Pengertian pH Tanah dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Tanaman

0
605
pengertian ph tanah
Gambar diambil dari pertanian.go.id.

Dalam kegiatan bercocok tanam, ada satu faktor penting yang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Faktor penting tersebut adalah derajat keasaman tanah atau pH tanah. Meski penting, kondisi pH tanah selama ini jarang diperhatikan oleh sebagian besar orang.

Pertumbuhan tanaman sangat dipengaruhi oleh kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara di dalam tanah. Sementara pH tanah memiliki pengaruh terhadap proses penyerapan unsur hara oleh akar tanaman. Artinya, selain kandungan unsur hara yang baik dalam tanah, pH tanah juga berpengaruh terhadap kesuburan tanaman.

Pengertian pH Tanah

pH tanah adalah tingkat keasaman atau kebasa-an tanah yang diukur dengan skala pH antara 0 sampai 14. Tanah dikatakan bersifat asam, jika angka skala pH kurang dari 7. Sementara tanah yang bersifat basa jika angka skala pH lebih dari 7. Jika tanah memiliki skala pH 7, maka tanah tersebut memiliki sifat netral, atau tidak asam dan tidak basa.

Sifat tanah berdasarkan pH bisa dibagi menjadi sangat asam, asam, agak asam, netral, agak alkalis, dan alkalis. Sangat asam untuk pH tanah lebih rendah dari 4,5; asam untuk pH tanah berkisar antara 4,5 sampai 5,5; agak asam untuk pH tanah berkisar antara 5,6 sampai 6,5; netral untuk pH tanah berkisar antara 6,6 sampai 7,5; agak alkalis untuk pH tanah berkisar antara 7,6 sampai 8,5; alkalis untuk pH tanah lebih besar dari 8,5. [1]

Di Indonesia, jarang ditemui tanah yang memiliki pH terlalu tinggi atau bersifat alkalis. Umumnya yang ditemui adalah tanah yang memiliki pH rendah atau bersifat asam, bahkan bisa sangat asam. Kondisi tanah dengan pH sangat asam akan menghambat pertumbuhan tanaman.

Tanah dengan pH sangat asam atau lebih rendah dari 4,5, dalam sistem tanah akan terjadi perubahan kimia, di antaranya: Aluminium menjadi lebih larut dan beracun untuk tanaman; sebagian besar hara menjadi kurang tersedia bagi tanaman, sedangkan beberapa hara mikro menjadi lebih larut dan beracun; memengaruhi fungsi penting biota tanah yang bersimbiosis dengan tanaman.

Tanah yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman adalah tanah yang memiliki pH 6,6 sampai 7,5 atau pH netral. Namun, ada juga jenis-jenis tanaman tertentu yang toleran terhadap tanah yang memiliki pH asam, yaitu tanah yang memiliki pH maksimal 5. Tanah dengan pH rendah (asam) atau tanah dengan pH tinggi (basa) akan mempersulit akar tanaman dalam menyerap unsur hara dari tanah. Penyerapan unsur hara yang tidak bisa optimal akan memengaruhi kesuburan tanaman.

Baca: [ Kiat Menanam Pohon Anggur dalam Pot ]

Penyebab pH Tanah Menjadi Lebih Asam

Ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab sifat tanah menjadi lebih asam. Faktor-faktor tersebut seperti:

  • curah hujan yang tinggi menyebabkan tercucinya unsur hara dalam tanah yang berdampak pada terbentuknya tanah asam;
  • adanya unsur AI (Aluminium), Cu (tembaga), dan Fe (besi) yang berlebihan;
  • air yang menggenang pada tanah karena drainase yang buruk;
  • dekomposisi bahan organik yang mengeluarkan kalsium dari dalam tanah;
  • penggunaan pupuk kimia yang berlebihan;
  • Secara umum, tanah dengan pH rendah merupakan tanah yang kekurangan kalsium dan magnesium.

Jika tanah terlalu asam, tanaman tidak dapat menyerap unsur N, P, K dan unsur hara lain yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Pada tanah asam, tanaman mempunyai kemungkinan besar untuk teracuni logam berat yang bisa mengakibatkan kematian pada tanaman. [2]

Baca: [ Ragam Metode Bercocok Tanam Tanpa Tanah di Sekitar Rumah ]

Cara Mengukur pH Tanah

Ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui pH tanah, bisa secara tradisional menggunakan kunyit, menggunakan kertas lakmus atau pH indikator, dan menggunakan alat pH meter. Dari ketiga cara tersebut, cara yang paling akurat untuk mengetahui secara spesifik pH tanah adalah dengan menggunakan alat pH meter.

Silakan simak video berikut tentang pengertian pH tanah, cara mengukurnya dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman.

Sumber rujukan:

[1] Kemasaman Tanah, website resmi Pemerintah Kabupaten Buleleng, diakses pada 30 Mei 2020.

[2] pH Tanah dan Cara Pengukurannya, Kementerian Pertanian, diakses pada 30 Mei 2020.

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here