Jenis Sayuran Cepat Panen untuk Bercocok Tanam di Rumah

0
478
sayuran cepat panen
Gambar ilustrasi pixabay.com.

Ketika harus berada di rumah dalam waktu yang cukup lama, ada banyak hal yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah aktivitas bercocok tanam sayuran dengan memanfaatkan pekarangan sekitar rumah. Jika tidak memiliki lahan yang cukup, kita bisa bercocok tanam dengan metode tanpa tanah seperti metode hidroponik, akuaponik, atau aeroponik.

Menanam sayuran sendiri memiliki beragam kelebihan. Kita bisa memastikan sayuran yang kita konsumsi adalah bahan pangan sehat yang bebas dari bahan kimia berbahaya. Sayuran yang sehat bisa didapatkan dari bercocok tanam dengan konsep organik. Selain itu, kita bisa menghemat pengeluaran belanja kebutuhan bahan pangan rumah tangga.

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan ketika hendak bercocok tanam sayuran di rumah. Pertama, pemilihan metode bercocok tanam yang akan dilakukan. Pilihan metode bercocok tanam akan berpengaruh pada kebutuhan media tanam yang harus disiapkan. Hal penting yang kedua, pemilihan jenis sayuran yang hendak ditanam.

Mengingat bercocok tanam dilakukan di sekitar rumah dan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, ada baiknya memilih jenis sayuran yang mudah ditanam dan cepat panen. Berikut ini jenis-jenis sayuran cepat panen yang bisa jadi pilihan bercocok tanam di sekitar rumah.

Kangkung

Kangkung merupakan salah satu sayuran yang menjadi favorit banyak orang. Ada dua jenis kangkung yang umumnya dibudidayakan oleh petani, yakni kangkung darat dan kangkung air. Kangkung air umumnya ditanam pada media tanam berair, sementara kangkung darat umumnya ditanam pada media tanam padat dengan penyiraman secara teratur.

Jika hendak menanam di sekitar rumah, sebaiknya memilih jenis kangkung darat. Kangkung darat ditanam dengan menggunakan biji yang disemai terlebih dahulu, atau ditanam langsung pada media tanam. Kangkung darat tumbuh tegak dan perawatannya juga mudah. Cukup melakukan penyiraman dan pemupukan secara berkala. Kangkung darat dapat dipanen setelah usia tanam 30 hari sampai dengan 45 hari.

Sawi Hijau

Sawi Hijau merupakan jenis sayuran yang bisa tumbuh di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Sawi hijau termasuk jenis sayuran yang mudah ditanam dan mudah juga dalam perawatannya. Sawi hijau ditanam dari biji yang bisa ditanam langsung pada media tanam.

Selain penyiraman dan pemupukan, pada saat penanaman perlu diperhatikan jarak tanam antara satu tanaman dengan lainnya. Hal ini penting karena tanaman sawi hijau akan tumbuh dengan daun yang melebar ke arah samping. Sawi hijau sudah bisa dipanen pada usia tanam 40 -50 hari sejak tanam dari biji.

Baca: [ Syarat Media Tanam yang Baik untuk Menanam Sayur ]

Bayam

Ada dua jenis bayam yang umumnya ditanam oleh petani, yakni bayam petik dan bayam cabut. Tanaman bayam petik bisa tumbuh menjadi tinggi dan besar, sementara bayam cabut tumbuh lebih pendek. Cara panen bayam petik adalah dengan memetik daun mudanya, sementara cara panen bayam cabut adalah dengan mencabut tanaman secara langsung dari media tanam.

Bayam ditanam dari biji yang bisa langsung ditanam pada media tanam. Cara perawatan bayam juga cukup mudah, hanya perlu mengatur waktu penyiraman dan pemupukan saja. Bayam sudah bisa dipanen pada usia tanam 25 hari. Bayam petik bisa dipanen 4-5 hari sekali. Sedangkan bayam cabut dipanen menyesuaikan dengan jumlah tanamannya, karena satu tanaman hanya bisa panen satu kali.

Mentimun

Mentimun adalah salah satu jenis sayuran buah dengan tanaman yang menjalar dan bisa tumbuh dengan baik pada iklim tropis, seperti di Indonesia. Tanaman mentimun umumnya dirambatkan pada bambu atau tempat rambat lainnya untuk mengendalikan arah tumbuh sulur yang menjalar. Tanaman mentimun ditanam dari biji. Dengan perawatan dan pemupukan yang baik, panen mentimun sudah bisa dimulai pada usia tanam 35 hari.

Buah mentimun tidak bisa dipanen secara serentak. Buah mentimun akan muncul dan berkembang secara bergantian, tapi dengan rentang waktu yang pendek. Panen mentimun bisa dilakukan secara berkala 2-3 hari sekali sampai tanaman mentimun tidak produktif.

Buncis

Tanaman buncis dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni tanaman buncis rambat dan tanaman buncis tegak. Keduanya sama-sama baik ditanam di daerah dataran rendah maupun dataran tinggi. Cara paling baik menanam buncis adalah dengan menanam langsung biji buncis pada media tanam, tanpa perlu mekakukan penyemaian terlebih dahulu.

Buncis tegak dan bucis rambat memiliki usia tanam yang berbeda. Buncis tegak sudah bisa dipanen pada usia tanam 45 hari. Sementara buncis rambat membutuhkan usia tanam yang lebih lama, yakni 60 hari.

Baca: [ Jenis Media Tanam Hidroponik yang Mudah Digunakan ]

Lobak

Lobak merupakan salah satu jenis sayuran yang bisa ditanam di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Namun tempat budi daya lobak yang paling baik adalah di daerah dataran tinggi. Lobak ditanam dari biji yang bisa ditanam langsung pada media tanam.

Jika hendak menanam lobak, sebaiknya membeli biji lobak untuk varietas yang genjah. Dengan perawatan dan pemupukan yang baik, lobak varietas genjah sudah bisa dipanen pada usia tanam 25-30 hari. Sementara lobak varietas biasa, umumnya baru bisa dipanen pada usia tanam 60-80 hari.

Simak video pilihan kami:

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here