Memahami Teknik Dasar Membuat Karya Bonsai

0
399
cara membuat bonsai
Gambar ilustrasi pixabay.com.

Sebuah karya seni umumnya tercipta dari ekspresi pikiran dan perasaan seniman yang berwujud dan terindera. Pada seni bonsai, karya yang tercipta tidak bisa dilepaskan dari medium yang digunakan, yakni pohon hidup. Sehingga penciptaan karya seni bonsai sangat ditentukan oleh medium seni (pohon) yang berpadu dengan ekspresi pikiran dan perasaan dari senimannya.

Penting bagi seniman bonsai untuk memahami tentang anatomi pohon. Setiap pohon memiliki sifat pertumbuhan dan perkembangannya masing-masing yang berbeda antara satu dengan lainnya. Selain itu, seniman bonsai juga perlu menguasai teknik dalam pembuatan bonsai. Penguasaan teknik pembuatan bonsai akan memungkinkan seorang seniman mencipta karya seni yang mempunyai nilai estetis dan daya pesona yang kuat.

Rudy Najoan, dalam Seni Bonsai Indonesia menyebutkan, teknik seni bonsai berkaitan erat dengan pengaturan garis pada anatomi pohon, juga berkaitan erat dengan penataan pohon di wadah tertentu beserta aksesori pendukungnya. Berikut adalah hal-hal yang perlu dipahami sebagai teknik dasar mencipta karya bonsai yang penulis rangkum dari buku Seni Bonsai Indonesia.

Bentuk

Bentuk penampilan anatomi bonsai secara keseluruhan selalu berorientasi pada struktur tiga dimensi. Struktur tiga dimensi meliputi panjang, lebar, dan tinggi. Bentuk bonsai merupakan satu kesatuan dari seluruh susunan anatomi pohon dan unsur-unsur lainnya.

Bidang

Setiap anatomi pohon memiliki bidang masing-masing, yakni bidang anatomi akar, bidang anatomi batang, bidang anatomi cabang, bidang anatomi ranting, dan bidang anatomi daun. Selain bidang yang melekat pada anatomi pohon, ada juga bidang yang mengisi dan menata kelengkapan faktor pendukung seni bonsai.

Ruang

Sebagai sebuah karya seni yang berpenampilan multidimensi, seni bonsai membutuhkan penataan ruang yang penting sebagai kelengkapan dimensi. Penataan ruang ini meliputi ruang yang terisi dan ruang kosong. Ruang yang terisi adalah ruang tempat menampilkan diri unsur-unsur seni bonsai, seperti menampilkan batang, dahan, ranting, dan lainnya.

Sedangkan ruang kosong adalah ruang yang tidak terhalangi apa pun yang mendukung nilai estetis dari seni bonsai. Pada ruang kosong inilah, seorang pengamat bisa menemukan imajinasi dan penghayatan dari gerak irama anatomi pohon bonsai, bahkan pada kedalaman rasanya.

Baca: [ Filosofi Bonsai: Seni Adalah Sebuah Kejujuran ]

Perspektif

Selain ruang, seni bonsai juga membutuhkan perspektif yang terkait dengan garis ukuran (garis bantu) untuk menimbulkan kesan-kesan estetis ketika dilihat dari beberapa sudut pandang. Dengan perspektif ini, penampilan sebuah karya bonsai akan memberikan kesan pandang seperti tampak jauh, tampak dekat, tampak tinggi, tampak rendah, tampak luas, tampak sempit, atau lainnya.

Proporsi

Proporsi dalam seni bonsai adalah kesesuaian dan keselarasan ukuran dari masing-masing unsur yang melekat pada karya bonsai. Proporsi terkait dengan keseimbangan bentuk seperti diameter, tinggi, jarak, penataan komposisi anatomi, dan unsur-unsur pendukung lainnya. Bonsai yang bagus adalah bonsai yang proporsional, atau seimbang ukuran-ukuran unsur pembentuknya.

Dimensi

Sebagai seni tiga dimensi, pengertian dimensi dalam seni bonsai sangatlah luas. Bahkan, seni bonsai dapat dikatakan sebagai seni yang menganut multidimensi. Multidimensi tersebut meliputi: dimensi bentuk; dimensi arah; dimensi waktu; dimensi khayal; dimensi gerak; dan dimensi diam.

Komposisi

Komposisi dalam seni bonsai dimaknai sebagai susunan dari unsur-unsur yang ada dalam sebuah bonsai. Menampilkan keindahan yang dimunculkan dari sebuah bonsai perlu mengatur bentuk-bentuk garis komposisi pada bidang-bidang tertentu. Komposisi dalam seni bonsai bisa berupa komposisi ruang yang terisi, komposisi ruang kosong, dan komposisi lainnya.

Baca: [ Jenis-Jenis Tanaman untuk Membuat Bonsai ]

Harmoni

Agar sebuah bonsai memiliki daya tarik dan pesona yang kuat, diperlukan keselarasan dan keseimbangan dari seluruh unsur yang ada dalam sebuah bonsai. Keselarasan dan keseimbangan ini mempunyai hubungan yang tampak harmonis.

Keseimbangan

Keseimbangan dalam sebuah bonsai memiliki dua unsur. Unsur yang pertama adalah keseimbangan dari bidang-bidang yang terlihat dalam penampilan bonsai. Bidang-bidang ini meliputi: kematangan anatomi; dimensi; komposisi, proporsi; dan kelengkapan lain yang terkait dengan kreativitas dan inovasi seniman bonsai.

Unsur yang kedua adalah keseimbangan rasa yang tersembunyi dalam penampilan lahiriah sebuah bonsai. Keseimbangan rasa ini terkait dengan daya tarik dan daya pesona yang muncul dari wujud lahiriah sebuah bonsai. Unsur ini bersifat subjektif, karena menyangkut selera dan rasa.

Sumber rujukan:

Najoan, Rudy. 2015. Seni Bonsai Indonesia Teori, Aplikasi dan Apresiasi. Banten: Exchange.

Simak video pilihan kami:

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here