangkasan bentuk juga dilakukan guna mendapatkan struktur batang yang baik, meliputi batang primer, batang sekunder, dan batang tersier. Anda bisa melihat video di bawah ini yang menjelaskan tentang pemangkasan bentuk pada tanaman anggur.

Sementara pemangkasan pembuahan, dilakukan dengan tujuan mempersiapkan pembuahan pada tanaman anggur. Oleh karena itu, pemangkasan pembuahan harus direncanakan dengan baik. Sebelum melakukan pemangkasan pembuahan, tanaman anggur juga perlu dipersiapkan pengairan, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakitnya.

Sebelum melakukan pemangkasan, periksa terlebih dahulu kondisi batang tersier anggur dengan cara memotong salah satu bagian ujungnya. Jika ujung yang dipotong tidak meneteskan air, lebih baik pemangkasan pembuahan ditunda. Pengairan pada tanaman anggur perlu ditambah sampai tanaman anggur siap untuk dipangkas.

Membuat Tanaman Anggur Berbuah Sepanjang Tahun

Jika menginginkan tanaman anggur berbuah sepanjang tahun, maka pemangkasan pembuahan pada batang tersier tidak dilakukan secara serentak. Pemangkasan terhadap batang tersier dilakukan tiga kali dalam setahun secara bergiliran. Sepertiga cabang tersier dipangkas pada pemangkasan pertama, sepertiganya lagi pada pemangkasan kedua, dan sepertiganya pada pemangkasan ketiga.

Cabang tersier yang hendak dipangkas harus yang sudah berwarna cokelat dan memiliki mata tunas menonjol atau mata tunas sehat. Jika pemangkasan pertama dilakukan pada bulan April, maka pemangkasan kedua dilakukan pada bulan Juni, dan pemangkasan ketiga pada bulan Agustus.

Sehingga pada bulan Agustus, buah anggur yang dihasilkan dari cabang tersier pada pemangkasan pertama sudah masak. Kemudian buah yang dihasilkan dari pemangkasan kedua sudah membesar dan akan masak sekitar bulan Oktober. Ketika buah dari pemangkasan kedua sudah masak, buah dari hasil pemangkasan ketiga mulai membesar dan akan masak sekitar bulan Desember. Dengan metode pemangkasan pembuahan seperti ini, tanaman anggur akan bisa berbuah sepanjang tahun.

Sumber rujukan:

Subowo dan Suparwoto, Budidaya Anggur di Lahan Rawa, BPTP Balitbangtan Sumatera Selatan, diakses pada 29 Maret 2020.

Simak video pilihan kami:

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here