Ragam Metode Bercocok Tanam Tanpa Tanah di Sekitar Rumah

0
787
media tanam hidroponik
Gambar ilustrasi pixabay.com

Sayuran merupakan salah satu bahan pangan yang menjadi kebutuhan pokok dan setiap hari dikonsumsi oleh masyarakat. Selain bisa mendapatkannya di pasar atau swalayan, kita sebetulnya bisa membudidayakan sendiri beragam jenis sayur di sekitar rumah. Budi daya sayur tidak harus menggunakan lahan yang luas, kita bisa memanfaatkan pekarangan terbatas seadanya.

Jika tidak memiliki lahan pekarangan yang cukup untuk bercocok tanam, budidaya sayur tetap bisa dilakukan. Ada beragam metode bercocok tanam tanpa tanah yang bisa diterapkan di sekitar rumah. Ragam metode ini bahkan bisa dilakukan di dalam ruangan rumah.

Hidroponik

media tanam hidroponik
Gambar ilustrasi pixabay.com

Hidroponik dapat diartikan sebagai konsep bercocok tanam dengan memanfaatkan mineral dan air sebagai media tanam utamanya. Metode ini tidak menggunakan tanah yang umum digunakan dalam bercocok tanam. Hidroponik menjadi solusi yang tepat bagi masyarakat perkotaan yang memiliki lahan terbatas.

Konsep hidroponik yang menggantikan tanah dengan air, meyakini bahwa air yang dibantu dengan media tanam lain dapat mempercepat dan mempermudah tanaman menyerap asupan. Penyerapan asupan melalui hidroponik dipercaya lebih baik dibandingkan dengan pendekatan pertanian umumnya yang memaksimalkan fungsi tanah sebagai media tanam.

Selain air sebagai unsur penting dalam hidroponik, penggunaan media tanam selain tanah juga menjadi unsur yang berpengaruh dalam hidroponik. Tepat atau tidaknya pemilihan media tanam menentukan keberhasilan sistem bercocok tanam hidroponik yang dilakukan.

Baca: [ Mengenal Macam dan Jenis Hidroponik]

Saat ini telah cukup banyak tersedia di pasaran media tanam yang bisa digunakan dalam bercocok tanam metode hidroponik. Media tanam tersebut meliputi: rockwool, arang sekam, sabut kelapa, kerikil sintetis, hidrogel, dan jenis media tanam lainnya. Masing-masing media tanam memiliki karakter yang berbeda, bisa disesuaikan dengan jenis tanaman dan sistem hidroponik yang akan digunakan. Baca: Jenis-Jenis Media Tanam Hidroponik yang Mudah Digunakan.

Akuaponik

Gambar sistem akuaponik diambil dari bulelengkab.go.id.

Akuaponik merupakan metode bercocok tanam yang menggabungkan antara konsep akuakultur (pembudidayaan air untuk menghasilkan ikan atau lainnya) dengan konsep hidroponik. Salah satu keuntungan bercocok tanam dengan akuaponik adalah tidak diperlukannya pemberian pupuk pada tanaman maupun media tanam yang digunakan. Nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman berasal dari kotoran ikan yang ada dalam air tempat hidup ikan.

Akuaponik membutuhkan struktur penopang yang mengintegrasikan budidaya ikan dan bercocok tanam. Sebagai tempat budidaya ikan, kita bisa menggunakan kolam mini atau akuarium. Sementara sebagai tempat bercocok tanam, kita bisa menggunakan pipa dengan ukuran sesuai kebutuhan yang dilubangi sebagai tempat tumbuh tanaman. Penggunaan pompa dibutuhkan untuk mengalirkan air dari tempat budidaya ikan (kolam atau akuarium) ke tempat bercocok tanam (pipa).

Dalam metode bercocok tanam akuaponik tidak diperlukan tanah sebagai media tanamnya. Media tanam akuaponik adalah air yang mengandung banyak nutrisi dari kotoran ikan. Sementara sebagai tempat tumbuh tanaman bisa menggunakan media seperti rockwool, batu kerikil, spons, arang atau serbuk kayu.

Aeroponik

Gambar diambil dari cybex.pertanian.go.id.

Aeroponik merupakan metode bercocok tanam dengan memberdayakan udara. Metode ini tidak menggunakan tanah sebagai media tanam. Aeroponik menggunakan lembaran styrofoam yang diberi lubang dan dipadukan dengan rockwool atau busa sebagai media tanamnya. Akar tanaman akan dibiarkan menjuntai ke bawah dan menggantung di udara.

Pemberian air dan nutrisi pada tanaman dilakukan dengan cara menyemprotkan atau menyemburkan air dan nutrisi dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman. Akar tanaman yang ditanam menggantung akan menyerap nutrisi dan air yang disemprotkan kemudian memanfaatkannya sebagai pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Selain membutuhkan styrofoam dan rockwool sebagai media tanam, metode aeroponik juga membutuhkan struktur penopang dan jaringan irigasi sprinkler atau alat penyemprot air lainnya (diutamakan yang otomatis). Penyemprotan atau pengabutan air dan nutrisi pada akar tanaman dilakukan secara berkala dengan rentang waktu 15 menit sekali. Butiran air dan nutrisi yang melekat pada akar tanaman bisa bertahan selama 15-20 menit, karena itu harus dilakukan penyemprotan secara berkala agar tanaman tidak layu.[1]

Baca: [ Tiga Jenis Sayur yang Mudah Ditanam dan Cepat Panen ]

Bercocok tanam tanpa tanah di sekitar rumah bisa dimaksimalkan dengan menanam beragam jenis sayur dengan mengatur waktu penanamannya. Sehingga waktu panen bisa bergantian dan cukup untuk memenuhi kebutuhan harian. Sayuran yang dihasilkan dari metode bercocok tanam tanpa tanah juga lebih sehat dan lebih segar.

Sumber rujukan:

[1] Menanam dengan Sistem Aeroponik, Cybex Kementerian Pertanian, diakses pada 13 April 2020.

Simak video pilihan kami:

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here