Kiat Menanam Pohon Anggur dalam Pot

0
650
anggur dalam pot
Gambar diambil dari akun Twitter Dinas Pertanian Grobogan.

Menanam pohon anggur dalam pot merupakan salah satu bentuk modifikasi cara budi daya pohon anggur yang umumnya dilakukan di perkebunan atau pekarangan. Menanam anggur dalam pot, bisa menjadi solusi bagi sebagian orang yang memiliki keterbatasan lahan untuk bercocok tanam. Meski ditanam di dalam pot dengan ruang tumbuh yang terbatas, pohon anggur tetap bisa tumbuh dan berbuah dengan baik.

Pohon anggur dapat tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah yang memiliki musim kemarau panjang, berkisar 4-7 bulan. Curah hujan yang dibutuhkan oleh pohon anggur adalah 800 mm/tahun. Keadaan hujan yang terus menerus kurang baik bagi pohon anggur, karena dapat merusak premordial/bakal bunga, serta dapat menimbulkan serangan hama dan penyakit.

Tanaman anggur membutuhkan sinar matahari yang banyak dengan udara kering. Kondisi ini sangat baik bagi pertumbuhan vegetatif dan pembuahan. Suhu rata-rata maksimal siang hari 31 derajat celcius dan suhu rata-rata minimal malam hari 23 derajat celcius, dengan kelembapan udara 75-80 persen.

Media Tanam Anggur dalam Pot

Penanaman dan perawatan pohon anggur dalam pot, sebetulnya tidak jauh berbeda dengan pohon anggur yang ditanam di lahan. Pohon anggur membutuhkan tanah atau media tanam yang poros dan kaya akan unsur hara makro maupun mikro. Media tanam yang baik untuk pohon anggur bisa menggunakan tanah lempung berpasir yang dicampur dengan pupuk kandang atau pupuk kompos. Selain itu, derajat keasaman tanah (pH) juga penting untuk diperhatikan. Pohon anggur bisa tumbuh baik pada media tanam yang memiliki pH berkisar 6,5 – 7,0.

Selain media tanam, pemilihan pot atau wadah yang digunakan menjadi penting. Menanam anggur dalam pot sebaiknya menggunakan pot dengan kapasitas minimal 50 liter atau lebih. Pot yang digunakan bisa berbahan plastik, tanah, karung, atau bahan lainnya yang kuat dan memiliki lubang resapan yang baik.

Pohon anggur yang ditanam dalam pot juga membutuhkan penyangga untuk menopang pertumbuhannya. Mengingat pohon anggur tumbuh dengan merambat atau menjalar. Penyangga atau disebut ajir, bisa dibuat dari bahan bilah bambu, kayu, atau bahan lainnya yang mudah didapatkan. Satu pot membutuhkan 3 sampai 4 buah ajir dan kawat yang dibuat melingkar pada ajir dengan tiga tingkat atau lebih. Selain sebagai penyangga, ajir juga berfungsi untuk membantu pembentukan struktur batang pohon anggur.

Baca: [ Menakar Potensi Budidaya Anggur di Indonesia ]

Perawatan Pohon Anggur dalam Pot

Pemupukan pohon anggur dilakukan pada pohon usia muda dan terus berlanjut sampai pohon dewasa. Pemupukan menggunakan pupuk kandang atau pupuk organik seperti kompos dan pupuk organik cair. Pemupukan pertama dilakukan ketika tanaman berumur 10 hari setelah tanam dari bibit. Selanjutnya pada usia tanam 0-3 bulan dengan interval pemupukan 10 hari; usia tanam 3-6 bulan dengan interval pemupukan 15 hari; kemudian pada usia tanam 6-12 bulan.

Selain pemupukan, penyiraman juga perlu dilakukan secara berkala. Penyiraman menyesuaikan dengan kondisi tempat penanaman pohon anggur. Pada saat penyiraman, air yang digunakan juga bisa dicampur dengan pupuk organik cair, meski hanya dalam jumlah yang sedikit. Pemberian pupuk organik cair bisa dilakukan tiga hari sekali untuk memaksimalkan pertumbuhan pohon anggur.

Struktur Batang Pohon Anggur dalam Pot

Ada dua metode yang bisa digunakan dalam pembentukan struktur batang pohon anggur dalam pot. Metode yang pertama adalah dengan melakukan pemangkasan bentuk untuk pembentukan batang primer, sekunder, dan tersier. Pemangkasan bentuk dilakukan pada pohon anggur yang memiliki batang utama sudah lebih dari sebesar ukuran pensil atau sudah berwarna cokelat.

