Cara Shalat Tahajjud

Panduan Tata Cara Shalat Tahajjud 

Salat tahajjud adalah shalat sunnat yang dikerjakan di malam hari setelah terjaga dari tidur. Salat tahajjud termasuk salat sunnat mu'akad (salat yang dikuatkan oleh syara'). Salat tahajjud dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya dua belas rekaat.
Inilah Tata Car Shalat Dhuha

Panduan Tata cara Shalat Dhuha

Shalat Dhuha adalah shalat yang dilakukan seorang muslim ketika waktu dhuha. Waktu dhuha adalah waktu ketika Matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga sebelum waktu dhuhur. Jumlah rakaat salat duha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Dan dilakukan dalam satuan 2 rakaat sekali salam.
Tata Cara Shalat Istikharah

Inilah Tata Cara Shalat Istikharah

Shalat istiharah artinya adalah salat meminta pentunjuk yang baik. Umpamanya ia akan mengerjakan pekerjaan kemudian ia ragu-ragu apakah pekerjaannya baik atau tidak, ketika itu disunatkan untuk salat istiharah dua rakaat, sesudah itu minta pentunjuk kepada Allah atas pekerjaanya yang masih diragukan. Pada dasarnya salat istikharah dapat dilaksanakan kapan saja namun dianjurkan pada waktu sepertiga malam terakhir.
Panduan Shalat Gerhana

Tata Cara Shalat Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari [Kusuf dan Khusuf]

Salat Gerhana atau salat kusufain adalah salat yang dilakukan saat terjadi gerhana rembulan maupun matahari. Salat yang dilakukan saat gerhana bulan disebut dengan salat khusuf sedangkan saat gerhana Matahari disebut dengan salat kusuf. Tata cara salat gerhana adalah sebagai berikut:
Panduan Shalat Tasbih

Panduan Tata Cara Shalat Tasbih

Shalat tasbih adalah shalat empat raka’at di dalamnya membaca tasbih sampai 75 kali setiap raka’atnya yaitu 15 kali setelah membaca surat, 10 kali pada saat rukuk, sepuluh kali pada waktu I’tidal, 10 kali pada saat sujud yang pertama, 10 kali pada saat duduk antara dua sujud, 10 kali pada saat sujud yang kedua, dan 10 kali pada waktu duduk setelah sujud.
Panduan Tata Cara Shalat Jumat

Panduan Tata Cara Shalat Jum’at

Shalat Jum’at dikatakan sah, jika memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: (1) Dilakukan di suatu daerah atau kampung. Tidak sah mendirikan shalat Jum’at di tempat yang tidak menjadi tempat tinggal, seperti lading atau jauh dari perkempungan penduduk. (2) Dilakukan berjamaah sekurang-kurangnya empatpuluh orang yang memang wajib menjalankan shalat Jum’at. (3) Dilakukan pada waktu shalat Zuhur. (4) Didahului dengan dua khutbah. Jika syarat-syarat ini tidak dipenuhi, maka akan menjadi shalat zuhur bukan shalat Jum’at.
Panduan Tata Cara Shalat IEd

Panduan Tata Cara Shalat Ied

Salat Id adalah ibadah shalat sunnat yang dilakukan setiap hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Salat Id termasuk dalam salat sunah muakkad, artinya salat ini walaupun bersifat sunnatnamun sangat penting sehingga sangat dianjurkan untuk tidak meninggalkannya. Inilah panduan tata cara slahat ied.
Doa Ramadhan

Panduan Tata Cara Shalat Witir

Jika hendak melakukan shalat Witir, maka harus menata niat dalam hati. Agar terbantu penataan niat dalam hati ini, maka sebaiknya niat tersebut dilafalkan. Adapun niat shalat Witir adalah sebagai berikut: Ushalli sunnatal-witri rak’ataini ma`muman/imaman lillahi ta’ala (Saya berniat mendirikan shalat sunnah witir dua rekaat karena Allah).
Cara Shalat Tarawih

Tata Cara Shalat Tarawih

Salat Terawih adalah shalat sunnat yang dilakukan khusus hanya pada bulan Ramadhan. Tarawih dalam bahasa Arab adalah bentuk jama’ dari tarawih yang diartikan sebagai "waktu sesaat untuk istirahat". Waktu pelaksanaan salat sunnat ini adalah selepas Isya’, biasanya dilakukan secara berjama'ah di masjid. Bagaimana cara melakukan Shalat Tarawih?
Panduan Shalat Jenazah

Panduan dan Tata Cara Shalat Jenazah

Salat Jenazah adalah jenis salat yang dilakukan untuk jenazah muslim. Setiap muslim yang meninggal baik laki-laki maupun perempuan wajib disalati oleh muslim lain yang masih hidup. Adapun hukum shalat jenazah adalah hukum fardhu kifayah. Berikut ini adalah panduan tata cara Shalat Jenazah
Cara Jamak dan Qashar Shalat

Tata Cara Shalat Jama’ dan Qashar 

Tata cara menjama’ shalat ada dua macam, yaitu jama’ taqdim dan jama’ ta’khir. Jama’ taqdim adalah jama’ antara Zuhur dan Asar dilakukan pada saat Zuhur dan jama’ antara Maghrib dan Isya’ dan dilakukan pada wktu maghrib. Syarat-shyarat jama’ taqdim adalah: (1) Dilakukan secara berurutan, yaitu shalat Zuhur dulu baru Asar dan Maghrib dulu baru Isya’.
Tata cara shalat berjamaah

