Cara Mengatur Keuangan di Tengah Pandemi COVID-19

0
403
investasi tanah
Gambar ilustrasi pixabay.com.

Bekerja atau belajar di rumah selama masa pandemi penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) berdampak pada berubahnya aktivitas keseharian masyarakat. Perubahan aktivitas ini juga telah membuat kondisi perekonomian menjadi tidak stabil, bahkan berakibat pada berkurang dan hilangnya penghasilan sebagian masyarakat.

Penyebaran virus yang mengancam kondisi kesehatan hingga mengakibatkan kematian, juga telah memicu kekhawatiran dan kepanikan di tengah masyarakat. Sebagian besar orang melakukan belanja kebutuhan pokok dalam jumlah besar. Selain belanja kebutuhan kesehatan seperti masker, hand sanitizer, disinfektan, dan vitamin yang memicu kelangkaan barang di pasaran.

Kepanikan masyarakat yang demikian, sebetulnya sangat tidak tepat karena justru melakukan pemborosan. Di sisi lain, sampai saat ini belum bisa diprediksi kapan pandemi COVID-19 akan berakhir. Dalam kondisi seperti ini, setiap orang harus jeli dalam mengatur keuangan agar bisa bertahan sampai pandemi COVID-19 berakhir.

Baca: [ Melawan COVID-19 dengan Memahami Cara Virus Berkembang Biak ]

Berikut tips yang bisa dilakukan dalam mengatur keuangan di tengah pandemi COVID-19.

Mengulas Pengeluaran dan Tentukan Prioritas

Bekerja atau belajar di rumah bisa mengakibatkan pada membengkaknya pengeluaran. Pembengkakan pengeluaran ini mungkin terjadi pada biaya listrik, biaya internet, dan makanan atau camilan, yang jumlahnya menjadi semakin banyak karena semua anggota keluarga beraktivitas di rumah. Selain itu, pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan kesehatan juga bertambah, seperti pembelian suplemen atau vitamin yang jumlahnya tidak sedikit.

Kondisi yang seperti ini membuat kita perlu mengulas pengeluaran secara menyeluruh. Dengan begitu kita bisa melihat pos-pos pengeluaran mana saja yang berlebihan, kemudian bisa mempertimbangkan untuk mulai melakukan penghematan. Selain itu, kita juga bisa memeriksa pos-pos pengeluaran yang lain: seperti pengeluaran untuk transportasi; pengeluaran belanja pakaian; pengeluaran untuk jajan atau makan di luar; pengeluaran untuk hiburan; atau pos pengeluaran lain yang bisa kita kurangi atau kita alihkan untuk kebutuhan-kebutuhan yang utama.

Tentukan prioritas pengeluaran pada pemenuhan kebutuhan utama selama harus tinggal di rumah. Pangkas pengeluaran-pengeluaran yang berlebihan dengan mempertimbangkan tingkat kepentingannya. Misal, pengeluaran biaya listrik dan internet yang bisa dihemat menyesuaikan dengan kebutuhan utama untuk bekerja atau belajar di rumah. Sementara penggunaan untuk kebutuhan hiburan bisa dilakukan penghematan.

Tidak Perlu Panik dalam Berbelanja

Kekhawatiran akan berkurangnya bahan kebutuhan pokok di pasaran, memicu terjadinya kepanikan dalam berbelanja yang dilakukan oleh masyarakat. Kepanikan yang terjadi ini, tanpa disadari justru telah menimbulkan pemborosan. Pengeluaran menjadi tidak terkontrol, dan barang-barang yang dibeli banyak yang tidak sesuai kebutuhan.

Dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini, penting untuk selalu bersikap bijak dalam berbelanja. Menyediakan stok untuk memenuhi kebutuhan di rumah boleh-boleh saja. Namun tetap perhitungkan prioritas kebutuhan.

Baca: [ Sejarah Penemuan Virus di Dunia ]

Berkreasi dalam Memenuhi Kebutuhan

Bekerja atau belajar di rumah memberikan waktu luang yang lebih banyak. Hal ini bisa kita manfaatkan untuk berkreasi dalam upaya memenuhi kebutuhan. Kita bisa mencoba menanam sayuran sendiri dengan memanfaatkan pekarangan yang kita miliki. Bagi yang tinggal di perkotaan dan memiliki lahan yang terbatas, bisa mencoba menggunakan metode hidroponik.

Aktivitas menanam sayur bisa menjadi pengisi waktu senggang sebagai hiburan agar tidak merasa jenuh selama harus tinggal di rumah. Selain itu, hasil panen yang diperoleh bisa untuk memenuhi kebutuhan, dan sebagai langkah antisipasi jika sampai terjadi kelangkaan bahan pangan di pasaran.

Baca: [ Inilah Tiga Jenis Sayur yang Mudah Ditanam dan Cepat Panen ]

Menghitung Tabungan dan Aset yang Dimiliki

Dalam kondisi pandemi COVID-19 yang sulit diprediksi waktu berakhirnya, menghitung tabungan dan aset yang dimiliki menjadi penting. Tabungan dan aset inilah yang sewaktu-waktu bisa digunakan jika sampai terjadi keadaan darurat. Kondisi darurat ini seperti berkurang atau hilangnya penghasilan yang membutuhkan dana talangan untuk memenuhi kebutuhan.

Meski memiliki tabungan dan aset yang pada suatu waktu bisa kita gunakan, hal ini jangan sampai membuat kita menjadi tidak mempersiapkan langkah antisipasi lain. Tabungan dan aset adalah pilihan terakhir yang bisa kita gunakan.

Bersabar Menerima Keadaan dan Jangan Stres

Pandemi COVID-19 yang berdampak pada banyak aspek kehidupan tidak hanya sedang dialami oleh kita. Ada tetangga, saudara, masyarakat di lingkungan sekitar kita, hingga masyarakat di berbagai negara yang mengalami dampak sama. Dalam kondisi seperti ini, cara terbaik yang bisa dilakukan adalah bersabar menerima keadaan dan berusaha menjalaninya sebaik mungkin. Selalu ingat bahwa kita tidak sendiri, sehingga bisa berusaha untuk saling menguatkan satu sama lain.

Baca: [ Tips Menjaga Imunitas Tubuh Agar Terhindar dari Virus ]

Kondisi seperti ini juga jangan sampai membuat pikiran kita tegang dan mengakibatkan stres. Stres justru akan memicu melemahnya sistem kekebalan tubuh yang menjadikan Anda rentan terinfeksi virus.

Simak video pilihan kami:

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here