Tata Cara Mandi untuk Menghilangkan Hadast Besar

6
4020

Ada beberapa hal yang disunnahkan dalam mandi besar, yaitu: (1) Membaca basmalah terlebih dahulu; (2) Mencuci tangan sebelum memasukkannya ke dalam wadah air; (3) Berwudhu terlebih dahulu; (4) Menggosok tangan ke anggota badan; (5) Memulai dengan membasuh bagian kanan dari tubuh; (6) Melakukannya masing-masing tiga kali.

Bagi mereka yang  masih berhadats besar, tidak boleh melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) Melaksanakan shalat; (2) Melakukan thawaf; (3) Memegang, membawa dan mengangkat mushaf al-Qur’an; (4)  Membaca  al-Qur’an; (5) Berdiam  diri dan i’tikaf  di dalam masjid.

Beberapa larangan tambahan ditetapkan bagi perempuan yang sedang mengalami haid. Pelbagai jenis larangan di atas ditambah dengan beberapa larangn khusus perempuan lainnya, yaitu (1) Bersenang-senang bersama suami dengan apa yang antara pusar dan lutut; (2) Puasa sunnat maupun wajib; (3) Dijatuhi talaq (cerai). Talaq yang dijatuhkan kepada perempuan tidak boleh dijatuhkan pada saat perempuan tersebut sedang mengalami haidh.

Selain mandi besar atau mandi wajib, maka ada mandi yang disunnahkan. Adapun mandi-mandi yang disunnahkan adalah: (1) Mandi sebelum berangkat untuk shalat Jum’at. Dari Umar Ra. menuturkan: Rasulullah Saw. bersabda, “Bila salah seorang di antara kamu akan mendatangi shalat Jum’at, maka hendaklah kamu mandi.” (HR. Muslim). (2) Mandi sebelum shalat Idul Fitri; (3) Mandi sebelum shalat Idul Adha; (4) Mandi sebelum shalat Istisqa’; (5) Mandi sebelum shalat Kusuf; (6) Mandi sebelum shalat Khusuf; (7) Mandi setelah memandikan janazah; (8) Mandinya orang kafir setelah masuk Islam; (9) Mandinya orang gila setelah waras; (10) Mandi sebelum melaksanakan Ihram, yaitu ketika hendak memakai pakaian haji/umrah; (11) Mandi sebelum masuk Mekkah; (12) Mandi sebelum bermalam di Muzdalifah; (13) Mandi sebelum melempar jumrah; (14) Mandi sebelum Thawaf; (15) Mandi sebelum Sa’i; (16) Mandi sebelum masuk kota Medinah.

Syarat-syarat dan hal-hal yang dimakruhkan dalam mandi besar adalah sama dengan syarat dan kemakruhan yang ada dalam wudhu.

Sumber: 

Imam Taqiyuddin Abu Bakar bin Muhammad al-Husaini al-Dimasyqi, Kifayah al-Akhyar, Semarang: Makrabah Keluarga, Tanpa Tahun.

Chatibul Umam, dkk, Fiqih untuk Madrasah Tsanawiyah, Kudus: Menara Kudus, 2004.

 

Foto Ilustrasi: Pixabay.com

 

Berbagi dan Diskusi

6 COMMENTS

  1. […] Mandi besar atau yang juga dikenal dengan istilah mandi wajib adalah meratakan air ke seluruh tubuh dengan niat membersihkan dan mengangkat hadats besar. Adapun hukum mandi besar adalah wajib. Cara menghilangkan hadats besar adalah dengan membasuh seluruh tubuh mulai ujung rambut sampai ujung kuku. Dari A’isyah Ra. menuturkan: Rasulullah Saw. pernah mandi jinabat, beliau mulai mencuci kedua tangannya, lalu beliau menyiramkan dengan yang kanan atas yang kiri, lalu beliau mencuci kemaluannya, lalu berwudhu, lalu beliau mengambil air, lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke pangkal rambut, lalu beliau menyiram kepadanya tiga siraman, lalu beliau menyiramkan ke seluruh badannya, kemudian mencuci kedua kakinya.” (HR. Muttafaq ‘Alaih). Ada beberapa hal yang mewajibkan mandi besar, yaitu: (1) berhubungan kelamin, baik keluar mani ataupun tidak; (2) Keluarnya mani, baik dalam keadaan sadar ataupun ketika bermimpi; (3) Mati selain mati syahid, maka kaum muslim yang hidup wajib memandikannya; (4)  […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here