Perbedaan Virus dan Bakteri yang Perlu Anda Tahu

0
525
virus dan bakteri
Gambar ilustrasi pixabay.com.

Pada masa lampau, sebelum ditemukan alat bantu untuk melihat virus, para ilmuwan menganggap bahwa virus adalah sama dengan bakteri. Penelitian tentang virus baru dimulai ketika Adolf Meyer, seorang peneliti di Jerman, pada tahun 1883 melakukan penelitian mengenai penyakit mosaik pada tanaman tembakau.

Penelitian yang dilakukan oleh Adolf Meyer kemudian dilanjutkan oleh peneliti-peneliti lain dari berbagai negara, dengan hasil dan kesimpulannya masing-masing. Sebagian peneliti masih menganggap bahwa penyakit mosaik pada tanaman tembakau disebabkan oleh bakteri. Sebagian peneliti lain, mengungkapkan penyebab penyakit mosaik berasal dari mikroorganisme yang berbeda dengan bakteri.

Baru pada tahun 1935, Wendell Meredith Stanley dari Amerika Serikat berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik pada tanaman tembakau. Partikel inilah yang di masa sekarang dikenal sebagai virus mosaik tembakau. Virus mosaik tembakau merupakan virus yang pertama kali divisualisasikan menggunakan mikroskop elektron oleh ilmuwan Jerman, G.A. Kausche dan H. Ruska pada tahun 1939.

Meski telah ditemukan fakta bahwa virus dan bakteri merupakan mikroorganisme yang berbeda. Sampai saat ini masih banyak orang yang menganggap virus dan bakteri adalah sama. Ukurannya yang sama-sama berukuran sangat kecil memang menjadikan tidak mudah untuk mengidentifikasi virus dan bakteri. Nah, agar bisa memahami perbedaan virus dan bakteri, berikut penulis sajikan rangkumannya.

Baca: [ Sejarah Penemuan Virus di Dunia ]

Ukuran Virus dan Bakteri

Virus merupakan agen infeksius terkecil yang memiliki ukuran diameter sekitar 20 nanometer hingga 300 nanometer. Sebagai mikroorganisme yang memiliki ukuran sangat kecil, virus hanya bisa dilihat dengan alat bantu mikroskop elektron. Sementara bakteri, ukurannya lebih besar dari virus. Bakteri umumnya memiliki ukuran lebih dari 1000 nanometer, sehingga bisa dilihat menggunakan mikroskop cahaya.

Cara Hidup Virus dan Bakteri

Sebagai mikroorganisme yang tidak memiliki perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri. Virus hanya dapat bereproduksi (hidup) di dalam sel hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel tersebut. Agar dapat hidup, virus harus selalu berada di dalam sel organisme hidup lainnya alias membutuhkan inang. Oleh karena itulah virus disebut sebagai parasit obligat intraseluler.

Berbeda dengan bakteri yang bisa hidup di dalam sel hidup maupun sel mati. Bakteri juga bisa hidup di dalam sel maupun di luar sel. Sebagai makhluk hidup, bakteri bisa hidup di dalam air, tanah, udara, dan juga bisa hidup di dalam sel organisme (manusia, hewan, tanaman) lainnya, baik sel hidup maupun sel mati.

Sampai saat ini masih terjadi perdebatan dalam mengklasifikasikan virus sebagai makhluk hidup atau bukan. Virus memiliki ciri makhluk hidup karena memiliki DNA dan dapat berkembang biak, sedangkan disebut sebagai benda mati karena tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas.

Cara Virus dan Bakteri Berkembang Biak

Virus berkembang biak dengan cara perbanyakan diri dari partikel asam nukleat (DNA atau RNA), sesudah virus menginfeksi suatu sel. Asam nukleat partikel virus yang menginfeksi sel, akan mengambil alih kekuasaan dan pengawasan sistem enzim hospesnya (inangnya), sehingga selaras dengan proses sintesis asam nukleat dan protein virus.

Komponen-komponen virus kemudian dibentuk secara terpisah, dan baru digabung di dalam sel hospes tidak lama setelah dibebaskan. Selama proses pembebasan, beberapa partikel virus mendapat selubung luar yang mengandung lipid, protein, dan bahan-bahan lain yang sebagian berasal dari sel hospes. Partikel virus lengkap disebut Virion dan terdiri dari inti asam nukleat yang dikelilingi lapisan protein yang bersifat antigenik yang disebut kapsid dengan atau tanpa selubung di luar kapsid.

Bakteri berkembang biak dengan cara membelah diri dari satu sel menjadi dua sel (binary fission). Pembelahan biner terjadi ketika DNA bakteri membelah menjadi dua (mereplikasi). Proses pembelahan biner ini menghasilkan dua sel anak yang masing-masing memiliki DNA identik dengan sel induknya. Setiap sel anak bakteri merupakan klona dari sel induknya.

Baca: [ Melawan COVID-19 dengan Memahami Cara Virus Berkembang Biak ]

Lebih Berbahaya Virus atau Bakteri?

Virus dan bakteri sama-sama bisa menginfeksi manusia dan menyebabkan penyakit. Virus memang lebih identik dikenal sebagai penyebab penyakit. Sementara bakteri dikenal ada yang memiliki manfaat baik bagi manusia, dan ada juga bakteri yang jahat atau bakteri patogen.

Penyakit manusia yang disebabkan oleh infeksi virus:

  • influenza yang disebabkan oleh satu atau beberapa virus sekaligus;
  • AIDS yang disebabkan oleh virus HIV;
  • herpes yang disebabkan oleh virus herpes simpleks;
  • kanker leher rahim yang disebabkan oleh papiloma virus;
  • penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2;
  • dan beragam jenis penyakit lainnya.

Penyakit manusia yang disebabkan oleh infeksi bakteri:

  • Botulisme, dapat menyebabkan kegagalan pernapasan dan kematian pada manusia;
  • Listeri, dapat menyebabkan keguguran pada ibu hamil dan penyakit serius bagi bayi baru lahir;
  • Bacillus cereus, dapat menyebabkan diare dan muntah;
  • Norovirus, dapat menyebabkan penyakit radang lambung dan radang usus;
  • dan masih banyak bakteri jahat lainnya.

Jenis bakteri baik yang bermanfaat bagi manusia:

  • Lactobacillus rhamnosus, bakteri yang membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan manusia;
  • Lactobacillus acidophilus, bakteri yang membantu mencegah dan mengatasi diare;
  • Eschericia coli, bakteri yang membantu mencegah dan mengobati peradangan usus besar;
  • Lactobacillus reuteri, bakteri yang ada di dalam ASI dan membantu mencegah sembelit atau diare pada bayi;
  • dan masih banyak bakteri baik lainnya.

Virus dan bakteri sama-sama berbahaya jika menginfeksi manusia. Namun penanganan infeksi virus dan bakteri terhadap manusia berbeda. Infeksi bakteri bisa disembuhkan dengan pemberian antibiotik sesuai dengan dosis yang ditentukan oleh dokter. Sementara infeksi virus hanya bisa disembuhkan menggunakan vaksin atau antivirus.

Baca: [ Tips Menjaga Imunitas Tubuh Agar Terhindar dari Virus ]

Cara terbaik agar terhindar dari infeksi virus dan bakteri adalah dengan melakukan pola hidup sehat, agar imunitas tubuh selalu terjaga dengan baik. Infeksi virus dan bakteri di dalam tubuh manusia bisa dilawan dengan sistem kekebalan tubuh yang baik.

Sumber rujukan:

Virologi, Bahan Ajar Teknologi Laboratorium Medik (TLM), Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Simak video pilihan kami:

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here