Daftar Makanan untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

0
884
makanan daya tahan tubuh
Gambar ilustrasi pixabay.com.

Infeksi virus dan bakteri bisa dilawan atau dicegah dengan sistem kekebalan tubuh yang baik. Beberapa hal bisa dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh: seperti menjalankan aktivitas hidup sehat dengan rajin berolahraga; mengatur waktu istirahat secara teratur; mengelola stres dengan baik; dan mengonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang.

Dalam upaya meningkatkan daya tahan tubuh, memerhatikan kandungan gizi yang ada di dalam makanan menjadi hal yang penting. Vitamin dan mineral dalam makanan yang kita konsumsi setiap hari akan berpengaruh pada kerja-kerja sel di dalam tubuh.

Berikut ini makanan yang bisa Anda pilih untuk membantu meningkatkan imunitas tubuh.

Ketela Pohon

Ketela pohon atau singkong merupakan salah satu makanan yang selama ini dikenal sebagai sumber karbohidrat. Di beberapa daerah di Indonesia, singkong juga kerap diolah sebagai makanan pengganti nasi.

Selain kandungan karbohidrat kompleks, singkong juga memiliki kandungan vitamin B, vitamin C, zat besi, mangan, kalium, kalsium, beta karoten, dan juga serat. Kandungan gizi yang ada dalam singkong, terutama kandungan vitamin B dan vitamin C inilah yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Baca: [ Perbedaan Virus dan Bakteri yang Perlu Anda Tahu ]

Talas

Daging umbinya berwarna putih, kulitnya berserat dengan warna cokelat dan tampak memiliki cincin yang melingkar pada permukaannya, serta ukurannya hampir sama dengan lobak. Talas, umbi yang satu ini sudah cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia. Talas merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki kandungan karbohidrat sebagai sumber energi.

Talas juga memiliki kandungan serat dan zat kalium yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Serat dalam umbi talas bisa dimanfaatkan sebagai obat penyakit saluran pencernaan. Sementara zat kaliumnya bermanfaat untuk menjaga kestabilan tekanan darah dan berperan besar untuk menjaga kesehatan jantung. Selain kandungan tersebut, talas juga memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada umbinya. Mengonsumsi umbi talas dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Bawang Putih

Bawang putih sudah sejak lama dikenal sebagai bahan makanan yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Bawang putih memiliki kandungan utama berupa allicin, sulfur, vitamin B kompleks, vitamin C, zat besi, mangan, fosfor, kalsium, kalium, natrium dan seng.

Mengonsumsi bawang putih secara berkala akan mencegah tubuh terinfeksi virus, jamur, atau parasit tubuh lainnya. Anda bisa mengonsumsi bawah putih dengan mencampurkannya pada olahan makanan, atau memakannya secara langsung dalam kondisi mentah.

Baca: [ Sejarah Penemuan Virus di Dunia ]

Kunyit

Kunir atau kunyit merupakan tanaman yang banyak digunakan sebagai bumbu dalam masakan. Kunyit bisa digunakan sebagai penyedap rasa, pewarna makanan, atau untuk mengawetkan makanan. Selain sebagai bumbu masak, kunyit juga bisa dimanfaatkan sebagai obat.

Kunyit memiliki kandungan berupa minyak atsiri, zat warna kurkumin, damar, flavonoid, polifenol, dan pati. Kandungan zat yang ada di dalam kunyit, terutama kurkumin yang merupakan senyawa aktif, bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kurkumin juga memiliki manfaat lain untuk mengobati demam, cacingan, diare, menambah nafsu makan, dan juga sebagai antikanker.

Jahe

Jahe selama ini populer dikenal sebagai salah satu bahan pembuat minuman penghangat badan. Ada beberapa varietas jahe yang ada di Indonesia, di antaranya jahe merah, jahe kuning atau yang dikenal dengan jahe emprit, dan jahe gajah. Dari ketiga varietas jahe tersebut, yang memiliki kandungan minyak atsiri paling banyak adalah jahe merah.

Minyak atsiri dari jahe memiliki kandungan berupa zat gingeron, zingiberin, kamfer, zingiberol, borneol, sineol, dan felandren. Selain itu, jahe juga memiliki kandungan berupa pati, oleo resin, dan gingerin. Jahe dikenal memiliki beragam manfaat untuk kesehatan tubuh, salah satunya adalah membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Mengonsumsi jahe secara berkala bisa dilakukan dengan cara membuatnya menjadi minuman, atau menjadikannya sebagai bumbu masakan.

Ekstrak Kulit Manggis

Manggis, buah musiman yang berbuahnya kerap berbarengan dengan buah durian ini, memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan pengobatan. Salah satu bagian yang bisa dimanfaatkan adalah kulit buahnya yang memiliki kandungan zat flavonoid. Flavonoid dalam kulit manggis dapat membantu memperbaiki kemampuan ploriferasi dari sel-sel imun.

Aktivitas memakan mikroorganisme dari sel-sel fagosit dalam sistem imun juga meningkat karena adanya flavonoid. Penelitian yang dilakukan membuktikan bahwa ekstrak kulit manggis berhasil menaikkan sekresi antibodi lg G pada pengidap influenza. Karena itulah, mengonsumsi ekstrak kulit manggis sangat baik untuk membantu meningkatkan imunitas tubuh.

Baca: [Tips Menjaga Imunitas Tubuh Agar Terhindar dari Virus ]

Sumber rujukan:

Ellis, Lioni, Super Plants For Super Health: Hidup Sehat dengan Memanfaatkan Tumbuhan Berkhasiat Obat di Indonesia, Metagraf, September 2017

Simak video pilihan kami:

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here