Pembentukan batang primer dilakukan dengan melakukan pemangkasan pada batang utama pohon anggur. Pemangkasan selanjutnya untuk mendapatkan batang sekunder, dilakukan pada cabang pohon anggur yang tumbuh dari tunas utama atau bud dari batang primer. Kemudian batang tersier, diperoleh dari pemangkasan cabang yang tumbuh dari tunas utama atau bud dari batang sekunder.

Metode yang kedua adalah dengan menggunakan konsep budi daya pohon anggur batang tunggal, atau yang dikenal dengan sistem single cordon. Pada metode ini, pembentukan batang primer dan sekunder dilakukan dengan cara membengkokkan batang utama pohon anggur mengikuti desain ajir yang dibuat. Selanjutnya baru dilakukan pemangkasan untuk mendapatkan batang tersier. Batang tersier juga bisa dibentuk dari tunas air yang tumbuh pada batang sekunder. Cara ini lebih menghemat waktu. Agar lebih memahaminya silakan simak video berikut:

Menggunakan Tunas Air sebagai Batang Tersier

Tunas air sama baiknya dengan tunas utama ketika digunakan sebagai batang tersier. Penggunaan tunas air sebagai batang tersier tidak memerlukan pemangkasan pada batang sekunder pohon anggur. Hal yang perlu dilakukan adalah memastikan tunas air tumbuh secara merata, sehingga diperoleh batang tersier yang memiliki bentuk dan ukuran yang sama.

Cara meratakan pertumbuhan tunas air bisa dilakukan dengan pemangkasan pada tunas air yang tumbuh lebih cepat. Pemangkasan ini dilakukan ketika tunas air sudah memiliki mata tunas yang cukup untuk cabang pembuahan. Dengan dilakukan pemangkasan, nutrisi pohon akan teralihkan pada tunas air lain yang pertumbuhannya lambat. Silakan simak video tentang meratakan pertumbuhan cabang tersier dari tunas air berikut:

Cara lainnya adalah dengan melakukan penjarangan tunas air. Penjarangan dilakukan dengan memilih tunas air yang memiliki pertumbuhan baik dan memotong tunas air yang tumbuh lambat. Ketika melakukan penjarangan tunas air, perlu memerhatikan desain ajir yang dibuat. Sehingga tunas air yang akan menjadi batang tersier bisa tumbuh sesuai harapan. Penjarangan juga bermanfaat agar batang-batang pohon anggur di dalam pot mendapatkan sinar matahari yang merata.

Pembentukan struktur batang pohon anggur menjadi salah satu kunci dalam pembuahan pohon anggur. Oleh karena itu harus dilakukan secara tepat dan matang. Dengan begitu, pohon anggur bisa berbuah maksimal meski hanya ditanam dalam pot.

Pemangkasan Pembuahan Pohon Anggur

Pemangkasan pembuahan pada pohon anggur umumnya dilakukan setelah pohon anggur berumur satu tahun. Pemangkasan pembuahan dilakukan dengan tujuan mempersiapkan pembuahan pada pohon anggur. Oleh karena itu, pemangkasan pembuahan harus direncanakan dengan baik. Pada persiapan pemangkasan pembuahan, pohon anggur perlu dipersiapkan pengairan, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakitnya.

Sebelum melakukan pemangkasan, periksa terlebih dahulu kondisi batang tersier pohon anggur dengan cara memotong salah satu bagian ujungnya. Jika ujung yang dipotong tidak meneteskan air, lebih baik pemangkasan pembuahan ditunda. Pengairan dan pemupukan pada pohon anggur perlu ditambah sampai pohon anggur siap untuk dipangkas.

Cabang tersier yang hendak dipangkas harus yang sudah berwarna cokelat dan memiliki mata tunas menonjol atau mata tunas sehat. Dari mata tunas tersebut akan tumbuh cabang pembuahan yang membawa bunga. Selanjutnya perlu dilakukan perawatan pada bunga agar pembentukan buah bisa maksimal dan memiliki ukuran serta bentuk yang merata.

Baca: [ Cara Membuat Tanaman Anggur Berbuah Sepanjang Tahun ]

Setiap varietas pohon anggur memiliki masa pembuahan sampai masa panen yang berbeda. Masa pembuahan ini berkisar antara 90 sampai 120 hari sejak pangkas pembuahan. Penting untuk mengetahui masa pembuahan masing-masing varietas pohon anggur. Sehingga mengetahui waktu yang tepat untuk melakukan panen buah anggur.

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here