Memahami Pemupukan Tanaman Sesuai Fase Pertumbuhannya

0
410
konsep pupuk npk
Gambar ilustrasi pixabay.com.

Pemupukan merupakan salah satu kegiatan yang lazim dilakukan dalam setiap kegiatan bercocok tanam. Pemberian pupuk menjadi penting, karena dari pupuk tanaman memperoleh unsur hara makro maupun mikro yang membantu memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan. Namun, pemberian pupuk pada tanaman tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Setiap fase pertumbuhan tanaman membutuhkan unsur hara yang berbeda.

Pemupukan umumnya dibedakan menjadi dua tahapan. Pertama pada tahapan pengolahan lahan atau penyiapan media tanam sebelum proses penanaman. Tahapan ini disebut sebagai pemupukan dasar. Kedua pada tahapan pertumbuhan tanaman yang meliputi fase vegetatif (pertumbuhan awal), fase generatif (pembungaan), dan fase pembesaran atau pematangan buah. Pemberian pupuk pada tahapan pertumbuhan ini disebut sebagai pemupukan susulan.

Pemupukan susulan perlu dilakukan dengan cara yang tepat dengan memerhatikan kandungan setiap unsur hara yang ada dalam pupuk. Pemupukan susulan, baik menggunakan pupuk organik maupun pupuk kimia, umumnya mengacu pada kebutuhan unsur pokok berupa nitrogen (N), fosfor atau fosfat (P), dan unsur kalium (K). Sedangkan kebutuhan unsur lain seperti sulfur, kalsium, magnesium, besi, tembaga, seng, dan boron merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah sedikit.

Pupuk Fase Vegetatif (Pertumbuhan Awal)

Pada fase pertumbuhan awal, tanaman akan mengalami pertumbuhan tunas baru dan daun muda. Pada fase ini pembentukan klorofil daun untuk proses fotosintesis menjadi sangat penting. Jika pembentukan klorofil daun terganggu, maka pertumbuhan dan perkembangan vegetatif tanaman akan terganggu pula.

Pada fase vegetatif unsur nitrogen (N) sangat dibutuhkan oleh tanaman. Nitrogen merupakan unsur penting yang merangsang pertumbuhan dan meningkatkan pembentukan klorofil pada daun. Pemberian pupuk pada fase ini sebaiknya dilakukan dengan komposisi unsur nitrogen yang lebih banyak, tetapi tetap menyertakan unsur lain dengan perbandingan yang lebih sedikit.

Namun perlu diperhatikan, selain membantu merangsang pertumbuhan tanaman, unsur nitrogen juga bisa menyuburkan pertumbuhan jamur dan bakteri yang bersifat patogen. Sementara, pada fase awal pertumbuhan, tanaman umumnya belum memiliki sistem kekebalan (imun) yang baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah antisipasi agar pemupukan yang dilakukan tidak merugikan tanaman.

Baca: [ Trichoderma: Agen Hayati Penyubur Tanah dan Pembunuh Patogen ]

Pupuk Fase Generatif (Pembungaan)

Fase generatif pada setiap tanaman memiliki rentang waktu yang berbeda-beda. Ada jenis tanaman yang memasuki fase generatif kurang dari satu bulan sejak tanam, ada juga yang baru mengalami fase generatif setelah lebih dari satu bulan usia tanam. Bahkan, ada tanaman yang memasuki fase generatif setelah lebih dari satu tahun tanam (tanaman tahunan).

Ketika tanaman memasuki masa pembungaan atau pembentukan umbi, kebutuhan terhadap unsur fosfat (P) akan meningkat. Unsur fosfat akan membantu merangsang pertumbuhan akar pada tanaman, sehingga struktur perakaran akan menjadi lebih baik dan daya serap terhadap nutrisi juga membaik. Fosfat juga bermanfaat dalam membantu memaksimalkan pembentukan bunga dan buah, atau pembentukan umbi pada tanaman.

Pemupukan pada fase generatif bisa dilakukan dengan pupuk yang memiliki kandungan unsur fosfat yang lebih banyak dari komposisi unsur lainnya. Dengan begitu, unsur nitrogen dan kalium tetap tersedia, dan unsur fosfat yang dibutuhkan tanaman pada fase generatif tersedia dalam jumlah yang lebih banyak.

Pupuk Fase Pembesaran dan Pematangan Buah

Pada fase pembesaran dan pematangan buah, tanaman membutuhkan unsur hara yang berbeda dengan fase vegetatif dan fase generatif. Pada fase ini, pemberian pupuk harus memerhatikan pada komposisi kandungan unsur kalium (K) yang lebih banyak dibandingkan dengan unsur lainnnya.

Unsur kalium dibutuhkan oleh tanaman ketika proses pembentukan, pembesaran dan pematangan buah. Pada tanaman yang mengalami kekurangan kalium, buah bisa terbentuk tidak sempurna, berukuran kecil, mudah gugur, hasilnya rendah dan tidak tahan ketika disimpan.

Pemberian pupuk dengan kandungan unsur kalium harus memerhatikan masa pembuahan atau masa pembentukan umbi pada masing-masing tanaman. Tanaman yang lebih cepat berbuah dan berumur pendek, berbeda penanganannya dengan tanaman tahunan. Pada tanaman yang cepat berbuah, pemberian pupuk bisa dengan perbandingan paling besar pada unsur kalium. Tetapi pada tanaman tahunan, komposisi pemberian pupuk harus memerhatikan kebutuhan unsur lain, seperti unsur fosfat misalnya yang tetap dibutuhkan dalam jumlah banyak.

Pemupukan susulan dengan memerhatikan unsur pokok N, P dan K dimaksudkan untuk memberikan asupan nutrisi yang tepat sesuai dengan kebutuhan tanaman. Kebutuhan unsur lain seperti sulfur, kalsium, magnesium, besi, tembaga, seng, dan boron juga tetap penting dan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.

Baca: [ Pengertian pH Tanah dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Tanaman ]

Pemupukan dengan mengacu pada unsur pokok N, P dan K merupakan konsep dasar pemupukan. Konsep ini bisa dikembangkan menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tanaman, struktur tanah, pH tanah, atau faktor lain yang berpengaruh pada pertumbuhan tanaman.

Simak video pilihan kami:

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here