Inilah Tata Cara Shalat berjamaah 

Shalat berjamaah adalah shalat yang dilakukan bersama-sama, sekurang-kurangnya dilakukan oleh dua orang, di mana yang satu bertindak sebagai imam dan yang satunya bertindak sebagai makmum. Shalat berjamaah tetap dilakukan dengan seorang imam yang makmumnya seorang anak kecil ataupun wanita. Shalat berjamaah hukumnya fardlu kifayah dalam shalat fardhu bagi laki-laki yang bermukim dalam suatu wilayah. Sedangkan pada shalat Jum’at, berjamaah adalah hukumnya wajib.
Zikir dan Doa Setelah Shalat

Panduan Zikir dan Doa Setelah Shalat

Setelah selesai shalat dianjurkan berzikir kepeda Allah baik ketika shalat sendirian ataupun berjamaah. Dalam shalat berjamaah, zikir juga dilakukan dengan berjamaah dan imam yang memimpin zikir mengeraskan suaranya sehingga makmum bisa mendengar dan mengikuti zikirannya.
Rukun dan Sunnah Shalat

Rukun dan Sunnah dalam Shalat

Terdapat tiga belas rukun yang wajib dijalankan dalam shalat. Rukun-rukun tersebut ada yang ada dalam hati, ada yang dalam bentuk ucapan, dan ada pula yang berupa gerakan-gerakan tubuh. Rukun-rukun tersebut adalah sebagai berikut:
Tata Cara Tayamum

Tata Cara Tayammum Sebagai Pengganti Wudhu dan Mandi

Ada lima syarat dalam melakukan tayammum, yaitu: (1) Mencari air sebelum menjalankan tayammum; (2) Menyengaja memakai debu yang sangat lembut yang bersih dari najis dan kotoran serta tidak bercampur kerikit, sebab jika bercampur kerikil tidak diperbolehkan; (3) Tayammum dilakukan setelah masuk waktu shalat; (4) Tayammum hanya berlaku untuk satu shalat fardlu; (5) Tidak haid maupun nifas bagi wanita / perempuan.
Cara mandir besar, sunnah mandi besar

Tata Cara Mandi untuk Menghilangkan Hadast Besar

Mandi besar atau yang juga dikenal dengan istilah mandi wajib adalah meratakan air ke seluruh tubuh dengan niat membersihkan dan mengangkat hadats besar. Adapun hukum mandi besar adalah wajib. Cara menghilangkan hadats besar adalah dengan membasuh seluruh tubuh mulai ujung rambut sampai ujung kuku. Dari A’isyah Ra. menuturkan: Rasulullah Saw.
Tata Cara berwudu, rukun wudhu, sunnah wudhu

Adab dan Tata Cara Berwudhu

Ada lima syarat yang harus dipenuhi dalam berwudhu: (1) Muslim, yaitu seorang yang berwudhu haruslah seorang muslim; (2) Mumayyiz, yaitu seorang yang berwudhu haruslah sudah bisa membedakan antara yang baik dan tidak (baligh); (3) Tidak ada anggota tubuh yang wajib diwudhui terhalang oleh sesuatu yang mencegah air membasahinya; (4) Airnya harus berupa air suci yang menyucikan; (5) Tidak ada halangan syara’, seperti sedang haid atau nifas.
Cara membersihkan kotoran

Tata Cara Membersihkan diri (istinja’) Menurut Fikih

Istinja’ secara bahasa adalah terlepas atau selamat. Sedangkan menurut istilah, istinja’ adalah menghilangkan kotoran dan najis setelah buang air besar ataupun air kecil. Beristinja’ hukumnya wajib bagi setiap kaum muslim setelah buang air besar maupun baung air kecil. Sebab segala yang keluar dari alat kelamin maupun anus itu najis, selain mani. Beristinja’ bisa dilakukan dengan tiga cara. Pertama, membasuh dan membersihkan tempat keluarnya kotoran itu sampai bersih.
bersuci, macam hadast, cara mensucikan hadast

Macam Hadast dan Cara Bersuci

Hadats kecil itu ada lima macam, yaitu: (1) Apa yang keluar dari alat kelamin ataupun anus, seperti, keluar angin, buang air besar, maupun buang air kecil. Hal ini sesuai dengan firman Allah yang artinya: “… atau kembali salah seorang dari kamu dari tempat buang air (kakus/WC)….” (QS. Al-Ma’idah [5]: 6). (2) Tidur yang tidak tetap (bersandar). Dari Mua’wiyah Ra. ia menuturkan: Rasulullah Saw. bersabda, “Mata itu pengikat dubur. Maka ketika kedua mata itu telah tertidur, terlapaslah pengikat itu.” (HR. Ahmad dan Thabrani). (3) Hilang akal karena mabuk ataupun sakit. Rasulullah Saw. telah bersabda, “Telah diangkat pena dari tiga perkara: dari anak-anak sehingga ia dewasa, orang tidur sehingga ia bangun, dan dari orang gila sehingga ia sehat kembali.” (HR. Abu Dawud dan Ibn Majah).
macam najis, cara bersuci dari najis

Macam Najis dan Cara Mensucikannya

Fikih mengenal tiga macam najis, yaitu najis mukhaffafah (najis yang ringan), mutawassithah, (najis yang sedang), dan mughaladhah (najis yang berat). Najis Mukhaffafah adalah najis yang berasal dari air kencing bayi laki-laki yang belum berumur dua tahun dan hanya meminum air susu ibunya. Cara menyucikannya cukup menyiramkan air pada badan, pakaian, ataupun tempat yang terkena najis. Nabi Saw. bersabda, “Dicuci/dibasuh karena kencing anak perempuan dan disiram/dipercikkan air karena kencing anak laki-laki.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i). Jadi, seluruh air kencing dan kotoran wajib dibasuh, kecuali air kencing bayi laki-laki yang belum berumur dua tahun dan hanya meminum air susu ibunya.