Sejarah Penemuan Virus di Dunia

0
412
sejarah penemuan virus
Gambar ilustrasi pixabay.com.

Virus merupakan agen infeksius terkecil yang memiliki ukuran diameter sekitar 20 nanometer hingga 300 nanometer. Sebagai mikroorganisme yang memiliki ukuran sangat kecil, virus hanya bisa dilihat dengan alat bantu mikroskop elektron. Pada masa lampau, ketika belum ditemukan alat bantu untuk melihat virus, para ilmuwan menganggap bahwa virus adalah sama dengan bakteri.

Virus berbeda dengan bakteri. Perbedaannya ada pada ukuran, bentuk, sifat, cara hidup dan cara perkembang biakannya. Ukuran virus lebih kecil dari bakteri. Virus memiliki ukuran 20-300 nanometer, sedangkan bakteri umumnya memiliki ukuran lebih dari 1000 nanometer.

Sebagai mikroorganisme yang tidak memiliki perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri, virus hanya dapat bereproduksi (hidup) di dalam sel hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel tersebut. Berbeda dengan bakteri yang bisa hidup di dalam sel hidup maupun sel mati, dan bisa hidup di dalam sel maupun di luar sel.

Cara perkembang biakan virus berbeda dengan bakteri. Bakteri berkembang biak dengan cara membelah diri dari satu sel menjadi dua sel (binary fission). Sedangkan virus berkembang biak dengan cara perbanyakan diri dari partikel asam nukleat (DNA atau RNA) virus, sesudah virus menginfeksi suatu sel.

Baca: [ Melawan COVID-19 dengan Memahami Cara Virus Berkembang Biak ]

Sejarah Penemuan Virus

Penelitian tentang virus dimulai pada tahun 1883 di Jerman. Seorang peneliti, Adolf Meyer melakukan penelitian mengenai penyakit mosaik pada tanaman tembakau. Dia menemukan bahwa penyakit tersebut dapat menular ketika tanaman tembakau yang dia teliti menjadi sakit ketika disemprot dengan getah dari tanaman yang sakit. Dari penelitiannya, Adolf Meyer kemudian menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang lebih kecil dari biasanya dan tidak bisa dilihat menggunakan mikroskop cahaya.

Kemudian pada tahun 1892, Dimitri Ivanoesky yang berasal dari Rusia, menemukan bahwa getah daun tembakau yang sudah disaring dengan penyaring bakteri masih dapat menimbulkan penyakit bakteri. Dia menyimpulkan bahwa bakteri tersebut berukuran lebih kecil, sehingga masih dapat melewati penyaring yang dia gunakan. Dugaan lainnya, bakteri tersebut mengeluarkan toksin yang masih bisa menembus saringannya.

Penelitian ini kemudian dilanjutkan pada tahun 1897 oleh peneliti Belanda bernama Martinus Beijerinck. Dia menyatakan bahwa agen infeksi yang ada dalam getah yang telah disaring dapat bereproduksi. Hal ini didasarkan pada kemampuan agen infeksi tersebut yang menimbulkan penyakit tidak berkurang, meskipun telah ditransfer beberapa kali antar tanaman. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa patogen mosaik tembakau bukan merupakan bakteri, tetapi merupakan sejenis cairan hidup pembawa penyakit.

Baru pada tahun 1935, Wendell Meredith Stanley dari Amerika Serikat berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik pada tanaman tembakau. Partikel inilah yang di masa sekarang dikenal sebagai virus mosaik tembakau. Virus mosaik tembakau merupakan virus yang pertama kali divisualisasikan menggunakan mikroskop elektron oleh ilmuwan Jerman, G.A. Kausche dan H. Ruska pada tahun 1939.

Sampai saat ini masih terjadi perdebatan dalam mengklasifikasikan virus sebagai makhluk hidup atau bukan. Virus memiliki ciri makhluk hidup karena memiliki DNA dan dapat berkembang biak, sedangkan disebut sebagai benda mati karena tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas.

Baca: [ Mengenal Virus Ebola: Gejala dan Penyebarannya ]

Penyakit yang Disebabkan oleh Virus

Virus memang lebih identik dikenal sebagai penyebab penyakit. Penyakit yang disebabkan oleh virus tidak hanya menyerang manusia, tetapi juga pada hewan dan tanaman. Bahkan sejarah penemuan virus pertama kali bermula dari penelitian penyakit pada tanaman tembakau. Virus hanya bisa hidup di dalam sel hidup, dengan menginvasi dan memanfaatkan sel tersebut.

Infeksi virus terhadap sel hidup bisa mengakibatkan efek yang kecil, atau bahkan tidak memiliki efek sama sekali. Namun infeksi virus juga dapat mengakibatkan kerusakan sel, bahkan kematian sel hidup yang menjadi inangnya.

Beberapa penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus adalah seperti: influenza yang disebabkan oleh satu atau beberapa virus sekaligus; AIDS yang disebabkan oleh virus HIV; herpes yang disebabkan oleh virus herpes simpleks; kanker leher rahim yang disebabkan oleh papiloma virus; penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2; dan beragam jenis penyakit lainnya.

Sumber rujukan:

Virologi, Bahan Ajar Teknologi Laboratorium Medik (TLM), Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Simak video pilihan kami:

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here