Melawan COVID-19 dengan Memahami Cara Virus Berkembang Biak

0
498
perkembang biakan virus
Gambar ilustrasi pixabay.com.

Pandemi penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 telah terjadi di berbagai negara dan mengakibatkan ribuan korban meninggal. Pandemi ini menjadikan setiap orang perlu waspada dan melakukan langkah antisipasi, agar tidak terinfeksi virus SARS-CoV-2 yang menjadi penyebabnya. SARS-CoV-2 merupakan salah satu dari tujuh jenis virus Corona yang telah dikelompokkan oleh Centers for Disease Control and Prevention.

Virus SARS-CoV-2 yang menginfeksi manusia, menyebar begitu cepat hingga lintas wilayah dan negara karena adanya kontak antar manusia. Sebagai mikroorganisme yang tidak memiliki perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri, virus hanya dapat bereproduksi (hidup) di dalam sel hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel tersebut. Virus disebut sebagai parasit obligat intraseluler (hidup di dalam sel).

Infeksi virus terhadap sel hidup bisa mengakibatkan efek yang kecil, atau bahkan tidak memiliki efek sama sekali. Namun infeksi virus juga dapat mengakibatkan kerusakan atau kematian sel hidup yang menjadi inangnya. Kasus infeksi virus SARS-CoV-2 pada manusia yang menyebabkan penyakit COVID-19 misalnya, ada yang berdampak pada penurunan imunitas tubuh; mengakibatkan kerusakan sel di dalam tubuh, hingga mengakibatkan kematian; dan ada yang sama sekali tidak memiliki efek apa pun.

Sampai saat ini masih terjadi perdebatan dalam mengklasifikasikan virus sebagai makhluk hidup atau bukan. Virus memiliki ciri makhluk hidup karena memiliki DNA dan dapat berkembang biak, sedangkan disebut sebagai benda mati karena tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas.

Cara Virus Berkembang Biak

Virus merupakan agen infeksius terkecil yang memiliki ukuran diameter sekitar 20 nanometer hingga 300 nanometer. Dengan ukurannya yang sangat kecil tersebut, virus hanya bisa dilihat dengan alat bantu mikroskop elektron. Virus hanya memiliki satu jenis asam nukleat RNA atau DNA saja yang menjadi genomnya, tetapi tidak kombinasi keduanya. RNA atau DNA virus terbungkus dalam suatu selubung yang menjadi pelindungnya yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya.

Cara perkembang biakan virus berbeda dengan bakteri. Bakteri berkembang biak dengan cara membelah diri dari satu sel menjadi dua sel (binary fission). Bakteri juga bisa hidup di dalam sel hidup maupun sel mati, dan bisa hidup di dalam sel maupun di luar sel. Sedangkan virus berkembang biak dengan cara perbanyakan diri dari partikel asam nukleat (DNA atau RNA) virus, sesudah virus menginfeksi suatu sel.

Agar dapat hidup, virus harus selalu berada di dalam sel organisme hidup lainnya. Asam nukleat partikel virus yang menginfeksi sel, akan mengambil alih kekuasaan dan pengawasan sistem enzim hospesnya (inangnya), sehingga selaras dengan proses sintesis asam nukleat dan protein virus. Virus yang menginfeksi sel mempergunakan ribosom (salah satu organel dalam sel yang berfungsi sebagai tempat sintesis protein) sel hospes untuk keperluan metabolismenya.

Komponen-komponen virus kemudian dibentuk secara terpisah, dan baru digabung di dalam sel hospes tidak lama setelah dibebaskan. Selama proses pembebasan, beberapa partikel virus mendapat selubung luar yang mengandung lipid, protein, dan bahan-bahan lain yang sebagian berasal dari sel hospes. Partikel virus lengkap disebut Virion dan terdiri dari inti asam nukleat yang dikelilingi lapisan protein yang bersifat antigenik yang disebut kapsid dengan atau tanpa selubung di luar kapsid.[1]

Baca: [ Mengenali Virus Ebola: Gejala dan Penyebarannya ]

Penyakit Manusia yang Disebabkan Oleh Virus

Virus memang lebih identik dikenal sebagai penyebab penyakit. Hal ini berbeda dengan bakteri yang pada beberapa jenis bakteri justru memiliki manfaat yang baik bagi manusia. Sebut saja bakteri Lactobacillus rhamnosus yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh manusia; bakteri Lactobacillus acidophilus dan bakteri Eschericia coli yang dapat melawan radang pada usus. Meskipun ada juga jenis bakteri jahat yang bisa mengganggu kesehatan manusia yang dikenal dengan bakteri patogen.

Beberapa penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus adalah seperti: influenza yang disebabkan oleh satu atau beberapa virus sekaligus; AIDS yang disebabkan oleh virus HIV; herpes yang disebabkan oleh virus herpes simpleks; kanker leher rahim yang disebabkan oleh papiloma virus; penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2; dan beragam jenis penyakit lainnya. Masing-masing virus memiliki cara menginfeksi sel hidup yang berbeda-beda.

Bagaimana SARS-CoV-2 Menginfeksi Manusia?

Infeksi dan perkembang biakan virus SARS-CoV-2 pada sel hidup di dalam tubuh manusia berawal dari kontak yang dilakukan antar manusia. Virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China ini pertama kali ditemukan pada Desember 2019 yang kemudian menyebar ke berbagai negara dan menjadi pandemi.

Virus ini menyebar dari orang ke orang melalui percikan atau tetesan kecil dari hidung atau mulut yang dalam bahasa medis disebut dengan droplet ketika seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Droplet inilah yang menjadi medium penyebaran virus SARS-CoV-2. Seseorang yang terkena atau tertempel droplet yang mengandung virus ini kemungkinan besarnya bisa ketularan.

Cara penularan lainnya adalah ketika seseorang menyentuh benda atau barang apa pun yang sudah terkontaminasi percikan atau tetesan dari orang yang telah terjangkit virus SARS-CoV-2. Kemudian menyentuh wajah seperti bagian hidung, mulut, dan mata tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.[2] Hal yang sama juga bisa terjadi jika melakukan kontak dengan bersentuhan anggota badan atau berjabat tangan.

Melalui proses penularan tersebut Virus SARS-CoV-2 menginfeksi manusia sebagai inangnya dengan cara masuk pada satu sel, kemudian memanfaatkannya untuk mereplikasi diri (berkembang biak), dan kemudian menyebar ke sel-sel baru.

Cara terbaik untuk mencegah dan meminimalisir penularan virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) adalah dengan selalu menjaga jarak dengan orang lain (Physical distancing); menggunakan masker jika bertemu dengan orang lain; rajin mencuci tangan menggunakan sabun; dan jangan sering menyentuh bagian wajah menggunakan tangan.

Baca: [ Apa Virus Zika Itu? ]

Sumber rujukan:

[1] Virologi, Bahan Ajar Teknologi Laboratorium Medik (TLM), Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

[2] 2 Cara Penularan Virus Corona COVID-19, Langsung dan Tidak Langsung, Liputan6.com, diakses pada 31 Maret 2020.

Simak video pilihan kami:

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here