Meratakan Pertumbuhan Batang Tersier Anggur Sistem “Single Cordon”

0
785
meratakan batang tersier anggur
Meratakan pertumbuhan batang tersier pohon anggur bisa dilakukan dengan teknik pemangkasan.

Ada beragam metode yang bisa dipilih dalam budi daya pohon anggur. Salah satunya adalah dengan menggunakan sistem batang tunggal atau yang populer dikenal dengan sistem single cordon. Budi daya pohon anggur menggunakan sistem single cordon memiliki sejumlah kelebihan.

Sistem single cordon lebih memudahkan dalam pembentukan batang dan percabangan pohon anggur. Sehingga tidak diperlukan pemangkasan bentuk untuk mendapatkan batang primer dan sekunder, seperti yang lazim dilakukan pada metode budi daya pohon anggur umumnya. Pembentukan batang sekunder dilakukan dengan membengkokkan arah tumbuh dari batang primer menyesuaikan dengan konsep budi daya, baik menggunakan trelis, para-para, maupun tabulampot. Dengan cara tersebut, sistem single cordon lebih menghemat waktu.

Pada budi daya anggur menggunakan sistem single cordon, pembentukan batang tersier bisa dilakukan menggunakan tunas air. Tunas air maupun tunas utama atau tunas bud sama-sama baik jika digunakan sebagai batang tersier. Penggunaan tunas air sebagai batang tersier juga lebih menghemat waktu, karena tunas air biasanya akan tumbuh bersamaan dengan pertumbuhan batang primer maupun sekunder.

Meratakan Pertumbuhan Batang Tersier

Ketika proses pembentukan batang tersier menggunakan tunas air, hal penting yang perlu diperhatikan adalah memastikan pertumbuhan semua batang tersier tumbuh secara merata. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan batang tersier yang memiliki bentuk dan ukuran relatif sama. Pertumbuhan merata dari batang tersier akan membuat distribusi nutrisi pada pohon anggur menjadi merata. Sehingga diharapkan, produksi buah dari pohon anggur akan menjadi maksimal.

Pertumbuhan tunas air yang akan digunakan sebagai batang tersier umumnya tidak seimbang. Ada tunas air yang tumbuh lebih cepat dari tunas lainnya. Dengan kondisi demikian, maka kita perlu memanipulasi pertumbuhannya agar merata. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pemangkasan pada ujung tunas air, ketika panjang dan jumlah mata tunas pada batangnya sudah mencukupi.

Persiapan Pemangkasan

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pemangkasan pada ujung tunas air yang akan menjadi batang tersier. Jangan melakukan pemangkasan ketika musim hujan, dimana biasanya PH tanah sedang tidak stabil dan berpengaruh pada pertumbuhan tanaman. Pemangkasan pada saat musim hujan juga meningkatkan risiko pohon anggur terserang penyakit dan bisa mengakibatkan kematian.

Sebelum melakukan pemangkasan, periksa salah satu cabang dengan memotong bagian terujung. Pastikan ujung cabang yang dipotong meneteskan air, ini menandakan pohon anggur sedang dalam kondisi sehat dan subur. Jika cabang yang dipotong tidak mengeluarkan air, lebih baik urungkan pemangkasan. Lakukan pemupukan dan penyiraman sampai kondisi pohon menjadi sehat dan subur.

Teknik Pemangkasan

Pemangkasan pada ujung batang tersier biasanya dilakukan ketika batang sudah memiliki jumlah mata tunas lebih dari 13 mata tunas. Artinya setiap batang tersier disiapkan memiliki 13 mata tunas yang akan tumbuh menjadi cabang pembuahan. Dengan melakukan pemangkasan seperti ini, maka distribusi nutrisi bisa teralihkan pada cabang tersier lain. Sehingga pertumbuhan batang tersier semuanya bisa merata, dan menghasilkan batang tersier dengan bentuk dan ukuran yang relatif sama.

Selain pemangkasan pada ujung batang tersier, hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan pemangkasan pada tunas air yang tumbuh pada batang tersier. Namun pemangkasan tunas air pada batang tersier tidak dilakukan sampai habis. Pemangkasan tunas air pada batang tersier dilakukan dengan menyisakan satu mata tunas pada batang tunas airnya. Dengan cara seperti ini, maka pertumbuhan tunas air pada batang tersier bisa terkontrol, karena tunas air tetap dibutuhkan untuk membantu mempercepat pertumbuhan dan pembesaran batang tersier.

Ketika batang tersier pohon anggur telah terbentuk secara merata, hal berikutnya yang perlu dilakukan adalah menyiapkan cabang pembuahan. Cabang pembuahan lebih disarankan untuk menggunakan tunas utama atau tunas bud yang tumbuh pada batang tersier. Artinya penggunaan tunas air hanya sampai pada pembentukan batang tersier.

Simak video tentang cara meratakan pertumbuhan batang tersier berikut:

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here